Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sempol Sebagai Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Gondang, Kabupaten Mojokerto Sri Purwanti; Ni Dewi Ambal Ikka; Khoirul Anam; Dipa Aditya; Nur Farida Kusuma Wati; Budi Utomo; Soesanto Soesanto; Megawati Citra Alam
Sinergi Aksi Nyata Cendekia Vol 2, No 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6131/sancaka.v2i1.208

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkanpengetahuan, keterampilan, dan minat berwirausaha ibu rumah tangga di DesaGondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto melalui pelatihanpembuatan sempol (makanan ringan berbentuk tusuk sate yang terbuat dariadonan ayam dan tepung tapioka, kemudian direbus dan digoreng). Kegiatandilaksanakan pada 23-25 Februari 2026 di Balai Desa Gondang denganmelibatkan 49 peserta dari unsur PKK dan ibu rumah tangga. Metodepelaksanaan menggunakan pendekatan participatory rural appraisal melaluitahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner pascapelatihan, observasi fasilitator,dan perbandingan minat berwirausaha sebelum dan sesudah pelatihan. Hasilmenunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta berada pada kisaran 69-84%untuk lima aspek yang diukur. Pemahaman tertinggi terdapat pada pemilihanbahan baku dan teknik penggorengan (84%), sedangkan pemahaman mengenaiharga pokok produksi dan penetapan harga jual masih paling rendah (69%).Minat berwirausaha juga meningkat dari 34,7% sebelum pelatihan menjadi89,8% sesudah pelatihan pada kategori berminat dan sangat berminat. Temuanini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik memiliki potensi kuat untukmendorong pemberdayaan ekonomi perempuan desa, namun perluditindaklanjuti dengan pendampingan literasi keuangan dan pemasaran digitalagar berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Industri dan Peternakan sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Solusi Masalah Lingkungan dan Program Ketahanan Pangan Dipa Aditya; Ni Dewi Ambal Ikka; Dedy Sekarmaji; Edwin Pondi Suwanto
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.377

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pupuk organik merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Peningkatan aktivitas industri agroindustri dan peternakan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur, menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, limbah tersebut masih mengandung unsur hara dan bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembenah tanah maupun pupuk organik. Oleh karena itu, pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri dan masyarakat. Namun demikian, penggunaan masing-masing limbah secara tunggal sering kali belum menghasilkan kompos yang memenuhi persyaratan mutu pupuk organik sesuai SNI 7763:2018 dan Permentan 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Pupuk Organik Padat maupun standar teknis pupuk organik lainnya. Kandungan unsur hara makro (N, P, K), rasio C/N, kadar air, pH, dan kandungan bahan organik pada setiap limbah sangat bervariasi sehingga diperlukan formulasi atau pencampuran bahan yang tepat untuk memperoleh kompos dengan kualitas yang memenuhi standar Berdasarkan hasil Analisa diketahui bahwa Limbah Industri Filter Aid dan Limbah Peternakan Kotoran Sapi dapat dijadikan bahan baku pupuk organik dimana limbah tersebut merupakan limbah yang dikeluarkan secara berkala dan menjadi potensi kebersihan lingkungan serta mendukung program ketahanan pangan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Mixture Design Linier (Scheffé) dan Neraca Massa, Rasio pencampuran bahan baku Filter Aid dan Kotoran Sapi sebesar 0,1582 : 0,842 atau 1:5 didapatkan parameter pupuk organic padat sesuai SNI dan Permentan 2019.