Penelitian ini membahas Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam motivasi belajar dengan fokus pada analisis kritis terhadap konsep, efektivitas, serta tantangan implementasinya di era pembelajaran digital. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun kompleksitas tantangan digital menuntut adanya kerangka motivasional yang sistematis dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Model ARCS yang dikembangkan John M. Keller sebagai salah satu kerangka desain motivasional dalam bidang desain instruksional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kritis terhadap berbagai literatur primer dan sekunder terkait Model ARCS dan teori motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction saling berkaitan membentuk siklus motivasional yang harus diterapkan secara seimbang. Namun, penerapannya juga menghadapi berbagai tantangan, seperti cognitive overload, subjektivitas persepsi relevansi, illusory confidence, dan overjustification effect akibat penggunaan penghargaan ekstrinsik yang berlebihan. Penelitian ini menegaskan bahwa Model ARCS tidak seharusnya dipahami sebagai strategi yang kaku, melainkan sebagai kerangka adaptif yang perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, konteks budaya, dan perkembangan teknologi pembelajaran agar mampu meningkatkan motivasi belajar secara efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026