Rohmalina Rohmalina
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berbasis Sains untuk Mengembangkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini Nani Sumarni; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.29273

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan awal yang merupakan dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia bisa ditingkatkan dengan kecerdasan. Salah satu kecerdasan yang bisa ditanamkan adalah kecerdasan Naturalis. Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan merasakan bentuk serta menghubungkan benda yang ada di alam. Untuk menstimulus kecerdasan naturalis bisa menerapkan berbagai metode pembelajaran, salah satunya pembelajaran Sains. Untuk merespons hal itu maka peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan naturalis melalui pembelajaran sains. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang relevan, Adapun subjek penelitian sebanyak 12 anak kelompok B. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan naturalis anak mengalami peningkatan  ketika disampaikan melalui pembelajaran sains, dari 12 anak terdapat lima anak  yang mencapai perkembangan sangat baik (BSB), tiga anak masih berkembang sesuai harapan (BSH) dan empat anak mulai berkembang (MB). Dengan demikian perkembangan kecerdasan naturalis anak melalui pembelajaran sains dapat dikatakan berkembang sangat baik (BSB).   Early Childhood Education (ECE) serves as a foundational pillar for enhancing the quality of human resources, primarily through the cultivation of various intelligences. Among these, naturalist intelligence—the ability to identify, categorize, and relate to elements in the natural environment—is crucial. This study aims to investigate the enhancement of naturalist intelligence through science-based learning. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were collected via observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of 12 children in Group B. Data analysis was conducted through reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal a significant improvement in children’s naturalist intelligence when science learning is integrated with naturalist intelligence. Specifically, five children achieved the Developing Very Well criteria, three reached Developing as Expected, and four were at the Starting to Develop stage. Consequently, the study concludes that science learning is an effective method for fostering robust naturalist intelligence in early childhood.
Kolase sebagai Media Pembelajaran dengan Kulit Telur dalam Meningkatkan Kemampuan Emosional Anak Usia Dini Nyi Mastatin; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.22713

Abstract

Anak usia di bawah 7 tahun akan dengan mudah menerima berbagai macam stimulus salah satunya stimulus kemampuan emosional. Dalam penelitian ini terdapat permasalahan bahwa di PAUD Nurul Jihad terdapat kemampuan emosional anak khususnya pada kelompok B terlihat masih perlu untuk ditingkatkan karena kurangnya stimulus, ini disebabkan kegiatan yang ada di PAUD Nurul jihad kurang menstimulus kemampuan emosioanal anak, untuk itu dalam penelitin ini akan melakukan kegiatan meningkatkan kemampuan emosional dengan kegiatan kolase. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan emosional anak melalui media kolase dengan kulit telur pada kelompok B PAUD Nurul Jihad. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi. Subjek dalam peneitian ini adalah lima anak kelompok B di PAUD Nurul Jihad. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil akhir menunjukan penilaian indikator dan penilaian berkembang sesuai harapan pada semua indikator dicapai lima anak Berdasarkan penelitian, wawancara dan observasi terbukti bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan emosioanal anak dengan media kolase kulit telur pada kelompok B.   Children under the age of seven are highly receptive to various types of stimulation, including emotional development. Based on observations conducted at PAUD Nurul Jihad, the emotional abilities of children, especially those in Group B, still needed improvement due to the lack of learning activities that stimulated emotional development. Therefore, this study implemented eggshell collage activities to improve children's emotional abilities. The purpose of this study was to improve the emotional abilities of children in Group B at PAUD Nurul Jihad through eggshell collage activities. This study employed a descriptive qualitative research method. Data were collected through observations. The participants were five children from Group B at PAUD Nurul Jihad. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that all five children achieved the "Developing as Expected" category across all assessment indicators. Based on the observations and interviews, eggshell collage activities were found to be effective in improving the emotional abilities of children in Group B at PAUD Nurul Jihad.
Buku Cerita Bergambar: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Minat Baca Anak Usia Dini Patimah Patimah; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.22714

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan membaca pada anak kelompok B di Kober Sabililhuda. Melalui media tersebut diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan minat baca anak, karena hal tersebut manjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 15 anak kelompok B yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data memakai analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui media tersebut terbukti anak kelompok B dapat mengulang kembali jawaban dari guru dan teman, mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan gambar yang ditunjukkan oleh guru, mampu menjawab secara tepat sesuai dengan pertanyaan guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 15 anak yang diteliti, delapan anak menunjukkan berkembang sangat baik kemudian yang berkembang sesuai harapan yaitu empat anak, hanya tiga anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai sudah melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan.   This research was conducted in response to the low reading ability observed among Group B children at Kober Sabililhuda. The study aimed to identify and improve children’s reading interest through the use of appropriate learning media. A qualitative descriptive approach was employed, with 15 Group B children participating as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were then analyzed using qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings from eight learning sessions revealed that Group B children were able to repeat responses from teachers and peers, answer questions based on images presented by the teacher, and respond accurately to the teacher’s questions. Furthermore, the results showed that out of the 15 children observed, eight demonstrated very good development, four developed according to expectations, and three still required guidance from the teacher during the eighth session. These findings indicate that the learning activities were implemented effectively and aligned with the objectives of the study.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Meronce Berbasis Bahan Alam Pada Anak Usia Dini Laelasari Laelasari; Rohmalina Rohmalina; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31114

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dan media pembelajaran yang disajikan oleh guru kurang menarik, maka diperlukan media yang tepat dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak, yaitu menggunakan media meronce bahan alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran meronce bahan alam dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan referensi model yang digunakan dari kemmis dan MC Taggrat. Alur penelitian yaitu tahap rancangan, penentuan tindakan, observasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dari TK Melati yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari enam perempuan dan sepuluh laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif jenis statistika deskriptif, disajikan dengan nilai persentase. Hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak pada siklus berada 15% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH0. Setelah adanya tindakanpada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 21% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada Siklus II terjadi peningkatan signifikan yaitu 81% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 19% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 0% Kategori Mulai Berembag (MB).   The low fine motor skills observed in children and the lack of engaging learning media provided by teachers motivate this research. To address these issues, appropriate media are required to stimulate fine motor development, specifically through the use of natural material stringing activities. This study aims to evaluate the effectiveness of stringing natural materials as a learning method to improve fine motor skills in early childhood. The methodology employed is Classroom Action Research (CAR), following the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects included 16 children aged 5–6 years at Melati Kindergarten, comprising six girls and ten boys. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as percentages. Preliminary results showed that only 15% of the children reached the "Developing as Expected" category. After the intervention in Cycle I, this figure increased to 21%. By Cycle II, a significant improvement was observed: 81% of the children reached the "Developing Very Well" category, 19% achieved the "Developing as Expected" category, and 0% remained in the "Starting to Develop" category. It is concluded that the use of natural material stringing media effectively enhances the fine motor skills of children at Melati Kindergarten.
Upaya Mengatasi Tantrum Pada Anak Usia Dini Melalui Art therapy Seni Musik Pada Anak Usia 4 – 5 Tahun Di Daerah Cigugur Sinta Setiawati; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31531

Abstract

Penelitian ini adalah dilakukan karena minimnya penelitian yang fokus pada penggunaan art therapy seni musik, terutama di wilayah Cigugur Tengah, serta seni musik dianggap sebagai inovasi dalam pendekatan terapi anak yang tidak hanya efektif tetapi juga menarik bagi anak-anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas art therapy seni musik dalam mengatasi perilaku tantrum pada anak usia dini di daerah Cigugur Tengah. Alasan peneliti melakukan Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari lima anak usia 4-5 tahun yang mengalami perilaku tantrum. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dalam frekuensi, durasi, dan intensitas tantrum setelah intervensi art therapy seni musik. Temuan ini menekankan pentingnya musik sebagai alat untuk regulasi emosional anak-anak, membantu mereka dalam mengekspresikan dan mengelola emosi, serta memberikan cara yang lebih konstruktif untuk merespons stres dan kecemasan.
Media Balok: Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkat-kan Kemampuan Mengenal Geometri Pada Anak Usia Dini Dina Faidatul Kamilah; Rohmalina Rohmalina; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9, Number 4, July 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i4.31610

Abstract

Kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri belum tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat monoton dan masih menggunakan lembar kerja anak. Untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak maka diperlukan media pembelajran yang menarik, asik dan menyenangkan bagi anak salah satunya dengan menggunakan media balok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal geometri pada anak kelompok B dengan memanfaatkan media balok. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B di RA Nurul Iman yang terdiri dari 15 anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin dimana terdiri dari empat komponen kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi. Teknis analisis data yaitu menggunakan analisis kuantitatif dengan disajikan dalam bentuk presentase. Sesuai dengan penelitian yang di laksanakan di kelompok B dapat disimpulkan bahwa melalui bermain menggunakan media balok dapat meningkatkan kemampuan mengenal geometri. Hal ini dapat dilihat dari hasil presentase yaitu: pada prasiklus 0% pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, kemudian pada Siklus I terdapat 33% anak yang masuk kedalam kategori berkembang sesuai harapan, lalu pada Siklus II terdapat sebanyak 80% anak yang masuk kedalam kategori berkembang sangat baik.