Regita Musfita
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kemandirian Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bertanam Hidroponik Siti Aulia Paujiah Aziz; Ifat Fatimah Zahro; Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30772

Abstract

Dalam pendidikan anak usia dini, konsep bermain sambil belajar menjadi landasan yang dapat membimbing anak agar bisa mengembangkan keterampilan yang lebih serba guna, agar anak bisa tetap kuat dan terus berkembang menjadi seseorang yang berkarakter baik di masa depan. Salah satu karakter yang perlu dimiliki anak adalah kemandirian. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan akan menjadi bekal bagi anak usia dini di masa yang akan datang, kegitan yang berinovasi dan kreatif akan mempengaruhi perkembangan bagi anak. Membekali anak usia dini dengan teknologi budidaya sayuran secara hidroponik tentu akan menjadi salah satu bekal yang penting bagi anak. Kegiatan menanam hidroponik adalah kegiatan menanam dengan menggunakan bahan yang mengandung unsur air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan menanam hidroponik terhadap kemampuan kemandirian anak sekaligus mengenalkan budidaya tanaman hidroponik. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 15 orang anak kelompok B. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru pembimbing untuk memperoleh data kemampuan kemandirian anak sebelum menggunakan kegiatan menanam hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga langkah diantaranya reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tujuh kali pertemuan empat orang anak masuk kategori (MB) dan 11 orang anak masuk kategori (BSH).   In early childhood education, the concept of learning through play serves as a fundamental approach that supports children in developing various skills and fostering positive character for their future. One important character that needs to be developed in early childhood is independence. Learning activities implemented at this stage provide essential foundations for children’s future development, and innovative and creative activities can significantly influence this process. Introducing hydroponic vegetable cultivation to early childhood can serve as a valuable learning experience. Hydroponic planting is a method of growing plants using water-based media. Therefore, this study aims to examine the implementation of hydroponic planting activities in improving children’s independence while introducing hydroponic cultivation. This study employed a qualitative descriptive method, with 15 Group B children as research subjects. Data were collected through observation and interviews with supervising teachers to obtain information on children’s independence before and after the implementation of hydroponic planting activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that after seven meetings, children’s independence improved, with 11 children categorized as developing very well and four children categorized as developing as expected. These findings indicate that hydroponic planting activities can effectively enhance children’s independence in early childhood education.
Implementasi Kegiatan Adiwiyata untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Rani Nurdiana; Ririn Hunafa Lestari; Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30763

Abstract

Adiwiyata adalah salah satu program yang terdapat di PAUD Al-Muhabbah tentang penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pada kegiatan Adiwiyata ini anak usia dini diajak untuk merawat lingkungan seperti merawat tanaman dengan cara mencabut rumput, merapihkan tanah, dan memetik daun yang sudah kuning, hal tersebut dapat melatih kemampuan motorik halus anak. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan motorik halus anak di PAUD Al-Muhabbah melalui kegiatan adiwiyata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian pada 10 anak kelompok A. Pendekatan studi kasus menjelaskan suatu program secara menyeluruh sesuai keadaan. Pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menggambarkan implementasi kegiatan adiwiyata di lingkungan sekolah mendapatkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kemampuan motorik halus anak, terlihat dari indikator koordinasi mata dan tangan yang semula anak belum bisa mengkoordinasikan mata dan tangannya saat berkegiatan, setelah melakukan kegiatan adiwiyata anak sudah dapat mengkoordinasikan mata dan tangannya dan pada indikator anak memiliki kekuatan jari jemari yang sebelumnya kekuatan jari jemari anak terlihat lemah namun setelah melakukan kegiatan adiwiyata ini anak menjadi memiliki kekuatan pada otot jari jemarinya.   Adiwiyata is one of the programs implemented at PAUD Al-Muhabbah to instill environmental awareness from an early age. Through Adiwiyata activities, early childhood learners are encouraged to care for the environment by engaging in activities such as removing weeds, tidying soil, and collecting yellow leaves. These activities can also support the development of children’s fine motor skills. Therefore, this study aims to examine the improvement of children’s fine motor skills at PAUD Al-Muhabbah through the implementation of Adiwiyata activities. This study employed a qualitative research method with a case study approach. The research subjects consisted of 10 Group A children. The case study approach was used to provide a comprehensive description of the program as implemented in its actual context. Data were collected through observation and interviews. Data analysis was conducted using qualitative analysis procedures, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Adiwiyata activities in the school environment produced significant improvements in children’s fine motor skills. This improvement was evident in indicators of hand–eye coordination, where initially children were unable to coordinate their eyes and hands effectively during activities. After participating in Adiwiyata activities, children demonstrated improved hand–eye coordination. In addition, improvements were observed in finger strength; previously, children’s finger muscles appeared weak, but following the activities, children showed increased finger muscle strength.
ANALISIS KEGIATAN POINTILLISM ART TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS SENI RUPA UNTUK ANAK USIA DINI Siska Yuliani; Heni Nafiqoh; Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31530

Abstract

Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi kreatif. Oleh karena itu, anak memerlukan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi kreatifnya. Kreativitas dapat dikembangkan melalui seni rupa. Salah satu kegiatan yang mengembangkan kreativitas seni rupa anak adalah kegiatan seni pointillism art. Pointillism art merupakan sebuah karya seni yang dilakukan dengan menggunakan bantuan media cotton bud dan cat air. Dengan demikian anak mampu berkarya melalui kegiatan seni pointillism art dengan menggunakan teknik titik-titik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kreativitas seni rupa melalui kegiatan seni pointillism art anak usia 5-6 tahun di Kober Atsilah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru serta kepala sekolah Kober atsilah dan anak usia 5-6 tahun dengan jumlah sebanyak 5 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pointillism art dinilai sangat baik dalam mengembangkan kreativitas seni rupa anak usia 5-6 tahun. Kegiatan pointillism art dapat menarik perhatian anak dan dapat membuat anak bersemangat dalam belajar, karena anak dapat bermain warna dan berkreasi menghasilkan karya seni, sehingga belajar seni nampaknya sangat menyenangkan bagi anak.