Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lama Terapi Hemodialisis Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Bintang Amin Tahun 2024/2025 Chandra Julio; Zulhafis Mandala; Selvia Anggraeni; Syuhada Syuhada
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21912

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) ialah kondisi progresif serta membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Lama terapi hemodialisis diduga memengaruhi kondisi klinis pasien, termasuk kadar hemoglobin dan kualitas hidup. Studi ini diselenggarakan guna mengidentifikasi pengaruh lama terapi hemodialisis terhadap kadar hemoglobin dan kualitas hidup pasien GGK di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan secara retrospektif menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dan kuesioner kualitas hidup pasien selama periode Januari hingga Juni 2025. Berdasarkan studi ini ditemukan jika mayoritas pasien menjalani terapi hemodialisis selama 12 bulan (50%), dengan kadar hemoglobin normal pada 57,7% pasien dan kualitas hidup yang baik pada 73,1% pasien. Terdapat perbedaan proporsi antara lama terapi dengan kadar hemoglobin (p = 0,007), serta dengan kualitas hidup (p = 0,002), di mana pasien dengan durasi terapi lebih lama memiliki proporsi kadar hemoglobin normal dan kualitas hidup baik yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi hemodialisis jangka panjang berkontribusi terhadap stabilitas klinis dan peningkatan kualitas hidup pasien GGK.
IDENTIFIKASI BAHAYA POTENSIAL DAN EDUKASI KESELAMATAN KERJA DI RUANG HEMODIALISIS RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Selvia Anggraeni; Windy Septrihani; Rudang Septiananta; Salwa Fadilah; Shabina Adinia Yonny; Siti Rahayu; Tri Aprilia Aisyah; Tria Zulfadlia; Tyan Raga; Vio Salsabila; Welvin Kurniawan Susanto; Widi Anggraini; Rizky Aulia Wulandari; Yogi Dwi Praja Saputra
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2026): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i2.21124

Abstract

Ruang hemodialisis merupakan salah satu lingkungan pelayanan kesehatan berisiko tinggi karena tenaga kesehatan dapat terpapar berbagai bahaya biologis, kimia, fisik, ergonomi, dan teknis. Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, identifikasi bahaya potensial dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) penting dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya potensial dan memberikan edukasi keselamatan kerja di ruang hemodialisis Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi langsung terhadap lingkungan kerja, wawancara informal dengan tenaga kesehatan, telaah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tersedia, serta edukasi mengenai keselamatan kerja dan pencegahan bahaya. Hasil identifikasi menunjukkan adanya lima kategori utama bahaya potensial, yaitu bahaya biologis berupa risiko paparan infeksi, bahaya kimia akibat penggunaan bahan disinfektan, bahaya fisik yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, bahaya ergonomi akibat postur kerja yang tidak tepat, serta bahaya teknis yang berkaitan dengan kerusakan peralatan dan instalasi listrik. Edukasi difokuskan pada penerapan SOP secara konsisten, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, pemeliharaan peralatan, serta pencegahan kecelakaan kerja. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan mengenai potensi bahaya kerja dan pentingnya penerapan K3 secara konsisten. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja ruang hemodialisis yang lebih aman serta meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan.