Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Semantik Toponimi Penamaan Desa Simare-mare Silali Toruan di Kecamatan Muara Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara Hadiati Maswah; Rajwa Halilah; Mirahel Weni Sasmita; Kartika Nadila Putri; Prima Nucifera
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.368

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek semantik toponimi pada penamaan Desa Simare-Mare Silali Toruan di Kecamatan Muara Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nama tempat sebagai representasi identitas budaya, sejarah, dan memori kolektif masyarakat setempat. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan asal-usul penamaan desa serta mengungkap makna semantik yang terkandung dalam unsur nama “Simare-Mare” dan “Silali Toruan”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan toponimi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan, serta dokumentasi cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama Desa Simare-Mare berasal dari marga SimareMare yang diyakini sebagai kelompok pertama yang membuka wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, keturunan marga Simare-Mare tidak lagi menetap di daerah tersebut dan digantikan oleh masyarakat bermarga Siregar. Meskipun demikian, nama “Simare-Mare” tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur pembuka kampung. Penambahan unsur “Silali Toruan” berfungsi sebagai penanda geografis untuk membedakan desa ini dari desa lain yang memiliki nama serupa di Kecamatan Muara Nauli. Penelitian ini menunjukkan bahwa toponimi tidak hanya berfungsi sebagai identitas wilayah, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai sejarah, budaya, dan penghormatan terhadap leluhur dalam masyarakat Batak.
ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM CERPEN “TIGA KUBURAN LAIN” KARYA T AGUS KHAIDIR Yuli Sartika Ginting; Siti Zahara; Kartika Nadila Putri; Nur Amelia
KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025): KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/kohesi.v5i2.4001

Abstract

This study aims (1) to describe the social conditions of society depicted in the short story “Tiga Kuburan Lain” and (2) to identify and analyze the forms of social criticism that emerge within it. The research employs Soekanto’s social theories as an analytical foundation to understand the societal dynamics presented in the literary text. The research method used is a qualitative descriptive approach, as it is suitable for examining meanings, messages, and social phenomena represented narratively. The data source of this study is the short story “Tiga Kuburan Lain” by T. Agus Khaidir, published on Kompas.com in the October 2024 edition. Data collection techniques include close reading and note-taking, conducted by carefully examining the text and recording segments relevant to the research focus. Based on the findings, several portrayals of social conditions within the story are identified, including: (a) shifts in the attitudes and mindsets of the older generation from previously held values, (b) the presence of discrimination against minority groups as reflected through unjust social treatment, (c) the diminishing spirit of communal cooperation (gotong royong), once a hallmark of the community, and (d) the indecisiveness of political figures in addressing the issues presented in the narrative. Furthermore, the forms of social criticism found in the short story include criticism of political practices, criticism of discriminatory behavior, and criticism of sociocultural changes within society. Thus, the short story not only presents a narrative but also conveys a critical reflection on social realities.