Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Guru dalam Implementasi Project-Based Citizenship Education (PBCE) untuk Penguatan Karakter Peserta Didik di Era Digital: Pemberdayaan Guru dalam Implementasi Project-Based Citizenship Education (PBCE) untuk Penguatan Karakter Peserta Didik di Era Digital A. Alfiani Damayanti; Ardillah Abu; Satriawati
Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD 7 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, dalam menerapkan Project-Based Citizenship Education untuk memperkuat karakter peserta didik di era digital. Permasalahan utama yang diidentifikasi mencakup keterbatasan guru dalam merancang pembelajaran PKn yang kontekstual, minimnya integrasi media digital, serta rendahnya variasi aktivitas proyek bagi siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan perancangan pembelajaran berbasis proyek, penguatan literasi digital kewarganegaraan, serta pendampingan implementasi proyek kelas yang relevan dengan konteks sosial lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat ajar berbasis proyek, pemanfaatan media digital sederhana, serta keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran yang mendorong disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Program ini memperlihatkan efektivitas model pemberdayaan guru dalam memperkuat kualitas pembelajaran PKn di sekolah dasar.
Peran Kepramukaan Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah A. Alfiani Damayanti; Cayati Cayati
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu prioritas utama dalam sistem pendidikan Indonesia untuk membentuk peserta didik yang memiliki integritas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Salah satu strategi yang diterapkan sekolah dalam mendukung tujuan tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan pembiasaan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik di SDI Moncong-Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman serta makna yang dibangun oleh kepala sekolah, pembina Pramuka, guru, dan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter melalui lima mekanisme utama, yaitu keteladanan, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, serta penilaian berkelanjutan. Keteladanan pembina menjadi fondasi dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran peserta didik, sedangkan aktivitas seperti latihan kepemimpinan, kerja kelompok, kegiatan sosial, dan perkemahan mendorong berkembangnya kemandirian, kerja sama, rasa percaya diri, serta kepedulian sosial. Dukungan sekolah melalui kebijakan, fasilitas, dan keterlibatan pembina turut memperkuat keberlanjutan proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter yang efektif melalui pengalaman belajar yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi salah satu strategi penguatan karakter peserta didik di sekolah dasar.