Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa MTs Ma’arif Bakalan: Application of the Problem Based Learning Model to Improve Science Learning Outcomes for MTs Ma'arif Bakalan Students Uswatun Khasanah; Fatkhurrohman; Fatiatun
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmpmipa.v12i1.26474

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini ada pada pembelajaran IPA di kelas VII MTs Ma’arif Bakalan yang masih menerapkan pendekatan Teacher Centered Learning (TCL). Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Untuk mengetahui penerapan model problem based learning dalam pembelajaran IPA siswa kelas VII MTs Ma’arif Bakalan. (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya model problem based learning pada siswa kelas VII MTs Ma’arif Bakalan. (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang menggunakan model problem based learning dengan kelas yang tidak menggunakan model problem based learning pada siswa kelas VII MTs Ma’arif Bakalan. Metode yang diterapkan pada penelitian ini ialah metode    eksperimen melalui model quasi eksperiment serta desain non equivalent control group. Populasi yang dipilih ialah siswa kelas VII. Sampel yang diambil yaitu kelas VII A dengan total 20 siswa serta VII B dengan total 20 siswa. Hasil Penelitian menunjukan bahwa  berdasarkan hasil posttest menggunakan uji N-Gain kelas eksperimen meningkat sebanyak 0,57 dan kelas kontrol didapat N-Gain sebanyak 0,23. Dengan ini telah terbukti adanya kenaikan hasil belajar IPA kelas eksperimen dengan menerapkan model problem based learning dengan kategori sedang. Terdapat selisih perbedaan antara hasil belajar IPA kelas dengan model problem based learning dan kelas tidak dengan model problem based learning. Terbukti dengan menggunakan uji-t yaitu Ho ditolak yang ditunjukkan dengan perolehan thitung = 4,69 > ttabel = 2,02 dengan taraf signifikan 5% dan thitung = 4,69 > ttabel = 2,71 dengan taraf signifikan 1% sehingga Ha diterima. Dari data tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwasanya penerapan model PBL bisa meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII di MTs Ma’arif Bakalan tahun pelajaran 2022/2023.
PENERAPAN METODE KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN GHARIB DI TPQ AL-MA’UN LIMBANGAN MUDAL WONOSOBO Fatkhurrohman; Rifana Azzahra; Alyah Khusumawati; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Wawan Saputro; Naina Khoirin Nida
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib pada santri di TPQ Al-Ma’un. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan evaluasi bacaan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama-sama kaidah gharib selama ±15 menit sebelum pembelajaran inti dimulai. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan tahapan persiapan materi oleh guru, pembacaan contoh bacaan gharib secara tartil, pengulangan bacaan secara serempak, penguatan kaidah, serta evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman santri. Metode ini berfungsi sebagai pembiasaan awal agar santri terbiasa mengenali dan melafalkan bacaan gharib dengan benar. 2) faktor pendukung penerapan metode klasikal meliputi keseragaman pemahaman awal santri terhadap kaidah gharib, efisiensi waktu pembelajaran, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri santri, serta kemudahan guru dalam pengelolaan kelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan daya tangkap dan tingkat kemampuan santri, keterbatasan pendampingan individual, kurangnya fokus dan konsentrasi sebagian santri, keterbatasan waktu untuk pendalaman materi, serta variasi latar belakang dan pengalaman belajar santri. 3) tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib setelah penerapan metode klasikal menunjukkan hasil yang tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan santri dalam mengenali, melafalkan, serta membaca bacaan gharib dengan lebih lancar dan percaya diri. Meskipun demikian, ketercapaian tersebut belum sepenuhnya merata, sehingga diperlukan pembinaan individual sebagai pelengkap metode klasikal agar penguasaan kaidah gharib santri dapat lebih optimal.
PEMBELAJARAN KITAB FASALATAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK SALAT SANTRI Rijal Yasrif Al-Amin; Fatkhurrohman; Sofan Rizqi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran kitab Fasholatan, peningkatan pemahaman dan praktik salat fardhu santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran kitab Fasholatan di Pondok Pesantren Assiroj Selomerto Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran kitab Fasholatan dilaksanakan secara rutin setiap selesai salat Isya dalam kegiatan madrasah diniyah dengan menggunakan metode bandongan, hafalan, sorogan, dan praktik langsung. Pembelajaran tersebut mampu meningkatkan pemahaman dan praktik salat fardhu santri, baik dari aspek teori maupun praktik ibadah. Santri menjadi lebih memahami tata cara salat, bacaan, syarat, dan rukun salat serta lebih disiplin dalam melaksanakan salat berjamaah. Faktor pendukung dalam pembelajaran meliputi lingkungan pesantren yang religius, peran ustadz, metode pembelajaran yang variatif, dan pembiasaan ibadah sehari-hari. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kurangnya motivasi sebagian santri, serta keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran.
Penggunaan Media Youtube Podcast Arab Untuk Meningkatkan Maharah Istima’ Siswa Kelas VIII Mts N 1 Wonosobo Idza Zuliyana Thoyyibah; Fatkhurrohman; Soffan Rizqi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7970

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak (maharah istima’) siswa dalam pembelajaran bahasa Arab yang disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran serta terbatasnya paparan bahasa Arab autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media YouTube Podcast Arab dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas VIII MTs N 1 Wonosobo. Media YouTube Podcast dipilih karena merupakan media audio-visual berbasis internet yang mudah diakses, menarik, serta sesuai dengan perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan kemampuan menyimak siswa sebelum dan sesudah menggunakan media YouTube Podcast Arab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media YouTube Podcast Arab memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan maharah istima’ siswa. Hal ini ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan dengan pre-test. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media YouTube Podcast Arab efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Arab siswa.
PERAN PEMBELAJARAN AKHLAK DAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI KASUS BULLYING SISWA DI MTsN 1 WONOSOBO Syarifatul Amanah; Fatkhurrohman; Sofan Rizqi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7924

Abstract

Kasus bullying di lingkungan sekolah terus meningkat dan berdampak serius terhadap perkembangan psikologis serta karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran akhlak dan program Bimbingan Konseling (BK) dalam menangani kasus bullying siswa di MTsN 1 Wonosobo, beserta faktor pendukung, faktor penghambat, dan perubahan kondisi mental siswa setelah mengikuti kedua program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran akhlak berperan aktif melalui internalisasi nilai ukhuwwah, tawadhu', dan rahmah dengan metode keteladanan, pembiasaan, dan nasihat; (2) program BK menjalankan fungsi preventif, kuratif, dan pengembangan melalui konseling individu, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal; (3) faktor pendukung meliputi komitmen guru dan dukungan kelembagaan, sementara faktor penghambat mencakup minimnya pelaporan dan keterbatasan sarana; (4) terdapat perubahan positif pada kondisi mental siswa berupa peningkatan rasa percaya diri dan empati. Sinergi antara pembelajaran akhlak dan program BK terbukti berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan berkarakter Islami.
THE BOARDING SCHOOL MEMORIZATION (BST) MODEL FOR IMPROVING QURAN MEMORIZATION MASTERY AT MTS NEGERI 1 PURWOREJO Nur Maulidina Zahrotul Afiyah; Fatkhurrohman; Ali Imron
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 2 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/h86s4117

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Boarding School Tahfidz (BST) Model in improving students’ mastery of Qur’anic memorization at MTs Negeri 1 Purworejo, identify the supporting and inhibiting factors of the program, and analyze the level of students’ Qur’anic memorization mastery. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of BST was carried out through a boarding school education system that incorporated various tahfidz activities, including ziyadah (adding new memorization), muraja’ah (reviewing memorization), sorogan (individual recitation), simak-simakan (peer listening and correction), and tasmi’ (public recitation of memorization). The supporting factors of the program included a conducive boarding school environment, students’ discipline, exemplary guidance from supervisors, and parental support. Meanwhile, the inhibiting factors consisted of differences in students’ memorization abilities, boredom, physical fatigue, and difficulties in maintaining previously memorized verses. The level of students’ memorization mastery was categorized as good, as most students were able to achieve the memorization targets while maintaining fluency, proper tajwid application, and consistency in muraja’ah. The BST program proved effective in improving the quality of Qur’anic memorization while simultaneously fostering students’ religious character and discipline