Amika Wardana
Departemen Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Politik, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan seks dan kesehatan repoduksi di Lapas khusus anak Gunung Kidul, Yogyakarta Erika Indah Mey Lianita; S Syahrul; Amika Wardana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i1.66243

Abstract

Pendidikan Seks da Kesehatan reproduksi sangat penting dan khususnya bagi kelompok remaja rentan. Pandangan ini mendorong Youth Forum Gunung Kidul  menyelenggarakan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi kepada remaja Lembaga Pemasyarakatn Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gunung Kidul, Yogyakarta. Dengan melakukan wawancara kualitatif melibatkan pengurus dan sukarelawan Youth Forum, Penelitian mendalami dan mendokumentasikan program dan kegiatan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi bagi anak binaan LPKA Kelas II Gunung Kidul Yogyakarta. Hasil enelitian menunjukan bahwa 1) Youth Forum Gunung Kidul berperan sebagai Agen Sosialisasi 2) Youth Forum sebagai Media Komunikasi Stakeholder 3) Youth Forum sebagai pendamping Andik Pas 4) Youth Forum memberikan pedoman kepada Andik Pas 5) Youth Forum meningkatkan keterampilan sukarelawan bekerja dengan remaja-remaja rentan dengan penuh perhatian. Sex education and reproductive health are very important, especially for vulnerable groups of teenagers. This view prompted the Gunung Kidul Youth Forum to organize sex and reproductive health education for teenagers at the Class II Special Children's Correctional Institution (LPKA) Gunung Kidul, Yogyakarta. By conducting qualitative interviews involving Youth Forum administrators and volunteers, the research explored and documented sex education and reproductive health programs and activities for children assisted by LPKA Class II Gunung Kidul Yogyakarta. The research results show that 1) the Gunung Kidul Youth Forum acts as a Socialization Agent 2) the Youth Forum as a Communication Media for Stakeholders 3) the Youth Forum as a companion for Andik Pas 4) the Youth Forum provides guidance to Andik Pas 5) the Youth Forum improves the skills of volunteers working with teenagers vulnerable teenagers with great care.
Hubungan keanggotaan organisasi dan kepercayaan sosial dalam masyarakat Indonesia Mandala Pratama; Adi Cilik Pierewan; Amika Wardana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 2 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i2.66811

Abstract

Keberagaman budaya, ras, suku, dan kepercayaan yang terhimpun sebagai masyarakat merupakan tantangan bagi Indonesia dalam mewujudkan toleransi menjaga persatuan dan kesatuan. Kepercayaan sosial merupakan pilar utama dalam upaya dan pencapaiannya; yang dibentuk oleh nilai-nilai dasar dan interaksi dan partisipasi sosial yang terbangun di dalamnya. Penelitian bermaksud menginvestigasi hubungan dan pengaruh keangggotaan warga masyarakat dalam organisasi sosial terhadap derajat kepercayaan sosial di Indonesia. Dengan data Indonesia dari World Values Surveys 7 tahun 2020, penelitian menguji regresi hubungan kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh keanggotaan organisasi dengan nilai (p-value: 0.048), dan dengan koefisien jalur sebesar 0.064. Berdasarkan pada hasil perhitungan tersebut, dapat diartikan bahwa keanggotaan organisasi, memiliki pengaruh terhadap peningkatan kepercayaan sosial masyarakat Indonesia.The diversity of culture, race, ethnicity, and beliefs that are gathered as a society is a challenge for Indonesia in realizing tolerance to maintain unity and integrity. Social trust is the main pillar in its efforts and achievements, which is formed by basic values and social interactions and participation that are built within it. The study intends to investigate the relationship and influence of community participation in social organizations on the degree of social trust in Indonesia. With Indonesian data from the World Values Surveys 7 in 2020, the study tested the regression of the relationship between the two variables. The results of the study showed the influence of organizational membership with a value (p-value: 0.048), and with a path coefficient of 0.064. Based on the results of these calculations, it can be interpreted that organizational membership has an influence on increasing social trust in the Indonesian people.
Kemandirian ekonomi, kepribadian dan sosial pengemudi ojek disabilitas Difa Bike Yogyakarta Septa Dwi Nugroho; Amika Wardana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 1 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i1.76720

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengalaman kerja dan kemandirian penyandang disabilitas sebagai pengemudi ojek di Difa Bike Yogyakarta melalui pendekatan kualitatif dan analisis fenomenologi. Wawancara dilakukan dengan enam pengemudi yang telah bekerja lebih dari satu tahun serta pendiri Difa Bike. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi memiliki motivasi tinggi untuk mandiri dan mampu mengatasi stigma serta tantangan dalam bekerja. Mereka menganggap pekerjaan ini layak meskipun belum tersedia asuransi khusus. Difa Bike mendukung pengemudinya melalui fasilitas, kerja sama, pengembangan sistem, dan bimbingan. Kemandirian ekonomi terlihat dari kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga, mencapai target keuangan, dan mengakses layanan perbankan. Secara sosial, mereka berkontribusi dalam komunitas dan mendapatkan pengakuan sebagai individu yang setara. Penelitian ini menekankan pentingnya peluang kerja inklusif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, pribadi, dan sosial penyandang disabilitas.This study examines the work experiences and independence of disabled motorcycle taxi drivers at Difa Bike Yogyakarta using a qualitative approach and phenomenological analysis. Interviews were conducted with six drivers who have worked for over a year and the founder of Difa Bike. The findings reveal that the drivers have a strong motivation for self-sufficiency and can overcome stigma and work-related challenges. They consider their job viable despite the lack of specialized insurance. Difa Bike supports its drivers through facilities, partnerships, system development, and guidance. Economic independence is reflected in their ability to meet family needs, achieve financial goals, and access banking services. Socially, they contribute to their communities and gain recognition as equals. This study highlights the importance of inclusive employment opportunities in enhancing the economic, personal, and social independence of individuals with disabilities.