Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Strategi Pembelajaran Langsung dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Gufrah Risman; Usman; Besse Marjani Alwi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi pembelajaran langsung dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, meliputi karakteristik, sintaks, kelebihan, dan keterbatasannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, mengumpulkan data dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Strategi Pembelajaran Langsung merupakan model pembelajaran terstruktur dan sistematis yang efektif untuk Pendidikan Agama Islam, dengan karakteristik pembelajaran berpusat pada guru, fase terstruktur, pendekatan logis-deduktif, dan tujuan pembelajaran terukur. Penerapannya dilakukan melalui lima fase utama: menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mempresentasikan dan mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, membimbing pelatihan dengan koreksi, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan latihan mandiri. Strategi ini efektif menyampaikan materi PAI yang bersifat normatif dan konseptual seperti rukun Islam, praktik ibadah, dan pembentukan akhlak mulia. Namun, memiliki keterbatasan berupa potensi siswa pasif, kurang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi, kurang mengakomodasi keberagaman gaya belajar, dan keterbatasan dalam materi kompleks abstrak. Oleh karena itu, implementasinya perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan karakteristik materi, kebutuhan siswa, dan tujuan pembelajaran.
Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) Dalam Motivasi Belajar: Analisis Kritis dan Tantangan Implementasi Di Era Pembelajaran Digital Gufrah Risman; Muljono Damopolii; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350294

Abstract

Penelitian ini membahas Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam motivasi belajar dengan fokus pada analisis kritis terhadap konsep, efektivitas, serta tantangan implementasinya di era pembelajaran digital. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun kompleksitas tantangan digital menuntut adanya kerangka motivasional yang sistematis dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Model ARCS yang dikembangkan John M. Keller sebagai salah satu kerangka desain motivasional dalam bidang desain instruksional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kritis terhadap berbagai literatur primer dan sekunder terkait Model ARCS dan teori motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction saling berkaitan membentuk siklus motivasional yang harus diterapkan secara seimbang. Namun, penerapannya juga menghadapi berbagai tantangan, seperti cognitive overload, subjektivitas persepsi relevansi, illusory confidence, dan overjustification effect akibat penggunaan penghargaan ekstrinsik yang berlebihan. Penelitian ini menegaskan bahwa Model ARCS tidak seharusnya dipahami sebagai strategi yang kaku, melainkan sebagai kerangka adaptif yang perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, konteks budaya, dan perkembangan teknologi pembelajaran agar mampu meningkatkan motivasi belajar secara efektif dan berkelanjutan.