Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HIJAB DALAM DIALEKTIKA TREND MODE DAN NILAI SYARIAT Saiful Yusuf Darojah; Muizzatur Rokhaniah; Latifah Sriwijaya; Syarifatul Amanah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6666

Abstract

Hijab merupakan salah satu ajaran Islam yang bertujuan menjaga kehormatan dan identitas perempuan Muslim. Dalam perkembangannya, hijab tidak hanya dipahami sebagai kewajiban syariat, tetapi juga mengalami pergeseran makna seiring dengan munculnya tren mode dan budaya populer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dialektika antara hijab sebagai tuntutan syariat Islam dan hijab sebagai bagian dari tren fashion modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis ayat Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan dengan tema hijab dan mode. Hasil kajian menunjukkan bahwa hijab dalam konteks kontemporer berada dalam proses negosiasi antara nilai-nilai religius dan ekspresi budaya populer. Di satu sisi, tren hijab modern memberikan ruang kreativitas dan pemberdayaan bagi perempuan Muslim, namun di sisi lain berpotensi menggeser esensi hijab dari simbol ketaatan menjadi sekadar gaya hidup. Oleh karena itu, pemahaman hijab perlu dikembalikan pada nilai syariat tanpa menafikan realitas sosial, sehingga hijab tetap berfungsi sebagai identitas keislaman yang bermakna dan beretika.
BUDAYA GOTONG ROYONG SEBAGAI PEREKAT INTEGRASI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DESA RECO KERTEK WONOSOBO Latifah Sriwijaya; Nani Fatchatul Chabibah; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6121

Abstract

Artikel ini membahas peran budaya gotong royong dalam memperkuat integrasi sosial pada masyarakat multikultural di Desa Reco, Kertek, Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi tersamar untuk menggambarkan secara mendalam fenomena tradisi Ruwat Cungkup sebagai wujud nyata gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwat Cungkup, yang meliputi kerja bakti membersihkan makam, punden, dan sendang, kirab budaya, serta doa dan makan bersama, berfungsi sebagai perekat sosial yang efektif. Dalam komunitas yang menganut lima agama dan berbagai kepercayaan ini, gotong royong menciptakan ruang interaksi yang setara, membangun kepercayaan (trust), dan memperkuat identitas kolektif yang melampaui identitas primordial. Simbol-simbol budaya dalam tradisi ini juga berperan sebagai media pendidikan multikultural yang mencegah potensi konflik. Disimpulkan bahwa revitalisasi kearifan lokal berbasis gotong royong merupakan strategi yang ampuh untuk merawat kerukunan dalam masyarakat majemuk.