Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MTA DAN MODERASI BEAGAMA : STUDI TENTANG RESPON ORMAS TERHADAP KERAGAMAN PEMIKIRAN ISLAM Wawan Saputro; Fita Ulinni'ma; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Nova Dwi Riyani; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6691

Abstract

Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) merupakan salah satu organisasi keagamaan yang memiliki posisi unik dalam dinamika wacana Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons MTA terhadap keragaman pemikiran Islam, serta menilai sejauh mana pendekatan dakwah dan penafsirannya berkaitan dengan prinsip moderasi beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta analisis terhadap ceramah, publikasi resmi, dan aktivitas dakwah MTA, penelitian ini menemukan bahwa MTA cenderung menggunakan pendekatan skripturalis dan literal dalam memahami teks Al-Qur’an. Pendekatan ini menjadikan MTA tegas dalam mempertahankan kemurnian akidah dan praktik keagamaan, namun sekaligus melahirkan sikap yang kritis terhadap tradisi keagamaan yang dianggap tidak memiliki dasar nash yang kuat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun MTA berupaya menegakkan nilai-nilai Islam secara konsisten, responsnya terhadap keragaman pemikiran Islam masih menunjukkan keterbatasan dalam aspek akomodatif dan dialogis yang menjadi ciri utama moderasi beragama. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang relasi antara model dakwah skripturalis dan perkembangan wacana moderasi beragama di Indonesia.
PENERAPAN METODE KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN GHARIB DI TPQ AL-MA’UN LIMBANGAN MUDAL WONOSOBO Fatkhurrohman; Rifana Azzahra; Alyah Khusumawati; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Wawan Saputro; Naina Khoirin Nida
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib pada santri di TPQ Al-Ma’un. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan evaluasi bacaan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama-sama kaidah gharib selama ±15 menit sebelum pembelajaran inti dimulai. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan tahapan persiapan materi oleh guru, pembacaan contoh bacaan gharib secara tartil, pengulangan bacaan secara serempak, penguatan kaidah, serta evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman santri. Metode ini berfungsi sebagai pembiasaan awal agar santri terbiasa mengenali dan melafalkan bacaan gharib dengan benar. 2) faktor pendukung penerapan metode klasikal meliputi keseragaman pemahaman awal santri terhadap kaidah gharib, efisiensi waktu pembelajaran, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri santri, serta kemudahan guru dalam pengelolaan kelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan daya tangkap dan tingkat kemampuan santri, keterbatasan pendampingan individual, kurangnya fokus dan konsentrasi sebagian santri, keterbatasan waktu untuk pendalaman materi, serta variasi latar belakang dan pengalaman belajar santri. 3) tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib setelah penerapan metode klasikal menunjukkan hasil yang tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan santri dalam mengenali, melafalkan, serta membaca bacaan gharib dengan lebih lancar dan percaya diri. Meskipun demikian, ketercapaian tersebut belum sepenuhnya merata, sehingga diperlukan pembinaan individual sebagai pelengkap metode klasikal agar penguasaan kaidah gharib santri dapat lebih optimal.