Program Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) merupakan pilar strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan nasional melalui pengawasan ternak yang ketat. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengendalian penyakit, tetapi juga berupaya mentransformasi kapasitas peternak agar lebih profesional. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif terhadap 13 informan yang dipilih secara purposive sampling, penelitian ini mengevaluasi sejauh mana program tersebut mencapai tujuannya. Hasil kajian menunjukkan adanya dinamika pada tingkat efektivitas pelaksanaan. Dari sisi regulasi, program ini dinilai kredibel karena kepatuhan terhadap SOP dan sinkronisasi administrasi yang baik. Namun, secara operasional, ditemukan kendala signifikan berupa sebaran pembinaan yang belum merata serta keterbatasan inovasi akibat minimnya fasilitas laboratorium dan tenaga medis. Rendahnya partisipasi peternak dan ketiadaan praktik lapangan langsung menyebabkan transfer pengetahuan menjadi kurang optimal. Selain itu, ketergantungan pada anggaran pemerintah pusat masih menjadi hambatan dalam kemandirian program di daerah. Untuk memperbaiki peranan instansi terkait, diperlukan strategi jemput bola melalui penyuluhan langsung di kandang dan penguatan monitoring penyakit musiman. Melibatkan peternak sukses sebagai figur percontohan (role model) sangat disarankan untuk mengubah kebiasaan konvensional yang sulit diubah. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi komunitas peternak sehingga standar kesehatan hewan dan keamanan pangan dapat tercapai secara menyeluruh