Kasyani Kasyani
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi Erika Vernanda Br Lbn Toruan; Budi Aswin; Kasyani Kasyani; Rd. Halim
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2599

Abstract

Background: Occupational accidents remain a serious problem in the industrial sector, particularly in the rubber processing industry, which is characterized by high-risk production processes. Most accidents are caused by unsafe actions performed by workers. Purpose: To analyze the factors associated with unsafe actions among workers in the production process unit. Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted among production process workers at PT X Jambi in 2025. A total of 53 workers were selected using a quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: This study found that approximately 39.6% of workers engaged in unsafe acts. This study found a significant relationship between knowledge (with a p-value of 0.000), the use of personal protective equipment (p-value of 0.002), and occupational safety and health (K3) supervision (p-value of 0.020) with these unsafe behaviors among workers. Furthermore, length of service (p-value of 1.000) and K3 training (p-value of 1.000) did not show a significant relationship with unsafe acts among workers in the production process. Conclusion: There is a relationship between knowledge, use of PPE, and supervision with unsafe actions among workers. Meanwhile, there is no relationship between work period and training.   Keywords: Occupational Accidents; Occupational Safety And Health; Unsafe Action.   Pendahuluan: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah serius di sektor industri, terutama pada industri pengolahan karet yang berisiko tinggi. Mayoritas kecelakaan kerja terjadi tindakan tidak aman (unsafe action) yang dilakukan pekerja. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja bagian proses produksi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 53 pekerja yang dipilih lewat teknik quota sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan pengamatan langsung, lalu diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa sekitar 39.6% pekerja ternyata melakukan tindakan yang tidak aman. Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (dengan nilai p=0.000), pemakaian alat pelindung diri (p=0.002), serta pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 (p=0,020) dengan perilaku tidak aman tersebut pada pekerja. Selain itu, masa kerja (p=1.000) dan pelatihan K3 (p=1.000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tindakan tidak aman di kalangan pekerja bagian proses produksi. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, penggunaan apd, dan pengawasan dengan unsafe action pada pekerja. Sedangkan untuk masa kerja dan pelatihan tidak tidak terdapat memiliki hubungan.   Kata Kunci: Kecelakaan Kerja; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tindakan Tidak Aman.
Analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) akibat pajanan PM2.5 pada pedagang tetap Filia Alvionita Br Tarigan; Fajrina Hidayati; Kasyani Kasyani; Oka Lesmana S
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2602

Abstract

Background: Particulate matter (PM) refers to a mixture of solid and liquid particles suspended in ambient air, forming one of the main components of air pollution. PM2.5 increases the number of respiratory illnesses by up to 34% annually. Purpose: To measure the environmental health risks caused by Particulate Matter (PM2.5) exposure among market vendors. Method: This is a quantitative, descriptive, observational study to describe the level of PM2.5 exposure among vendors using the Environmental Health Risk Analysis (EHR) method. Results: The risk characteristics analyzed at three points revealed that for the current time (real-time RQ), there were 5 individuals at risk in the morning (RQ>1) and 1 individual at risk in the afternoon (RQ>1). Risk characteristics for the 30-year projection category (RQ lifetime) are obtained at point 4 with an average risk in the 15th year of 1,073. Point 1 will have no risk from the 5th to the 30th year (RQ ≤ 1). Point 2 will experience risk in the 20th year with an average RQ value of 1,231. While at point 3, respondents will be at risk in the 30th year with an RQ value of 1,447. Conclusion: The safe concentration value of risk agents (C) PM2.5 is 0.121 mg/m3, the safe exposure time (tE) value is 4.11 hours/day, the safe frequency (fE) value is 136.2 days/year, and the safe exposure duration (Dt) is 8.8 years.   Keywords: Lifetime; PM2.5; Realtime; RQ.   Pendahuluan: Partikulat atau particulate matter (PM) merujuk pada campuran partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara ambien, membentuk salah satu komponen utama pencemaran udara. PM2.5 setiap tahunnya meningkatkan kasus penyakit pernapasan sampai 34%. Tujuan: untuk mengukur seberapa besar risiko Kesehatan lingkungan akibat pajanan Particulate Matter (PM2,5) pada pedagang pasar. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional yang bersifat deskriptif untuk menggambarkan tingkat pajanan PM2.5 pada pedagang menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Hasil: Karakteristik Risiko yang telah dianalisis pada 3 titik didapatkan hasil bahwa untuk karakteristik risiko pada waktu saat ini (RQ realtime) terdapat 5 orang berisiko pada pagi hari atau RQ>1 dan pada siang hari terdapat 1 orang berisiko atau RQ>1. Karakteristik risiko untuk kategori proyeksi 30 tahun kedepan (RQ lifetime) didapatkan pada titik 4 rata-rata berisiko pada tahun ke-15 sebesar 1.073, titik 1 akan tidak ada berisiko dari tahun ke-5 sampai tahun ke-30 (RQ≤1), titik 2 akan mengalami resiko pada tahun ke20 dengan nilai RQ rata-rata sebesar 1.231, sedangkan pada titik 3 responden akan berisiko pada tahun ke-30 dengan nilai RQ 1.447. Simpulan: Nilai konsentrasi agen resiko (C) PM2.5 aman sebesar 0.121 mg/m3, nilai waktu pajanan (tE) aman sebesar 4.11 jam/hari, nilai Frekuensi (fE) aman sebesar 136.2 hari/tahun dan Durasi pajanan (Dt) aman sebesar 8.8 tahun.   Kata Kunci: PM2.5; Realtime; Lifetime; RQ.