Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of the Kurikulum Merdeka and Islamic values for informatics at SDIP Ummul Mukminin Nasywa Putri Ramadhina
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.318

Abstract

Informatics is a crucial subject for equipping students with 21st-century skills, such as computational thinking, digital literacy, and online collaboration. This study aims to describe the implementation of an Islamic-based Informatics curriculum at SDIP Ummul Mukminin, Bandung Regency. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through interviews with Informatics teachers. The results show that SDIP Ummul Mukminin has adopted the Kurikulum Merdeka, with a strong emphasis on integrating Islamic values into technology learning. Learning evaluation is conducted continuously through teacher reflection and observation of student learning outcomes, both in terms of digital skills and spiritual character development. The dominant learning methods are demonstrations, hands-on practice, and project-based learning, adapted to student conditions and available facilities. These findings indicate that the flexibility of the Kurikulum Merdeka allows for Informatics learning that not only develops technical skills but also shapes students' Islamic character holistically. This study provides important insights into how Islamic values can be effectively integrated into Informatics education in Islamic-based elementary schools.   Abstrak Mata pelajaran Informatika menjadi instrumen penting untuk membekali murid dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir komputasional, literasi digital, dan kolaborasi daring. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kurikulum Informatika berbasis nilai-nilai keislaman di SD Islam Plus (SDIP) Ummul Mukminin, Kabupaten Bandung. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada guru informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIP Ummul Mukminin mengadaptasi Kurikulum Merdeka dengan penekanan kuat pada integrasi nilai Islam dalam pembelajaran teknologi. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan melalui refleksi guru dan pengamatan capaian belajar murid, baik dari aspek keterampilan digital maupun pembentukan karakter spiritual. Metode pembelajaran yang dominan adalah demonstrasi, praktik langsung, dan project-based learning yang disesuaikan dengan kondisi murid dan fasilitas yang tersedia. Temuan ini mengindikasikan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka memungkinkan pembelajaran informatika yang tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter islami murid secara holistik. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diintegrasikan secara efektif dalam pendidikan informatika di sekolah dasar berbasis Islam. Kata Kunci: Informatika; Kurikulum Merdeka; sekolah dasar
Systematic Literature Review: Kesenjangan Implementasi Kurikulum Koding Dan AI Antara Perkotaan Dan Daerah Dewi Yanti; Salwa Khairunnisa; Aurylia Taffana; Nasywa Putri Ramadhina
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1149

Abstract

Perkembangan kebijakan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 membawa tantangan baru bagi sistem pendidikan Indonesia, khususnya terkait kesenjangan implementasi antara wilayah perkotaan dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan implementasi KKA pada tiga dimensi utama: ketersediaan infrastruktur teknologi, kesiapan dan kompetensi guru, serta literasi digital peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA melalui pencarian literatur pada tiga pangkalan data utama, yaitu Google Scholar, SINTA, dan Scopus, dengan rentang publikasi tahun 2021 - 2026. Hasil kajian menunjukkan kesenjangan yang signifikan pada ketiga dimensi tersebut. Dari sisi infrastruktur, sekolah perkotaan rata-rata memiliki 30 - 150 unit komputer dengan koneksi internet stabil, sementara sekolah di daerah 3T hanya memiliki 14 - 50 unit dengan akses internet dan listrik yang belum memadai. Dari sisi kesiapan guru, sebanyak 70% guru di daerah tertinggal belum pernah mengikuti pelatihan coding dan AI. Sementara itu, literasi digital peserta didik di daerah 3T juga masih terbatas akibat minimnya paparan teknologi sejak dini. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan KKA berisiko memperlebar kesenjangan digital jika tidak disertai intervensi afirmatif yang bersifat kontekstual, bertahap, dan menyeluruh pada aspek infrastruktur, pengembangan kompetensi guru, serta peningkatan literasi digital peserta didik di seluruh wilayah Indonesia. Kata Kunci: Daerah 3T, Kesenjangan Digital, Kurikulum Koding dan AI, Kesiapan Guru, Literasi Digital