Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Maternal Nutritional Perceptions and Household Income on Early Childhood Dietary Consumption Patterns Lusiane Chyntia Sengkey; Aulia Bayu Yushila; Sri Handajani; Rendra Lebdoyono
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 7, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptbt.v7i2.27266

Abstract

The unresolved burden of stunting affecting Indonesian children under five years of age officially recorded at 21.5% in 2023 provided the foundational rationale for undertaking the present investigation. This nutritional predicament is postulated to be intrinsically connected to the degree of mothers' comprehension regarding nutritional science and the economic standing of the household, both of which operate as pivotal determinants shaping food procurement decisions and the nutritional adequacy of children's dietary practices. Accordingly, this study aimed to quantify the degree to which maternal nutritional perceptions and household income levels exert influence over dietary consumption patterns among young  children  attending  Dharma  Wanita  Persatuan  Magersari  Kindergarten,  Krian,  Sidoarjo.  The  study  was conducted within a descriptive quantitative research paradigm. Primary data were obtained by distributing structured survey  instruments  to  mothers  of  children  aged  3–6  years,  while  secondary  data  were  sourced  from  official  school documentation and academically credible literature. Multiple linear regression analysis was employed as the principal inferential  technique  to  examine  the  directional  relationships  among  the  research  variables.  Empirical  findings demonstrated that maternal nutritional perceptions and household income each  generated a positive and statistically significant  effect on  children's  dietary  consumption  patterns  both  in  isolation  and  in  combination  at  a  significance threshold  of  p  <  0.05.  The  coefficient  of  determination  (R²)  yielded  0.750,  indicating  that  75%  of  the  variability  in children's dietary patterns was collectively explained by these predictors, while the residual 25% reflected contributions from  variables  outside  the  model.  Accordingly,  both  maternal  nutritional  perceptions  and  household  income  are confirmed as indispensable determinants of early childhood dietary consumption patterns.
SOSIALISASI PENINGKATAN GIZI BALITA MELALUI OLAHAN HASIL LAUT UNTUK PRODUK NUGGET DI DESA BENDOLO KECMATAN SAWAHAN KABUPATEN NGANJUK Sutrisno Adi Prayitno; Dwi Retnaningtyas Utami; Rendra Lebdoyono; Reza Astika Wahyu Pramesti
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9923

Abstract

Kesehatan pada balita merupakan faktor penting di dalam tumbuh kembang anak. Untuk emcapai pertumbuhan yang baik, maka perllu diberikan asupan yang bergizi pada anak terutama pada kelompok balita. Kondisi dan ketercukupan izi yang baik akan memberikan dampak yang positif pada anak balita. Pada usia balita pemenuhan gizi harus tercukupi dengan baik. Gizi yang diberikan memberikan pengaruh pada usia balita. Pengetahuan gizi pada orang tua harus diberikan secara mencukupi agar orang tua yang memiliki balita dapat optimal dalam memberikan makanan dalam keseharian. Gizi yng baik tidak hanya diberikan dalam makanan pokok tetapi juga bisa diberikan dalam bentuk kudapan sebagai snack yang disukai oleh balita. Masyarakat Desa bendolo umumnya sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan gizi dan sumber makanan yang mengandung gizi. Permaslahan yang ada pada masyarakat Desa Bendolo masih minim dalam mengolah makanan yang memiliki sumber gizi yang tinggi. Sehingga dalam kegiatan pengabdian ini, dilakukan sosialisasi dalam pemenuhan gizi pada Balita melalui pengolahan kudapan. Kudapan ini pada dasarnya tidak hanya dinikmati oleh balita, akan tetapi bisa dinikmati oleh berbagai kalangan umur. Produk yang disosialisasikan dan dianggap pening bagi masyarakat di Desa Bendolo adalah produk Nugget. Produk nugget ini banyak digemari oleh siapapun. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan nuget tersebut adalah daging ayam, udang, wortel dan ikan laut. Sumber bahan pangan tersebut dirasa memiliki protein yang cukup tinggi dan bisa dignakan dalam pemenuhan gizi anak, terutama dalam golongan usia balita. Dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahan diantaranya adalah survey lokasi dan diskusi kebutuhan sosialisasi, penentuan topik sosialisasi, pengaturan jadwal, kegiatan sosialisasi dan pelatihan, monitorin dan evaluasi. Dari hasil kegiatan didapatkan hasil bahwa masyarakat sudah dapat memahami pentingnya gizi pada anak balita. Selain itu, pengetahuan tentang gizi pada anak dan menyajikan makanan dapat meningkat setelah mengikuti pelatihan dan sosialisasi.