Kesehatan setiap individu sangat penting dan harus dijaga dengan baik. Perspektif Islam memandang kesehatan sebagai kewajiban moral sekaligus karunia dari Allah SWT, di mana ajaran Islam tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip keseharian yang berkaitan dengan kesehatan individu dan lingkungannya. Salah satu contoh nyata adalah larangan Nabi Muhammad SAW terhadap kebiasaan minum sambil berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interkoneksi antara hadis Nabi tentang larangan minum sambil berdiri dengan konsep ilmu kesehatan modern, serta mengeksplorasi relevansinya sebagai sumber nilai dalam pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang mengumpulkan data dari sumber-sumber relevan berupa hadis, tafsir, serta literatur ilmiah di bidang kesehatan dan fisiologi pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan minum sambil berdiri dalam hadis Nabi SAW memiliki korelasi positif dengan temuan ilmu kesehatan modern. Secara fisiologis, minum dalam posisi berdiri menyebabkan cairan masuk ke saluran pencernaan dengan tekanan yang lebih tinggi, sehingga organ tubuh lebih sulit menyerap cairan secara optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja ginjal serta memperbesar risiko gangguan pencernaan, khususnya refluks asam lambung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menghubungkan teks hadis secara langsung dengan bukti fisiologis modern sebagai basis pengembangan pendidikan kesehatan berbasis nilai Islam. Studi ini membuka peluang bagi pendekatan pendidikan kesehatan yang lebih inklusif, di mana ajaran agama diposisikan bukan sekadar norma spiritual, melainkan sebagai sumber nilai yang secara substansial mendukung dan memperkuat konsep kesehatan modern.