Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Virtual Economy Simulation Model (VESM): Interactive Learning Innovation in Introductory Economics Courses Endah Andayani; Della Rulita Nurfaizana; Udik Yudiono; Lilik Sri Hariani; Fonny Dameaty Hutagalung
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v7i1.21

Abstract

The development of digital technology has driven learning innovation in the Introduction to Economics course, especially in vocational education. This study aims to develop a Virtual Economy Simulation Model (VESM) as an interactive learning medium based on scenario-based learning designed to improve the market analysis skills of 70 students of Office Administration Education, Offering A and E, class of 2024. The research method uses the Borg & Gall Research and Development (R&D) model modified into seven stages, including needs analysis, design, prototype development, expert validation, limited trials, field trials, and product revisions. The research instruments include economic knowledge tests, market analysis task performance, and a System Usability Scale (SUS) questionnaire. The content validity results show a CVI of 0.89 (high category). The field trial resulted in a significant increase in pre-test to post-test scores in both groups with an N-gain of Offering A of 0.63 while Offering E was 0.66 with an effect size of Cohen's d = 1.59. The average SUS score reached 86.2 (excellent), while qualitative data showed that 92% of students considered VESM to be helpful in understanding economic concepts realistically. These findings indicate that VESM is effective in improving market analysis skills, learning engagement, and theory-practice integration. This model has the potential to be widely adopted in economics teaching in higher education.
Pengelolaan Sampah Partisipatif Berbasis Budaya Lokal: Studi Kasus Desa Sumberagung Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo Juniam Roselina; Sri Murwanti Martaningsih; Dyah Rembulansari; Devi Wahyuningsih; Anita Putri Rahayu; Lilik Sri Hariani; Yuli Ifana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1252

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah di pedesaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga terkait dengan kebiasaan dan norma budaya yang mengakar. Di Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kebiasaan membuang sampah ke sungai masih menjadi praktik yang diwariskan turun-temurun dan sulit diubah melalui pendekatan struktural semata. Kegiatan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi faktor sosial-budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta merumuskan strategi pemberdayaan berbasis budaya lokal dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan transformatif selama dua bulan (Oktober–November 2025). Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, kuesioner pre-test dan post-test, dokumentasi, serta pelaksanaan program edukasi, simulasi pemilahan sampah, pendirian bank sampah, dan gotong royong rutin. Analisis data dilakukan secara deskriptif-tematik. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan partisipasi warga. Jumlah rumah tangga yang konsisten memilah sampah meningkat dari 9 menjadi 18 rumah. Partisipasi dalam gotong royong mencapai lebih dari 40 warga per kegiatan. Bank sampah berhasil menarik minat 37 warga aktif dengan transaksi rutin. Tokoh masyarakat dan kader PKK berperan sebagai agen perubahan.
Sinergi Tiga Pilar (Sekolah, Keluarga, Kepolisian) dalam Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja yang Tergabung dalam Geng di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan Etik Wahyuni; Fitria Nilawati; Any Widayati; Yudha Andi Wibawa; Lilik Sri Hariani; Yuli Ifana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1270

Abstract

Kenakalan remaja yang terorganisir dalam bentuk geng menjadi masalah serius di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan. Sebanyak 50 siswa terindikasi tergabung dalam geng, didorong oleh lemahnya pengawasan keluarga, sekolah, dan kurangnya peran preventif kepolisian. Penanganan parsial oleh sekolah dinilai tidak efektif, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan kepolisian.  Kajian Praktik lapangan ini bertujuan : (1) Meningkatkan pengetahuan siswa dan orang tua tentang bahaya kenakalan remaja (2) Mengembangkan kerja sama sinergi dalam pembinaan peningkatan karakter siswa (3) Membentuk forum komunikasi 3 pilar dalam pemantauan berkelanjutan Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan tatap muka meliputi: (1) sosialisasi dan pembinaan siswa oleh kepolisian dan penyuluh agama, (2) workshop pola asuh positif (parenting class) bagi orang tua, (3) pembuatan konten edukasi oleh siswa, serta (4) pembentukan forum komunikasi tiga pilar.  Terjadi peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya kenakalan remaja dari 77,3% (pretest) menjadi 82,2% (posttest). Orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pola asuh positif dan komunikasi efektif. Terbentuknya Tim Konseling Terpadu dan Forum Komunikasi Tiga Pilar sebagai wadah sinergi berkelanjutan. Sinergi tiga pilar (sekolah, keluarga, kepolisian) efektif dalam meningkatkan pemahaman, membangun kerja sama, dan menciptakan sistem pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kenakalan remaja berbasis geng.