Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengertian, Teori dan Konsep, Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Abdur Rahman; Sukari; A. Munawar Kholil
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i1.420

Abstract

Isu kontemporer dalam pendidikan Islam muncul sebagai respons terhadap perubahan peradaban dan budaya yang memengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pembaharuan pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika sosial budaya modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis berbagai literatur terkait pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaharuan pendidikan Islam mencakup pengembangan kurikulum berbasis nilai, peningkatan kompetensi pendidik, inovasi dalam proses pembelajaran, serta penguatan manajemen pendidikan meliputi penganggaran, sarana prasarana, dan pembinaan kesiswaan. Kesimpulannya, pendidikan Islam perlu beradaptasi secara konstruktif terhadap perubahan budaya dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam agar mampu membentuk generasi yang berkarakter dan religius.
Peranan dan Model Evaluasi Pendidikan dalam Kurikulum PAI Abdur Rahman; Ahmad Rasyid` Ridha; A. Munawar Kholil
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i2.416

Abstract

Kegiatan evaluasi merupakan suatu yang mempunyai tujuan untuk menilai, mengukur sebuah program yang telah dijalankan. Evaluasi kurikulum dilaksanakan atas dasar tujuan tertentu, sehingga pelaksanaan evaluasi dapat terarah dan tepat sasaran. Evaluasi kurikulum juga harus bersifat objektif, namun pada kenyataannya dilapangan masih banyak praktek evaluasi kurikulum yang bersifat subjektif Pelaksanaan evaluasi yang terpenting harus bersifat komprehensif (menyeluruh) demi efisiensi waktu sehingga tidak mengulang-ulang kesalahan maupun kekurang yang sudah pernah terjadi. Kegiatan evaluasi kurikulum tidak hanya dilakukan sebagai rutinitas kegiatan akhir, alangkah baiknya jika lembaga-lembaga pendidikan islam menggunakan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi dijadikan bahan untuk memperbaiki dan bahan mengambil keputusan bagi individu sesuai posisinya
Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan Abdur Rahman; Meti Fatimah; A. Munawar Kholil
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i2.417

Abstract

Administrasi pendidikan memiliki peran strategis dalam menjamin efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup, fungsi, dan prinsip administrasi pendidikan, serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam implementasinya di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang lingkup administrasi pendidikan mencakup delapan bidang utama, yaitu administrasi organisasi, kurikulum, kepegawaian, peserta didik, sarana dan prasarana, tata usaha, pembiayaan, dan hubungan masyarakat. Fungsi administrasi pendidikan meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan, dan penganggaran. Selain itu, prinsip administrasi pendidikan terdiri atas efisiensi, pengelolaan, prioritas tugas, kepemimpinan efektif, dan kerja sama. Dalam implementasinya, terdapat beberapa kendala utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, keterbatasan anggaran, kurangnya dukungan eksternal, serta resistensi terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa pengembangan sumber daya manusia, optimalisasi pengelolaan keuangan, penguatan kerja sama dengan pihak eksternal, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan manajemen perubahan. Dengan demikian, pengelolaan administrasi pendidikan yang sistematis dan adaptif menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Pengertian, Teori dan Konsep, Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Abdur Rahman; Sukari; A. Munawar Kholil
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i1.420

Abstract

Isu kontemporer dalam pendidikan Islam muncul sebagai respons terhadap perubahan peradaban dan budaya yang memengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pembaharuan pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika sosial budaya modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis berbagai literatur terkait pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaharuan pendidikan Islam mencakup pengembangan kurikulum berbasis nilai, peningkatan kompetensi pendidik, inovasi dalam proses pembelajaran, serta penguatan manajemen pendidikan meliputi penganggaran, sarana prasarana, dan pembinaan kesiswaan. Kesimpulannya, pendidikan Islam perlu beradaptasi secara konstruktif terhadap perubahan budaya dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam agar mampu membentuk generasi yang berkarakter dan religius.