Siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Hati Bumiayu menghadapi tiga ancaman utama: kekerasan seksual, dampak bencana alam, dan rendahnya kepercayaan diri. Keterbatasan guru dalam kualifikasi dan media pembelajaran, serta belum adanya pembelajaran preventif terpadu, menjadi permasalahan fundamental. Meskipun media inovatif BUSAPAKSA (Buku Saku Pintar Anti Kekerasan Seksual Anak), DISABO (Disaster Smart Book), dan ALSAK (alqur’an dan sains) telah ada, terdapat kesenjangan implementasi di lapangan. PKM ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan model pembelajaran sosiodrama berbantuan ketiga media tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru SLB Mutiara Hati dalam menyelenggarakan pendidikan preventif terpadu. Program dilaksanakan melalui lima tahap pendampingan yang mencakup workshop dan penyusunan perangkat pembelajaran (Modul Ajar, Video, Media Canva). Efektivitas diukur melalui pretespostes pemahaman guru dan penilaian keterampilan perancangan media. PKM ini dilaksanakan pada tanggal 30 September sampai dengan 31 Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman guru yang sangat signifikan, dengan skor rata-rata meningkat drastis dari 30 (pretest) menjadi 85 (postest). Keterampilan praktis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran juga meningkat tajam. Guru menunjukkan kompetensi tinggi (skor 80-90) untuk siswa Tunagrahita dan Autis di semua media, serta pada Modul Ajar dan Video untuk siswa Tuli. Namun, ditemukan tantangan spesifik pada penggunaan Media Canva untuk siswa Tuli (skor 49). Disimpulkan bahwa PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan kesiapan guru dalam merancang media pembelajaran yang adaptif. Program ini dinilai layak untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung mutu pendidikan inklusif.