Masrul Masrul
Pendidikan Dasar, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kausal antara Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dan Literasi Numerik Siswa Sekolah Dasar Ramdhan Witarsa; Masrul Masrul; Ramadania Istigfarin
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3492

Abstract

Kecerdasan buatan belum sepenuhnya maksimal digunakan pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan terkait dampak spesifik dari pembelajaran berbasis kecerdasan buatan terhadap literasi numerik siswa sekolah dasar di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan metode kuantitatif.  Metode yang diterapkan adalah pretest-posttest control group design.  Hasil evaluasi hipotesis mengindikasikan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan kecerdasan buatan memberikan kontribusi positif yang terukur terhadap peningkatan literasi numerik pada siswa sekolah dasar. Proses pembelajaran yang dibantu kecerdasan buatan telah memfasilitasi suasana edukatif yang mampu menyesuaikan diri dan bersifat interaktif. Penyesuaian individual ini memiliki arti penting dalam literasi numerik mengingat perbedaan dalam tingkat pemahaman setiap siswa.  
Analisis Kebutuhan Pelatihan Berbasis Asesmen Partisipatif pada Kelompok Kerja Guru di Sekolah Dasar Ramdhan Witarsa; Masrul Masrul; Ramadania Istigfarin
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2975

Abstract

Pelatihan-pelatihan yang selama ini diikuti kepala sekolah dan guru tidak berdasarkan kebutuhan kepala sekolah dan guru, terdapat ketidaksesuaian pelatihan-pelatihan yang selama ini diikuti Kepala Sekolah dan guru terhadap kebutuhan nyata mereka di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara kuantitatif tentang kebutuhan pelatihan apa yang dibutuhkan Kepala Sekolah dan guru di sekolah dasar. Metode penelitian yang diadopsi metode deskriptif kuantitatif, dimana jumlah sampel terdiri atas 10 orang Kepala Sekolah tingkat sekolah dasar dan 12 orang guru kelas. Instrumen yang digunakan berupa lembar kebutuhan pelatihan Kepala Sekolah dan guru. Temuan penelitian menunjukan Kepala Sekolah dan guru kelas membutuhkan pelatihan tentang deep learning sebesar 27,22% dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sebesar 20,50%. Pelatihan terkait deep learning dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar harus segera dilakukan melalui pengoptimalan kelompok kerja guru.
Pengaruh Peran Kepala Sekolah sebagai Inovator dan Budaya Sekolah terhadap Inovasi Pengajaran Guru di SDN 49 Mandau Suhastuti Suhastuti; Masrul Masrul; Kasman Edi Putra
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.3305

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peran kepala sekolah sebagai inovator dan budaya sekolah terhadap inovasi pengajaran guru di SDN 49 Mandau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe one group pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan seluruh guru di SDN 49 Mandau sebanyak 17 orang. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai inovator dan budaya sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi pengajaran guru, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif, didukung oleh budaya sekolah yang kolaboratif dan adaptif, mampu mendorong guru untuk mengembangkan praktik pengajaran yang lebih kreatif dan responsif terhadap kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara kepemimpinan inovatif dan budaya sekolah sebagai kerangka konseptual dalam membangun inovasi pengajaran guru. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan dengan menempatkan peran kepala sekolah dan budaya sekolah sebagai determinan utama inovasi pedagogis di sekolah dasar.