p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Azzahra, Nazwa Putria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi pertolongan pertama fraktur upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan balut bidai siswa SMK PGRI 1 Cimahi Ramadhan, Muhammad Deri; Angelia, Diana; Azzahra, Nazwa Putria; Pratama, Muhamad Diova Wira; Perawati, Esti; Wahyuni , Lira Destria; Yafiq, Muhammad
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qv7fxb22

Abstract

Fraktur merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering dialami remaja seiring tingginya aktivitas fisik serta potensi terjadinya kecelakaan. Penanganan awal yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga diperlukan edukasi pertolongan pertama, khususnya teknik balut bidai, untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait penanganan awal fraktur. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 28 siswa SMK PGRI 1 Cimahi melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan terstruktur menggunakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP), media audiovisual, serta praktik langsung teknik balut bidai. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada tingkat pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan nilai rata-rata meningkat dari 68,21 menjadi 90,46 (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan balut bidai juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui performa praktik yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama fraktur efektif dalam meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan siswa. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
Penerapan Senam Hipertensi sebagai Intervensi Non-Farmakologis Berbasis Body Movement Therapy untuk Pengendalian Tekanan Darah di Komunitas Purwanti, Tentry Fuji; Sutisna, M. Iqbal; Azzahra, Nazwa Putria; Angelia, Diana; Pratama, Muhamad Diova Wira; Perawati, Esti; Wahyuni, Lira Destria
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bsb87086

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia menurut WHO. Secara global, jumlah penderita mencapai sekitar 1,4 miliar pada tahun 2024 dan sebagian besar berasal dari negara berpendapatan rendah hingga menengah. Di Indonesia, hipertensi masih menjadi faktor risiko dominan penyebab kematian, sementara banyak kasus belum terdeteksi. Pengendalian hipertensi tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga membutuhkan pendekatan non-farmakologis berkelanjutan seperti body movement therapy. Studi kasus ini bertujuan menjelaskan penerapan senam hipertensi sebagai bentuk terapi gerak dalam membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki perfusi perifer di komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan asuhan keperawatan komunitas terhadap empat lansia perempuan dengan hipertensi disertai keluhan pusing, kesemutan, dan akral dingin. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut melalui edukasi kesehatan, pemantauan hemodinamik, perawatan sirkulasi, serta senam hipertensi selama 20-30 menit per hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap, akral terasa hangat, capillary refill <3 detik, serta berkurangnya gejala. Senam hipertensi terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi, dan meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas.