Okdi Natan
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN GIZI MENGGUNAKAN KARTU EDUKASI GIZI (KARZI) TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 27 KOTA BENGKULU TAHUN 2024 MUTIARA ALYSA PRATAMA; JUMIYATI JUMIYATI; OKDI NATAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7446

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang belum dapat ditangani hingga kini. Permasalahan gizi dapat berupa gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dialami oleh anak-anak. Konsumsi makanan yang mengandung energi dari karbohidrat sebanyak 50%-65%, protein 10-20%, dan lemak 20-30% dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan gizi menggunakan kartu edukasi gizi (karzi) terhadap pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat) pada anak sekolah dasar di SDN 27 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental Design, racangan yang digunakan Pre-Post Test With Control Group, teknik mengambilan sampel purposive sampling, Instrumen penelitian terdiri dari angket identitas responden, kuesioner gizi seimbang, karzi, poster, formulir recall 2x24 jam, buku makanan. Hasil dan Pembahasan: Menunjukan bahwa gambar skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan karzi pada kelompok intervensi berada pada kategori baik yaitu 8,5%, setelah diberikan karzi pada kategori baik yaitu 54,2%. Skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan media poster pada kelompok kontrol berada pada kategori baik yaitu 12,8%, setelah diberikan media poster pada kategori baik yaitu 57,1%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang menggunakan karzi dan poster pengaruh dengan kejadian Pendidikan gizi, asupan protein ada pengaruh dengan terhadap Pendidikan gizi menggunakan karzi, Sedang dengan menggunakan poster asupan karbohidrat ada pengaruh di SDN 27 Kota Bengkulu.
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR Demsa Simbolon; Ahmad Rizal; Kusdalinah Kusdalinah; Okdi Natan; Lisma Ningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37837

Abstract

Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terus meningkat, sementara pemahaman masyarakat dan keterampilan kader Posbindu dalam deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu dalam mendeteksi faktor risiko PTM serta mendorong partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Sukaraja dengan melibatkan 10 kader Posbindu dari 2 Posbindu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest–posttest 20 pertanyaan untuk menilai pengetahuan kader dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu. Kegiatan berlangsung selama April–Oktober 2024. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 44,17 sebelum pelatihan menjadi 74,17 setelah pelatihan, atau meningkat sekitar 68%, serta peningkatan keterampilan kader dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan pengisian KMS FR-PTM, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan Posbindu. Kegiatan ini efektif memperkuat peran kader dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan perlu ditindaklanjuti melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat secara rutin. Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) in Sukaraja District, Seluma Regency, continue to increase, while community awareness and the early detection skills of Posbindu cadres remain limited. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posbindu cadres in detecting NCD risk factors and to encourage community participation. The methods included socialization, training, and mentoring. The activity was conducted in partnership with the Sukaraja District Government and involved 10 Posbindu cadres from two Posbindu units. Evaluation was carried out using pretest–posttest questionnaires to assess cadres’ knowledge and observation of Posbindu implementation. The program was conducted from April to October 2024. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in measuring blood pressure, blood glucose, and completing the NCD Risk Factor Monitoring Card (KMS FR-PTM), as well as an increase in community participation in Posbindu activities. This program was effective in strengthening the role of cadres in the early detection of NCD risk factors. Continuous training for cadres, strengthened collaboration among cadres, health workers, and village authorities, and improved community access to health services are recommended. Regular community education is also needed to increase awareness of the importance of early detection.