Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literacy–Tahfizh Synergy And Student Religiosity At Smpit Nurul Azmi Medan Rosa Miana; Indra Satia Pohan; Muhammad Najari; Hadi Gunawan
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.697

Abstract

Abstrak Religiusitas siswa merupakan salah satu tujuan penting pendidikan Islam, tetapi pembentukannya tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teoritis di kelas. Di banyak sekolah Islam, program literasi dan tahfizh telah dijalankan, namun kajian yang secara khusus menelaah sinergi keduanya dalam membentuk religiusitas siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program literasi dan tahfizh, bentuk sinergi di antara keduanya, serta kontribusinya terhadap pembentukan religiusitas siswa di SMPIT Nurul Azmi Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Informan penelitian terdiri atas 12 orang, yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama tiga bulan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi program literasi dan tahfizh diwujudkan melalui pembiasaan membaca, menghafal, dan mengulang Al-Qur’an secara terstruktur dalam kegiatan sekolah. Sinergi ini berkontribusi pada penguatan keterlibatan siswa dalam aktivitas keagamaan, peningkatan kebiasaan membaca, serta pembentukan perilaku religius di lingkungan sekolah. Dukungan sekolah, peran guru, dan pembiasaan harian menjadi faktor penguat utama, meskipun konsistensi pelaksanaan masih menghadapi beberapa kendala. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi dan tahfizh berpotensi menjadi strategi pedagogis dalam memperkuat religiusitas siswa di sekolah Islam. Kata Kunci: Literasi Sekolah; Tahfizh Al-Qur’an; Religiusitas Siswa; Pendidikan Islam; Studi Kasus Abstract Student religiosity is a central objective of Islamic education, yet its formation cannot be achieved through classroom instruction alone. Although literacy and tahfizh programs have been implemented in many Islamic schools, limited research has specifically examined how the synergy between the two contributes to the development of student religiosity. This study aims to analyze the implementation of literacy and tahfizh programs, the forms of synergy between them, and their contribution to student religiosity at SMPIT Nurul Azmi Medan. The study employed a qualitative approach with a descriptive case study design. The participants consisted of 12 informants, including the principal, teachers, and students, selected purposively based on their involvement in the programs. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation over a three-month period, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the synergy between literacy and tahfizh was institutionalized through structured routines of reading, memorizing, and reviewing the Qur’an in daily school activities. This synergy contributed to stronger student engagement in religious practices, improved reading habits, and the development of religious behavior within the school environment. School support, teacher mediation, and daily habituation emerged as the main enabling factors, although challenges remained in sustaining implementation consistency. These findings suggest that the integration of literacy and tahfizh can serve as a pedagogical strategy for strengthening student religiosity in Islamic schooling. Keywords: School Literacy; Qur’anic Memorization; Student Religiosity; Islamic Education; Case Study
The Effectiveness of Arabic Language Learning in Optimizing Students' Memorization Abilities at the Tahfidzh Kawan M77 House Sarah, Sarah Riza M; Robin Sirait; Muhammad Najari; Surya Bakti
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.698

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi pembelajaran bahasa Arab dalam mengoptimalkan keterampilan hafalan Al-Qur'an di Rumah Tahfizh Kawan M77. Kesenjangan penelitian ini didasarkan pada fenomena umum di lembaga pendidikan nonformal yang sering memisahkan kurikulum bahasa Arab dari kurikulum tahfizh, sehingga siswa cenderung menghafal teks secara mekanis tanpa pemahaman linguistik yang mumpuni. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi peserta, dokumentasi, dan wawancara mendalam, penelitian ini mengumpulkan kontribusi komponen Nahwu, Sharaf, dan Qiraatul Kutub dalam meningkatkan daya ingat siswa. Implikasi teoretis dari temuan ini memperkuat paradigma kognitivisme dan konstruktivisme dalam pendidikan Islam, yang menegaskan bahwa memahami semantik sumber bahasa memungkinkan pemrosesan mendalam, yang secara linier meningkatkan retensi memori jangka panjang. Sebagai kontribusi praktis untuk pedagogi bahasa Arab, penelitian ini menawarkan model integrasi kurikulum yang menggabungkan penguasaan aturan bahasa dengan hafalan yang dipercepat. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan program tahfizh tidak hanya bergantung pada intensitas kontribusi, tetapi pada sinergi antara kompetensi guru dalam menjelaskan makna linguistik, motivasi intrinsik siswa, dan terciptanya lingkungan bahasa yang mendukung ekosistem pembelajaran di lembaga pendidikan Islam. Kata kunci: Integrasi pembelajaran bahasa Arab, Menghafal Al-Qur'an (tahfizh, Konstruktivisme kognitif, pemahaman linguistik. Abstract This study analyzes the effectiveness of integrated Arabic language learning in optimizing Quran memorization skills at Rumah Tahfizh Kawan M77. This research gap stems from a common phenomenon in non-formal educational institutions, where the Arabic language curriculum is often separated from the tahfizh program, resulting in students mechanically memorizing texts without adequate linguistic understanding. Using a qualitative descriptive approach through participant observation, documentation, and in-depth interviews, this study evaluates the contribution of Nahwu, Sharaf, and Qiraatul Kutub in supporting students' memory retention. The theoretical implications of the findings reinforce the cognitivist and constructivist paradigms in Islamic education, emphasizing that understanding the semantics of the source language enables in-depth information processing, which in turn enhances long-term memory retention. In terms of practical contributions to Arabic language pedagogy, this study proposes an integrated curriculum model that combines mastery of linguistic rules with accelerated memorization. The results highlight that the success of a tahfizh program depends not only on the intensity of memorization practice but also on the synergy between teacher competence in explaining linguistic meanings, students' intrinsic motivation, and the creation of a language-rich environment that supports a sustainable learning ecosystem in Islamic educational institutions. Keywords: Integration of Arabic Language Learning, Memorizing the Qur'an (Tahfizh), Cognitive Constructivism, Linguistic Understanding.
Teachers’ Perceptions of School Readiness for Educational Digital Transformation at SMPN 6 One Roof Bahorok Siska Wulandari; Muhammad Najari
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.750

Abstract

Abstrak Transformasi digital pendidikan menuntut sekolah mampu mengintegrasikan teknologi secara adaptif, namun sekolah di wilayah rural masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kompetensi, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap kesiapan SMPN 6 Satu Atap Bahorok dalam menghadapi transformasi digital, khususnya pada dimensi infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan terhadap kondisi jaringan dan perangkat, serta studi dokumentasi inventaris teknologi informasi dan komunikasi sekolah. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan pengodean tematik, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena “kesiapan mental yang terhambat fasilitas”: guru memiliki sikap positif terhadap urgensi teknologi, tetapi kesiapan operasional sekolah masih rendah karena jaringan internet tidak stabil, pasokan listrik sering terganggu, perangkat terbatas, dan pelatihan belum berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital di sekolah rural memerlukan intervensi afirmatif berupa penguatan infrastruktur energi dan internet, pelatihan kontekstual, fitur pembelajaran luring, serta kolaborasi sekolah dengan pemerintah daerah dan mitra eksternal untuk memastikan kesetaraan digital. Kata Kunci: Transformasi Digital; Kesiapan Sekolah; Persepsi Guru; Pendidikan Rural; Kesetaraan Digital Abstract Digital transformation in education requires schools to integrate technology adaptively, yet rural schools continue to face limitations in infrastructure, competency, and policy support. This study analyzes teachers' perceptions of SMPN 6 Satu Atap Bahorok's readiness for digital transformation, focusing on infrastructure, human resource competency, and school policy support. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, field observations of network and device conditions, and documentation of the school's information and communication technology inventory. Data were analyzed through data reduction, data display, verification, and thematic coding, while trustworthiness was ensured through source triangulation, technique triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings reveal the phenomenon of “mentally ready but facility constrained”: teachers demonstrate positive attitudes toward the urgency of technology, but the school's operational readiness remains low because of unstable internet connectivity, frequent electricity disruptions, limited devices, and unsustained training. These findings indicate that digital transformation in rural schools requires affirmative interventions, including strengthened electricity and internet infrastructure, contextual teacher training, offline learning features, and collaboration among schools, local governments, and external partners to ensure digital equity. Keywords: Digital Transformation; School Readiness; Teacher Perception; Rural Education; Digital Equity