Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Urgensi Pendaftaran Hak Atas Tanah Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Untuk Mencegah Terjadinya Sengketa Tanah di Desa Duko Timur Kecamatan Larangan Noer Dini Camelia; Firman Sjah; Adi Gunawan; Alfika Putri Ayuni; Nur Jannatul Aini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.2971

Abstract

Sengketa tanah merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat, adanya perselisihan atas objek berupa tanah antar perseorangan, badan hukum atau pemerintah terkait kepemilikan, penguasaan, perbatasan atau penggunaan suatu bidang tanah terus menjadi suatu permasalahan yang sampai saat ini belum dapat dituntaskan. Ketiadaan alat bukti kepemilikan yang sah menjadi salah satu faktor primer penyebab timbulnya sengketa tanah. Sehingga salah satu upaya preventif untuk mencegah timbulnya sengketa tanah yakni dengan dilakukannya suatu pendaftaran tanah. Dalam Pasal 19 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah menyatakan bahwa pemberian surat-surat tanda bukti hak yakni sertifikat hak atas tanah merupakan bukti yang kuat mengenai suatu penguasaan/ pemilikan tanah. Pengadaan pendaftaran tanah oleh pemerintah akan terealisasi dengan baik dengan adanya kesadaran oleh masyarakat untuk mendaftarkan tanah miliknya. Namun, pada praktiknya khususnya dipedesaan justru masih kurangnya kesadaran masyarakat bahwa kegiatan pendaftaran tanah berimplikasi pada perlindungan dan kepastian hukum untuk mencegah timbulnya sengketa Tujuan utama kegiatan ini yaitu untuk meningkatan kesadaran hukum masyarakat terkait urgensi pendafataran tanah melalui pemberian penyuluhan hukum. Penyuluhan hukum yang sudah dilaksanakan yakni memberikan edukasi terkait implikasi pendaftaran tanah terhadap perlindungan dan kepastian hukum masyarakat desa sehingga tercipta tertib masyarakat yang berdaya.Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan kualitatif deskriptif dengan pendekatan yang dilakukan partisipatif dan edukatif serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi.Dalam kegiatan penyuluhan yang dihadiri oleh 30 masyarakat desa Duko Timur ternyata masih banyak masyarakat desa yang belum memahami dan memiliki kesadaran hukum untuk melakukan pendaftaran tanah. Manfaat yang didapat oleh masyarakat desa setelah adanya penyuluhan yakni muncul kesadaran hukum masyarakat desa untuk melakukan suatu pendaftaran tanah. Dalam pengabdian ini menegaskan bahwa urgensi penyuluhan hukum bsgi masyarakat desa sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat desa sehingga menimbulkan suatu perlindungan dan kepastian hukum dalam masyarakat.
Jejak Sunnah di Zaman Modern: Transformasi Spiritual dan Revitalisasi Cinta kepada Nabi Muhammad di Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan: Jejak Sunnah, Transformasi Spiritual, Revitalisasi Cinta Rozi Mohammad Fahrur; Syaiful Anam; Suhaimi Suhaimi; Noer Dini Camelia; Sapto Wahyono; Firman Sjah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1648

Abstract

Di era modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai keislaman di kalangan masyarakat pedesaan mulai mengalami pergeseran, termasuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, sebagai desa yang memiliki tradisi keagamaan kuat, juga merasakan dampak dari modernisasi ini, terutama di kalangan generasi muda yang lebih terpapar teknologi dan budaya global. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan sosial yang relevan dengan tantangan zaman. Program ini dirancang untuk mencakup kajian sunnah, pelatihan akhlak berdasarkan sirah Nabi, dan dakwah digital sebagai sarana penyebaran pesan kebajikan. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif masyarakat melalui kajian dan pelatihan yang dilaksanakan secara mingguan selama satu bulan penuh. Penggunaan media digital juga menjadi salah satu strategi untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kajian sunnah dan pelatihan akhlak yang diadakan secara berkala berhasil memperkuat nilai-nilai moralitas dan spiritualitas, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, penggunaan dakwah digital terbukti efektif dalam memperluas jangkauan program dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kembali jati diri keislaman di tengah modernisasi yang semakin mendominasi.
The Recidivism in the persepective of legal philosophy and Pancasila : - Lutfiadi Lutfiadi; Noer Dini Camelia; Febrina Heryanti; Gabriel Aprilia; Toillah Iskandar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2641

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan hukum di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pemenuhan hak asasi warga binaan untuk memperoleh informasi hukum. Kegiatan ini berfokus pada persoalan residivisme yang masih tinggi di kalangan warga binaan, yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, karakter dan kondisi psikologis individu, serta keterbatasan kelembagaan pemasyarakatan. Melalui metode dialogis dan diskusi dua arah, penyuluhan memberikan ruang bagi pertukaran pengalaman, penguatan kesadaran hukum, serta pemahaman mendalam mengenai faktor penyebab residivisme. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sebagai strategi rehabilitatif untuk mengubah pola pikir dan perilaku berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari warga binaan yang merasa mendapatkan wawasan baru dan harapan untuk melakukan transformasi diri. Secara filosofis, kegiatan ini memperkuat pentingnya pembinaan berbasis nilai-nilai Pancasila yang menjunjung kemanusiaan, keadilan sosial, dan pemberdayaan manusia sebagai subjek hukum. Penyuluhan ini menegaskan perlunya pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek hukum, psikologis, sosial, dan filosofis dalam upaya meminimalkan residivisme dan mempersiapkan reintegrasi sosial warga binaan secara bermartabat.