Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Exploring Patient Satisfaction with Refraction Examination Services at Optic ARO Gapopin in 2025 Murni Marlina Simarmata; Febri Maryani; Stepanus Silaban
PROMOTOR Vol. 9 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i2.1955

Abstract

This study aims to explore patient satisfaction with refraction examination services at Optic ARO Gapopin in 2025. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews with patients who had undergone refraction examinations. Thematic analysis was employed to identify recurring patterns and perceptions regarding the service. The findings reveal five main themes influencing patient satisfaction: (1) facility comfort, where patients appreciated the modern equipment but noted limited waiting area space; (2) competence and accuracy of examination, as patients trusted the examiners’ skills and found the explanations clear and easy to understand; (3) staff attitude and empathy, with patients highlighting friendliness, patience, and attentiveness; (4) waiting time, which was perceived as relatively long during peak hours; and (5) cost and overall value, where services were considered affordable and proportional to the quality received. In conclusion, patients generally reported being satisfied to highly satisfied with the refraction examination services. The strengths of the service lie in examiner competence and staff empathy, while areas for improvement include waiting time management and waiting area comfort. These findings suggest that enhancing responsiveness and facility convenience could further increase client satisfaction at Optic ARO Gapopin.
STRATIFIKASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS MULTILEVEL DAN LONGITUDINAL TENTANG KETIMPANGAN INSTITUSIONAL, REFORMASI KURIKULUM, DAN AGENSI SISWA 2021–2025 Stepanus Silaban
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.110

Abstract

Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan penting karena capaian belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh kondisi sosial, sumber daya, dan lingkungan pembelajaran sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana ketimpangan capaian akademik berkaitan dengan karakteristik institusional sekolah, lingkungan pembelajaran, pengembangan karakter, kondisi kesetaraan kesempatan, dan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan data Asesmen Nasional periode 2021–2025 yang mencakup 196.976 siswa yang berada dalam panel longitudinal 1.098 sekolah menengah. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan hierarchical linear modeling (HLM), two-way fixed effects (TWFE), analisis mediasi longitudinal, serta extreme gradient boosting (XGBoost) dengan interpretasi TreeSHAP. Hasil analisis multilevel menunjukkan bahwa 32,94% variasi capaian akademik berada pada tingkat sekolah, yang menunjukkan adanya stratifikasi institusional yang cukup kuat. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa peningkatan sumber daya fisik dan lingkungan pembelajaran tidak secara langsung menghasilkan peningkatan capaian akademik dalam jangka pendek. Lingkungan pembelajaran yang sangat terstruktur dan berorientasi pada pengarahan guru juga menunjukkan hubungan negatif dengan perkembangan character capital pada periode berikutnya. Sebaliknya, implementasi Kurikulum Merdeka berhubungan positif dengan character capital dan capaian akademik. Model XGBoost yang divalidasi secara temporal menghasilkan kemampuan prediksi out-of-sample sebesar 42,18% dan menunjukkan character capital sebagai prediktor paling penting terhadap risiko learning poverty, sementara kontribusi infrastruktur fisik menunjukkan kecenderungan diminishing marginal returns. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan ketimpangan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perluasan sumber daya, tetapi perlu disertai transformasi lingkungan institusional yang mendorong otonomi, agensi, dan perkembangan sosial-emosional siswa.
Evolusi Pengetahuan dan Adaptasi Profesional dalam Inovasi di Bidang Kesehatan: Analisis Sosio-Teknologis Trajektori Bedah Mata (2016–2025) Stepanus Silaban
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 3 (2025): (November 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i3.114

Abstract

Inovasi teknologi dalam pelayanan kesehatan merupakan sebuah proses sosio-teknologis kompleks yang melampaui sekadar pengenalan prosedur klinis baru; ia melibatkan transformasi mendalam dalam praktik profesional, kapasitas organisasi, produksi pengetahuan, serta pola adaptasi manusia terhadap teknologi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trajektori longitudinal inovasi bedah mata sebagai refleksi dari kematangan teknologi dan dinamika manajemen inovasi dalam sistem sosial kesehatan. Dengan menggunakan desain analisis trajektori bibliometrik retrospektif, penelitian ini mengkaji 97.458 publikasi ophthalmology yang terindeks PubMed selama periode 2016–2025. Tiga domain bedah utama—phacoemulsification, vitrectomy, dan trabeculoplasty—dianalisis menggunakan sistem Medical Subject Headings (MeSH) untuk mengidentifikasi pola kematangan dan transisi prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phacoemulsification (5.654 publikasi) telah mencapai fase stabilisasi pasca-adopsi (post-adoption stabilization), di mana penurunan pertumbuhan publikasi mencerminkan konsolidasi pengetahuan dan standarisasi praktik profesional yang matang. Vitrectomy (2.373 publikasi) menunjukkan pola inovasi inkremental yang berkelanjutan melalui penyempurnaan teknik yang konstan. Sementara itu, trabeculoplasty menunjukkan terjadinya transisi semantik dan prosedural, yang mengindikasikan adanya pergeseran paradigma dalam masyarakat kedokteran menuju teknologi intervensi baru seperti MIGS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika literatur ilmiah merupakan indikator penting bagi adaptasi sistem sosial terhadap perubahan teknologi. Penurunan pertumbuhan publikasi pada teknologi matang tidak selayaknya dimaknai sebagai kegagalan teknis, melainkan sebagai fase kemandirian teknologi dalam praktik keseharian. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi manajemen inovasi humanis, khususnya dalam perencanaan pendidikan profesional yang berkelanjutan, adaptasi struktur organisasi, serta pengembangan kebijakan kesehatan yang responsif terhadap evolusi pengetahuan manusia.