Wahyu Riniasih
Dosen Universitas An Nuur

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MEDIA LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN PECEGAHAN DIABETES MELLITUSDI Sutiyono; Rahmawati; Wahyu Riniasih; Nurya Kumalasari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi masyarakat yang mengalami diabetes melitus pada tahun 2023 mengalami peningkatan jumlah penyandang diabetes yaitu sebesar 18,69%. Media pendidikan kesehatan dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu benda tiruan, benda asli gambar/media grafis (leaflet, lembar balik, poster, dll) dan gambar alat optik (foto, slide, film, dll). Flipchart (lembar balik) adalah media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Tujuan -untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan diabetes melitus di Dusun Kemiri Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probability sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang menderita diabetes melitus sejumlah 17 orang. Hasil : Berdasarkan hasil uji paired t- test pada 14esehata pengetahuan dapat dilihat bahwa skor rata-rata sebelum dilakukan 14esehatan14 14esehatan 12.00, sedangkan pada skor sesudah dilakukan 14esehatan14 14esehatan di dapatkan rata-rata 15.00. Skor rata-rata setelah dilakukan 14esehatan14 14esehatan meningkat dari 12.00 ± 1.96 menjadi 14.00 ± 2.06. didapatkan hasil yang sangat signifikan dengan p value 0,000 < 0,05 Kesimpulan : ada Pengaruh media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan diabetes melitus di Dusun Kemiri Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
PENERAPAN INTERVENSI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DALAM PERAWATAN MANDIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN ULKUS Sutiyono; Muhammad Makmun; Wahyu Riniasih; Sri Temu; riska Indrayanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah di atas normal dimana penyebabnya adalah kerusakan pada sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya (Habibah et al., 2019). Prevalensi diabetes melitus di Kabupaten Grobogan pada tahun 2023 adalah sebanyak 14.457 kasus atau 64,42% dengan sasaran 23.161 pasien. Tujuan penelitian adalah memberikan intervensi Diabetes Self Management Education (Dsme) Dalam Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Dengan Ulkus. Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif interaktif. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Fokus studi karya tulis ilmiah ini adalah penelitian ini berfokus pada pengelolaan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan metode Diabetes Self Management Education (DSME) dalam penerapan mandiri pasien diabetes melitus tipe II dengan ulkus. Hasil : Setelah dilakukan evaluasi pada tanggal 16 Juni 2024 didapatkan data subyektif Ny. P mengatakan sudah tidak terlalu sering buang air kecil saat malam hari, buang air kecil 1 kali, lapar berkurang dan haus berkurang, pandangan tidak kabur, tidak merasa lelah, serta kesemutan hilang, Ny. P mengatakan sering minum berkurang dan buang air kecil berkurang. Ny. P mengatakan lukanya sudah bersih dan lebih merasa nyaman. Data Obyektif GDS 150 mg/dl, Ny. P tampak lebih segar dan sehat, Input kurang lebih 2000 ml, output kurang lebih 2000, Luka Ny. P tampak bersih. Data tersebut sudah sesuai dengan kriteria hasil menurut (Herdman & Kamitsuru, 2018) yaitu kadar gula dalam darah berkurang atau normal dan tanda- tanda hiperglikemi berkurang. Penulis memiliki planning keperawatan yaitu pertahankan intervensi dimana intervensi yang harus dipertahankan adalah observasi kadar gula dalam darah dan melakukan perawatan luka secara mandiri. Adapun alasan penulis mempertahankan intervensi tersebut karena berdasarkan evaluasi menunjukan mencapai kriteria hasil yang sudah ditentukan.
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KRANGGANHARJO KECAMATAN TOROH, KABUPATEN GROBOGAN Wahyu Riniasih; Mohamad makmun
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi berbahaya dapat menimbulkan dampak stroke, penyakit ginjal kronis, penyakit kardiovaskular, dan penurunan kognitif (Lukitaningtyas et al., 2023). Usia termasuk faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Usia berhubungan dengan disfungsi endotelial dan meningkatnya kekakuan arteri pada hipertensi, khususnya hipertensi sistolik pada usia dewasa tua. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia secara keseluruhan mencapai 34,1%, dan pada kelompok usia 65-74 tahun, prevalensi hipertensi mencapai 62,3%, begitu juga pada usia 75 tahun ke atas mencapai 69,5%. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah uuntuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian hipertensi di desa Krangganharjo. Metodologi: Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling insidental dengan jumlah sampel 85 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner usia dan sphygmomanometer digital. Analisi data menggunkan analisis univariat dan analisisbivariat yaitu uji korelasi Spearman rank. Hasil: Berdasarkan SPSS menggunakan Hasil Uji korelasi spearman rank meninjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi ( p=0,000). Kesimpulan: Dapat diisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi.