Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesiapan Pengguna SIMRS dalam Implementasi KRIS Menggunakan Kerangka Kerja HOT-FIT Maulidiyah, Fuji; Elfi, Elfi; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7671

Abstract

Implementasi kebijakan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) mendorong transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan, khususnya dalam penguatan peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk mengelola data pasien secara terintegrasi, akurat, dan real-time. Kebijakan ini menuntut kesiapan sistem serta sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi secara optimal. Namun, dalam praktiknya, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pengguna, dukungan organisasi, serta kesesuaian sistem dengan kebutuhan kerja di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pengguna SIMRS dalam mendukung implementasi KRIS menggunakan kerangka kerja Human, Organization, Technology-Fit (HOT-FIT). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Ciremai sebanyak 21 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi HOT-FIT berada pada kategori siap, dengan nilai rata-rata human sebesar 4,76, organization 4,18, technology 4,36, dan net benefit 4,00. Dimensi human menunjukkan skor tertinggi, sedangkan net benefit terendah namun tetap dalam kategori siap. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengguna SIMRS telah siap mendukung implementasi KRIS, namun optimalisasi sistem tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan manfaat layanan kesehatan.