M. Ilmil Zawawi
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI ERA DIGITAL Andhika Priya Multazam; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana transformasi peran guru berkontribusi pada pengembangan kreativitas siswa di era digital, dengan latar belakang masih terbatasnya integrasi pedagogi teknologi dalam praktik pembelajaran. Posisi penelitian ini mengisi celah dari studi sebelumnya yang umumnya hanya membahas penggunaan teknologi, tanpa menelaah perubahan peran guru, literasi digital, dan etika kreativitas secara bersamaan. Pertanyaan penelitian dianalisis melalui metode library research dengan telaah kritis terhadap jurnal nasional dan internasional terbaru. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pergeseran peran guru menjadi fasilitator inovasi digital, penguatan fungsi guru sebagai pembimbing literasi dan etika digital, serta tantangan struktural yang memengaruhi pemerataan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas siswa tidak muncul dari teknologi semata, tetapi dari desain pembelajaran dan bimbingan guru yang adaptif terhadap ekosistem digital.
PERAN KODE ETIK GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU Ananta Muslimatuh Nur Jannah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6408

Abstract

Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter yang berlandaskan nilai moral dan etika. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berfungsi sebagai teladan yang menanamkan nilai-nilai etika melalui sikap dan perilakunya di lingkungan sekolah. Di sisi lain, siswa juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai etika dengan bagaimana penerapan nilai etika antara guru dan murid dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai-nilai seperti saling menghormati, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta memperkuat pembentukan karakter positif pada diri siswa. Kolaborasi yang baik antara guru dan murid dalam menjaga etika yang sangat berperan besar dalam membangun lingkungan sekolah berkarakter dan berakhlak mulia.
Strategi Pembelajaran Slow Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Mendalam pada Siswa MI di Era Pembelajaran Cepat Aini Humidatul Khumairoh; Rodiatul Adawiyah; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i3.7301

Abstract

Evolusi pendidikan di zaman digital mendorong metode pembelajaran cepat yang fokus pada penyelesaian materi ketimbang pemahaman mendalam siswa, terutama di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan pembelajaran slow learning sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman mendalam siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan metode studi literatur melalui analisis buku dan artikel ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Proses analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan pemadatan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa slow learning dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui proses pembelajaran yang bertahap, reflektif, dan berpusat pada siswa. Di samping itu, strategi ini juga berkontribusi meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta kemampuan berpikir kritis. Namun, pelaksanaannya menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu dan tuntutan kurikulum yang ada. Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran yang fleksibel diperlukan agar strategi ini dapat diimplementasikan secara efektif. Dengan demikian, slow learning menjadi pendekatan yang signifikan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih berarti di era pembelajaran yang serba cepat