p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan
Hendratno Hendratno
Surabaya State University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Media Pembelajaran untuk Teks Sovy Oktavianti; Hendratno Hendratno; Heru Subrata
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82004

Abstract

Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji integrasi media pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran teks prosedur di sekolah dasar Indonesia. Penelitian ini mensintesis temuan dari 15 studi empiris yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 dengan fokus pada efektivitas media, pendekatan konstruktivistik, dan pedagogi responsif budaya. Tinjauan dilakukan menggunakan pedoman PRISMA untuk menganalisis secara sistematis berbagai jenis media digital dan visual, seperti e-modul, video animasi, flipbook, dan media berbasis web yang mengintegrasikan unsur budaya daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis kearifan lokal secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur, motivasi belajar, dan identitas budaya siswa. Studi yang dianalisis melaporkan skor validitas berkisar antara 80,4% hingga 99,03% serta skor efektivitas dengan N-gain antara 59,07% hingga 74%. Pendekatan konstruktivistik, khususnya etnokonstruktivisme dan pembelajaran berbasis proyek, terbukti efektif ketika dikombinasikan dengan konten yang relevan secara budaya. Namun demikian, keterbatasan penelitian meliputi cakupan geografis yang sempit, evaluasi jangka pendek, serta minimnya keterlibatan siswa dalam pengembangan media. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan penting terkait studi longitudinal dan penelitian implementasi skala besar. Rekomendasi penelitian selanjutnya menekankan perlunya perluasan uji kontekstual, pengembangan kerangka media adaptif, penguatan dukungan kurikulum, serta penelitian empiris mengenai dampak pembelajaran berkelanjutan. Kajian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana bahan ajar yang terintegrasi secara budaya dapat mentransformasi pembelajaran bahasa dengan menjadikan pembelajaran teks prosedur lebih bermakna, kontekstual, dan selaras dengan latar belakang sosiokultural siswa sekaligus mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Mengulik Motif Batik Gedog Tuban sebagai Sumber Etnopedagogis dalam Pengembangan Bahan Ajar Sastra untuk Sekolah Dasar Imroatul Azizah; Hendratno Hendratno; Bambang Edi Siswanto
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82003

Abstract

Batik Gedog Tuban merupakan warisan budaya lokal yang kaya akan nilai estetika, sejarah, dan filosofis. Penjelajahan motif-motif kanonik seperti Lokchan, Slimun, Gringsing, Ganggeng, dan lainnya memiliki potensi besar sebagai sumber etno-pedagogis dalam pembelajaran sastra, terutama dalam mengembangkan keterampilan menulis dan membaca puisi. Namun, integrasi budaya lokal ke dalam pengembangan media pembelajaran masih terbatas, sehingga memerlukan penelitian sistematis untuk memperkuat implementasinya dalam pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pengrajin Batik Gedog di Workshop “Sekar Ayu Wilujeng” di Tuban. Hasil eksplorasi kemudian dipetakan berdasarkan makna filosofis motif, relevansi kognitif, dan potensi integrasi ke dalam konten buku teks sastra. Temuan menunjukkan bahwa tujuh motif Batik Gedog Tuban yang kanonik memiliki nilai simbolis yang dapat dikembangkan menjadi stimulus kreativitas untuk penulisan puisi siswa. Selain itu, representasi visual dan landasan filosofis motif-motif ini menunjukkan kemampuan untuk memperkuat konteks budaya dalam pengajaran pembacaan puisi. Data ini memperkuat landasan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnopedagogi sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian tesis. Penjelajahan budaya lokal Batik Gedog Tuban tidak hanya menyediakan sumber belajar alternatif tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa. Temuan ini mendukung urgensi pengembangan media instruksional sastra berbasis etnopedagogi sambil membuka peluang integrasi motif dalam aktivitas literasi kreatif di konteks sekolah dasar.