Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) merupakan salah satu organisasi keagamaan yang memiliki posisi unik dalam dinamika wacana Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons MTA terhadap keragaman pemikiran Islam, serta menilai sejauh mana pendekatan dakwah dan penafsirannya berkaitan dengan prinsip moderasi beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta analisis terhadap ceramah, publikasi resmi, dan aktivitas dakwah MTA, penelitian ini menemukan bahwa MTA cenderung menggunakan pendekatan skripturalis dan literal dalam memahami teks Al-Qur’an. Pendekatan ini menjadikan MTA tegas dalam mempertahankan kemurnian akidah dan praktik keagamaan, namun sekaligus melahirkan sikap yang kritis terhadap tradisi keagamaan yang dianggap tidak memiliki dasar nash yang kuat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun MTA berupaya menegakkan nilai-nilai Islam secara konsisten, responsnya terhadap keragaman pemikiran Islam masih menunjukkan keterbatasan dalam aspek akomodatif dan dialogis yang menjadi ciri utama moderasi beragama. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang relasi antara model dakwah skripturalis dan perkembangan wacana moderasi beragama di Indonesia.
Copyrights © 2026