Ririn Hunafa Lestari
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Modifikasi Permainan Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Tajriyah Muthmainnah Anwari; Ririn Hunafa Lestari; Ratna Dwi Nurcahyani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30752

Abstract

Perkembangan motorik merupakan perkembangan dimana seseorang mulai mempunyai kendali gerak dari pengalaman yang ia rasakan. Akat tetapi, kondisi awal kemampuan motorik kasar anak kelompok B di RA As-Sa’aadah sebagian besar kemampuan motorik kasarnya masih rendah. Oleh karena itu, Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada masa kanak-kanak yaitu dengan melakukan permainan tradisional yaitu modifikasi permainan engklek. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ini meliputi observasi dan wawancara kepada guru guna untuk memperoleh data kemampuan motorik kasar peserta didik kelompok di RA As-Sa’aadah sebelum memanfaatkan modifikasi permainan engklek dengan melibatkan satu orang guru dan anak-anak kelompok B sebanyak 15 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ialah melakukan pengumpulan data berupa hasil wawancara, catatan lapangan, dan hasil studi dokumentasi Berdasarkan hasil analisis kemampuan motorik kasar anak meningkat yang dilakukan selama enam kali pertemuan bahwa 15 peserta didik ada pada kategori berkembang sesuai harapan.   Motor development entails an individual's burgeoning control over physical movement derived from sensory experiences. This study was prompted by the suboptimal gross motor skills observed among Group B children at RA As-Sa'aadah. To address this issue, the research explores the implementation of modified hopscotch as a traditional game to enhance physical development. Utilizing a descriptive qualitative method, data were gathered through observations and interviews involving one teacher and 15 students. The analysis encompassed interview transcripts, field notes, and documentation studies. The findings indicate a significant improvement in the children's gross motor skills over six sessions, with all 15 students reaching the developing as expected category. These results suggest that modified traditional games are effective tools for stimulating physical growth in early childhood education, as evidenced by the observed improvement in gross motor skills among the students.
Implementasi Kegiatan Adiwiyata untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Rani Nurdiana; Ririn Hunafa Lestari; Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30763

Abstract

Adiwiyata adalah salah satu program yang terdapat di PAUD Al-Muhabbah tentang penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pada kegiatan Adiwiyata ini anak usia dini diajak untuk merawat lingkungan seperti merawat tanaman dengan cara mencabut rumput, merapihkan tanah, dan memetik daun yang sudah kuning, hal tersebut dapat melatih kemampuan motorik halus anak. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan motorik halus anak di PAUD Al-Muhabbah melalui kegiatan adiwiyata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian pada 10 anak kelompok A. Pendekatan studi kasus menjelaskan suatu program secara menyeluruh sesuai keadaan. Pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menggambarkan implementasi kegiatan adiwiyata di lingkungan sekolah mendapatkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kemampuan motorik halus anak, terlihat dari indikator koordinasi mata dan tangan yang semula anak belum bisa mengkoordinasikan mata dan tangannya saat berkegiatan, setelah melakukan kegiatan adiwiyata anak sudah dapat mengkoordinasikan mata dan tangannya dan pada indikator anak memiliki kekuatan jari jemari yang sebelumnya kekuatan jari jemari anak terlihat lemah namun setelah melakukan kegiatan adiwiyata ini anak menjadi memiliki kekuatan pada otot jari jemarinya.   Adiwiyata is one of the programs implemented at PAUD Al-Muhabbah to instill environmental awareness from an early age. Through Adiwiyata activities, early childhood learners are encouraged to care for the environment by engaging in activities such as removing weeds, tidying soil, and collecting yellow leaves. These activities can also support the development of children’s fine motor skills. Therefore, this study aims to examine the improvement of children’s fine motor skills at PAUD Al-Muhabbah through the implementation of Adiwiyata activities. This study employed a qualitative research method with a case study approach. The research subjects consisted of 10 Group A children. The case study approach was used to provide a comprehensive description of the program as implemented in its actual context. Data were collected through observation and interviews. Data analysis was conducted using qualitative analysis procedures, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Adiwiyata activities in the school environment produced significant improvements in children’s fine motor skills. This improvement was evident in indicators of hand–eye coordination, where initially children were unable to coordinate their eyes and hands effectively during activities. After participating in Adiwiyata activities, children demonstrated improved hand–eye coordination. In addition, improvements were observed in finger strength; previously, children’s finger muscles appeared weak, but following the activities, children showed increased finger muscle strength.
Meningkatan Kemampuan Berpikir Simbolik Melalui Media Video Animasi dengan Berbantuan Aplikasi Canva Pada Anak Usia Dini Santika Fauziyah; Komala Komala; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31533

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik anak usia dini belum tercapai dengan baik. Hal ini terlihat masih banyak anak yang belum mampu membilang banyak benda 1-10, mengenal lambang bilangan 1-10, mengenal konsep bilangan. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik sesuai tahapan usia perkembangannya diperlukan media yang sesuai dan menarik bagi anak. Maka peneliti menggunakan media pembelajaran video animasi berbantuan aplikasi canva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok A. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adapun model yang digunakan yaitu model Kemmis dan MC taggart. Alur penelitian yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Penelitian dilakukan di RA Nurul Ansor. Teknik pengumpulan data melalui observasi dari 16 anak. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif yang disajikan dengan persentase. Hasil penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan berpikir simbolik melalui media video animasi dengan berbantuan aplikasi canva, pada pra siklus berada pada 15% anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah adanya tindakan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 21% dengan katagori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus II terjadi peningkatan signifikan yaitu 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 19% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6% mencapai kategori Mulai Berkembang (MB).