Komala Komala
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Orang Tua dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini Salamah Safitri Mariyam; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.30757

Abstract

Persepsi orang tua pada program kurikulum merdeka belajar diharapkan dapat merubah paradigma berpikir bahwa peran orang tua pada pendidikan anak usia dini sangat diperlukan dalam meningkatkan kecerdasan dan kebahagiaan pada peserta didik serta akan membantu lingkungan keluarga untuk menyalurkan sikap positif. Oleh karena itu, tujuan riset ini adalah untuk mengetahui persepsi orang tua dalam implementasi kurikulum merdeka belajar sehingga dapat membangun komunikasi yang baik antara anak, guru dan orang tua dan anak  mencapai kebahagiaan dalam belajar dengan menentukan pembelajaran atau permainan yang disukai maka anak akan menjadi bahagia karena dapat bermain dengan mainan kesukaannya, sehingga anak bercendikia dan juga berbudi pekerti sesuai dengan azas Pancasila atau sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila. Riset ini menggunakan statistik deskriftif nalisis data menggunakan deskriptif dengan rumus presentase sebagai alat untuk memperoleh data. Subjek penelitian adalah 30 orang orang tua peserta didik di Paud Plus Ar-Rasyada Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan 46,6% orang tua paham tentang konsep merdeka belajar serta hanya 36,7 % orang tua paham tentang konsep merdeka belajar yaitu kembali ke alam.   Parents' perceptions of the Independent Learning Curriculum (Kurikulum Merdeka) program are expected to shift the paradigm, emphasizing that the role of parents in early childhood education is essential for enhancing students' intelligence and happiness, as well as fostering positive attitudes within the family environment. Therefore, this study aims to determine parents' perceptions regarding the implementation of the Independent Learning Curriculum in building effective communication between children, teachers, and parents to ensure children achieve happiness in learning by choosing their preferred activities or games. This approach enables children to learn joyfully through their favorite toys, thereby developing both intellectual capacity and positive character aligned with the principles of Pancasila as a manifestation of the Pancasila Student Profile. This study utilizes a descriptive statistical data analysis method with a percentage formula for data processing. The research subjects were the parents of 30 students at PAUD Plus Ar-Rasyada, Bandung City. The results indicated that while 46.6% of parents understood the general concept of the Independent Learning Curriculum, only 36.7% understood its specific core concept of returning to nature.
Flashcard Berbasis Canva sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini Annisa Fitri Hendrayani; Chandra Asri Windarsih; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30769

Abstract

Pendidikan masa kini melibatkan penggunaan teknologi digital dalam kegiatan pembelajarannya, oleh karena itu dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sudah dikenalkan teknologi digital untuk menyampaikan materi oleh guru. Salah satu dampak teknologi dalam pembelajaran yaitu pada perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak, sehingga termasuk aspek penting yang harus menjadi perhatian bagi para pendidik. Media flashcard berbasis aplikasi canva adalah media kartu bergambar berbasis digital yang didalamnya berisi huruf, kata dan gambar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kosakata Bahasa Inggris anak melalui penerapan media flashcard berbasis aplikasi canva. Memakai pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara yang diperoleh dari 10 anak pada kelompok B di TK Plus Al – Karomah. Di analisis menggunakan analisis tematik. Setelah dilakukan penelitian, hasil yang diperoleh menunjukan bahwa selama observasi berlangsung dari pertemuan awal hingga akhir terjadi peningkatan pemerolehan kosakata Bahasa Inggrisnya yang terlihat pada pertemuan awal masih banyak anak yang belum berkembang hingga pada pertemuan akhir anak mengalami pencapaian berkembang sangat baik dalam pemerolehan kosakata Bahasa Inggris melalui media flashcard berbasis aplikasi canva, tidak hanya itu kemampuan anak dalam mengenal aplikasi canva serta menggunakan teknologi sudah optimal.   Contemporary education increasingly integrates digital technology into learning activities; therefore, digital tools have been introduced starting at the early childhood education level to support instructional delivery by teachers. One significant impact of technology on learning is on the development of children’s language and communication skills, which are essential aspects that require attention from educators. Canva-based flashcard media are digital picture cards that include letters, words, and images. This study aims to improve children’s English vocabulary through the implementation of Canva-based flashcard media. The study employed a case study approach, with data collected through observations and interviews involving 10 Group B children at TK Plus Al-Karomah. The data were analyzed using thematic analysis. The findings revealed that from the initial to the final observation, there was a noticeable improvement in children’s English vocabulary acquisition. At the initial meeting, many children had not yet demonstrated adequate development; however, by the final meeting, children achieved very good levels of development in English vocabulary through the use of Canva-based flashcard media. In addition, children demonstrated improved ability to recognize and use the Canva application, indicating optimal engagement with digital technology.
Efektivitas Penggunaan Media Busy Book untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Ayu Bunga Lestari; Komala Komala; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31119

Abstract

Kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun belum sepenuhnya berkembang. Hal ini terlihat dari sebagian anak mengalami kesulitan untuk mengkoordinasikan mata dan tangan dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Melalui media busy book dapat memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui media busy book pada anak kelompok. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis and MC Taggart. Alur penelitian yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek Penelitian merupakan anak kelompok A di RA Nurul Ansor yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gerafik persentase melalui analisis statistik deskriptif jenis distribusi frekuensi. Hasil Penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui media busy book, pada pra siklus berada pada 14% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah adanya tindakan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 20% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 70% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0% untuk kategori Mulai Berkembang (MB).   The fine motor skills of children aged 4–5 years have not yet developed optimally. This can be observed in children’s difficulty in coordinating hand–eye movements when completing learning tasks assigned by the teacher. The use of busy book media can provide engaging and interactive learning experiences for children. Therefore, this study aims to improve the fine motor skills of children through the use of busy book media. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, utilizing the Kemmis and McTaggart model, which comprises the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 10 children in Group A at RA Nurul Ansor. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques in the form of frequency distributions, presented through tables and percentage graphs. The results showed an improvement in children’s fine motor skills through the use of busy book media. In the pre-cycle stage, 14% of children reached the Developing as Expected (BSH) category. After the implementation of Cycle I, there was an increase to 20% in the same category. In Cycle II, a significant improvement was observed, with 70% of children reaching the Developing Very Well (BSB) category, 30% in the Developing as Expected (BSH) category, and no children remaining in the Starting to Develop (MB) category.
Meningkatan Kemampuan Berpikir Simbolik Melalui Media Video Animasi dengan Berbantuan Aplikasi Canva Pada Anak Usia Dini Santika Fauziyah; Komala Komala; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31533

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik anak usia dini belum tercapai dengan baik. Hal ini terlihat masih banyak anak yang belum mampu membilang banyak benda 1-10, mengenal lambang bilangan 1-10, mengenal konsep bilangan. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik sesuai tahapan usia perkembangannya diperlukan media yang sesuai dan menarik bagi anak. Maka peneliti menggunakan media pembelajaran video animasi berbantuan aplikasi canva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok A. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adapun model yang digunakan yaitu model Kemmis dan MC taggart. Alur penelitian yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Penelitian dilakukan di RA Nurul Ansor. Teknik pengumpulan data melalui observasi dari 16 anak. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif yang disajikan dengan persentase. Hasil penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan berpikir simbolik melalui media video animasi dengan berbantuan aplikasi canva, pada pra siklus berada pada 15% anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah adanya tindakan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 21% dengan katagori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus II terjadi peningkatan signifikan yaitu 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 19% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6% mencapai kategori Mulai Berkembang (MB).