Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kemandirian Fiskal Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan dalam Mengurangi Ketergantungan terhadap Transfer Pemerintah Pusat Naila Hanun Nazihah; Azkha Izatul Agista Putri; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3666

Abstract

This research aims to analyze the level of fiscal independence of Pacitan Regency by examining and linking it to its dependence on transfer funds from the central government. This study explores potential sectors that could be managed more optimally to contribute to Local Original Revenue (PAD). The method used in this research is a descriptive quantitative approach, utilizing secondary data, namely the Regional Budget (APBD) and Budget Realization Reports (LRA) sourced from the Directorate General of Fiscal Balance (DJKP). In addition to these sources, this research also employs a literature review of relevant journals. The analysis uses the regional financial independence ratio. The results of the analysis show that Pacitan Regency has a very high level of fiscal dependence, ranging between 85% and 89% from 2021 to 2025, although there is a gradual decline. The factors causing this condition are the low contribution of PAD, particularly from the tourism sector, as well as geographical factors such as mountainous terrain with underdeveloped infrastructure. This condition may lead to the flypaper effect and limit regional flexibility in development. This research recommends optimizing PAD from the tourism sector, improving regional financial governance, fostering collaboration with the private sector and the community, diversifying revenue sources, and gradually reducing dependence on transfer funds in accordance with the mandate of Law Number 33 of 2004.
Transparansi dan Pengawasan Keuangan Negara dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bening Tirta Wibowo; Friski Ardeka Sahda Rianestu; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3670

Abstract

As a priority program that utilizes a large portion of the state budget in its implementation, the Free Nutritious Meals (MBG) program that requires transparent and accountable financial management. This study examines transparency and state financial oversight in the implementation of the Free Nutritious Meals Program. It employs a qualitative approach based on a literature review of various policy sources, government reports, and relevant news coverage. The results of the analysis indicate that the government has made efforts to strengthen governance through the development of digital reporting mechanisms and by enhancing the capacity of program implementers via e-learning systems and financial reporting applications for a partners of the Nutrition Service Units (SPPG). Strengthening and greater transparency of information regarding the allocation and implementation of the program’s budget are needed to ensure public access, thereby realizing transparent and accountable public financial management in the implementation of the Free Nutritious Meals Program.
Pemerintahan Modern di Tengah Krisis Kepercayaan Publik dan Tantangan Transparansi Dheajeng Evita Azzahra; Mefara Aneira Adristi Purnomo; Meirinawati Meirinawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Rendahnya tingkat kepercayaan ini umumnya dipicu oleh praktik birokrasi yang kurang transparan, lemahnya akuntabilitas, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerintahan modern merespons krisis tersebut, khususnya melalui upaya peningkatan transparansi dan keterbukaan informasi publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan mekanisme pengawasan publik menjadi langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Namun demikian, implementasi kebijakan transparansi masih menghadapi berbagai kendala, seperti budaya birokrasi yang belum sepenuhnya terbuka dan keterbatasan kapasitas institusi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah serta dukungan aktif masyarakat untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan terpercaya.
Peran Reformasi Birokrasi dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif Sherly Nafilatul Zhahra; Nathenia Zefanya; Meirinawati Meirinawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan komponen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif di Indonesia, terutama di tengah tuntutan globalisasi dan digitalisasi pelayanan publik. Peran reformasi birokrasi dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pemerintah adalah subjek dari penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mengkaji literatur dan menganalisis fenomena empiris. Studi menunjukkan bahwasanya reformasi birokrasi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepuasan masyarakat dengan menyederhanakan prosedur, menerapkan sistem merit, dan digitalisasi layanan publik. Meskipun demikian, berbagai hambatan dapat menghalangi pelaksanaanya termasuk resistensi terhadap perubahan, kekurangan sumber daya manusia, keterbatasan dalam infrastruktur teknologi, serta factor politik. Oleh karena itu, reformasi birokrasi sangat penting untuk meniingkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, meskipun memerlukan penguatan kapasitas dan konsistensi kebijakan.
SINKRONISASI FISKAL DALAM KERANGKA HUBUNGAN KEUANGAN PUSAT-DAERAH DI KABUPATEN PASURUAN DI KABUPATEN PASURUAN Nadira Surya Shakina; Risma Ayu Pramesti; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v6i2.1400

Abstract

This study analyzes fiscal synchronization within the HKPD framework under Law Number 1 of 2022, with Pasuruan Regency as the empirical case. The research addresses the persistent structural fiscal dependency of Indonesian regional governments despite over two decades of decentralization. Prior studies have predominantly focused on provincial-level fiscal decentralization or technical compliance rather than structural outcomes. Using a qualitative-descriptive policy analysis approach with secondary data from 2019 to 2023, this study evaluates the effectiveness of fiscal synchronization mechanisms, analyzes the empirical impact of HKPD implementation on the APBD revenue structure, and identifies multilayered structural barriers impeding sustainable regional fiscal autonomy. Findings reveal that the fiscal decentralization ratio remains critically low at an average of 20.92%, although regional tax revenue grew gradually from Rp360 billion (2020) toward a Rp471 billion target (2023). The study concludes that without structural reforms in regional tax administration, flexible transfer mechanisms, and genuine capacity-building investment, the HKPD Law risks producing only symbolic compliance rather than substantive fiscal autonomy.
THE ROLE OF THE TOURISM SECTOR IN REDUCING REGIONAL FISCAL DEPENDENCY IN PACITAN REGENCY Gian Bary Sutanto; Muhamad Irgi; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Administrasi Publik dan Kebijaka (JAPK) Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan (JAPK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/japk.v6i1.30461

Abstract

The tourism sector in Pacitan Regency holds strategic potential for increasing Local Revenue (PAD). However, efforts to boost the region’s underdeveloped tourism potential often result in high fiscal dependence on central government transfers. This study aims to analyze the causes of high fiscal dependence in Pacitan Regency, a region with abundant tourism potential but the lowest PAD revenue in its region. This study employs a qualitative method using a documentary analysis approach. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive framework, which encompasses the stages of data reduction from official central and local government documents, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that Pacitan Regency’s fiscal dependency level falls into the very high category above 50%, accompanied by a declining trend in the tourism sector’s contribution to PAD over the past three years. This decline is attributed to two main issues: first, a governance issue where revenue from tourist attractions managed by BUMDes is recorded solely as Local Original Revenue (PADes) and does not directly contribute to the regency’s PAD; second, poor road access infrastructure, which has led to a decline in tourist visits. It can be concluded that the wealth of tourist destinations in Pacitan Regency has not yet been able to serve as an optimal driver of fiscal autonomy, resulting in obstacles to cross-sectoral coordination and a management model that has not been comprehensively integrated.
Evaluasi Transparansi Informasi Publik dalam Implementasi Program Makan Siang Gratis Merlyana Elgy Vidiyani; Safila Ummu Wahdanicha; Meirinawati Meirinawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana informasi publik dibagikan dan dilaksanakan terkait Program Makan Siang Gratis di Indonesia. Transparansi sangat penting untuk tata kelola yang efektif karena mendorong tanggung jawab, efektivitas, dan kepercayaan publik. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dikombinasikan dengan pendekatan tinjauan pustaka. Hasil menunjukkan bahwa meskipun program ini memberikan keuntungan yang signifikan bagi gizi dan kesejahteraan, masih terdapat kendala terkait transparansi informasi, termasuk akses data yang terbatas, mekanisme akuntabilitas yang tidak memadai, dan keterlibatan publik yang minimal. Penting untuk meningkatkan transparansi dengan memanfaatkan teknologi digital, mendorong partisipasi masyarakat, dan mempromosikan pelaporan yang transparan untuk meningkatkan efektivitas program.
Transformasi TPA Winongo Kota Madiun sebagai Inovasi Kebijakan dalam Manajemen Publik Eva Salsabila Wakhidah; Nadia Maharani Mukti; Meirnawati Meirnawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo di Kota Madiun sebagai bentuk inovasi dalam manajemen publik, khususnya pada pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna memahami secara mendalam proses perubahan fungsi TPA dari tempat pembuangan akhir menjadi wisata taman buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini mencerminkan adanya pergeseran pendekatan pemerintah daerah dari sekedar pengelolaan sampai menuju pemanfaatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Upaya ini memperlihatkan gabungan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pembangunan daerah. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, perencanaan yang belum optimal, serta belum maksimalnya partisipasi masyarakat. Selain itu, perubahan fungsi TPA menimbulkan dampak sosial, terutama bagi kelompok pemulung yang kehilangan sumber mata pencaharian. Dari sisi tata kelola, aspek transparansi dan akuntabilitas juga perlu diperkuat agar kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan diterima oleh masyarakat. Secara keseluruhan, transformasi TPA Winongo menunjukkan potensi besar sebagai inovasi kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan implementasi serta kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan lingkungan, ekonomi, dan sosial.
OPTIMALISASI SMART VILLAGE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DIGITAL BERBASIS SDGs DI DESA MOJOREJO Mashur Hasan Bisri; Indra Devian Lumban Gaol; Gading Gamaputra; Doris Rahmat
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i2.9475

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan sistem pelayanan publik digital berbasis web di tingkat desa, meskipun pelatihan sebelumnya telah meningkatkan kapasitas aparatur. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara peningkatan kompetensi dan keberlanjutan implementasi, khususnya dalam integrasi data, partisipasi masyarakat, dan tata kelola layanan digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi konsep Smart Village melalui optimalisasi pelayanan publik digital berbasis tata kelola kolaboratif guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek kelembagaan yang kuat, transparansi, dan partisipasi inklusif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi lanjutan, pengembangan sistem layanan berbasis data, pelatihan lanjutan aparatur desa, serta pendampingan implementasi dan evaluasi berbasis kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemanfaatan website desa sebagai media pelayanan publik dan transparansi informasi, terbentuknya mekanisme partisipasi masyarakat melalui fitur digital, serta tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sistem yang berkelanjutan. Novelty kegiatan ini terletak pada integrasi antara digitalisasi pelayanan, tata kelola kolaboratif, dan pendekatan berbasis SDGs dalam penguatan Smart Village yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Analisis Priotitas Belanja Pendidikan dalam APBD Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Malang Sherly Nafilatul Zhahra; Nathenia Zefanya; Indra Devian Lumban Gaol
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 23, No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH DINAMIKA ADMINISTRASI (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v23i1.465

Abstract

Belanja Pendidikan ialah salah satu syarat utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk mendistribusikan anggaran pendidikan secara efektif agar mendukung kemajuan pendidikan yang berkualitas, adil, dan sesuai tujuan. Kota Malang menyediakan berbagai program pendidikan yang didanai oleh anggaran daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas belanja pendidikan, bagaimana hubungan antara belanja pendidikan dengan kualitas hidup masyarakat, dan seberapa efektif penggunaan anggaran pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber datanya berupa laporan dari pemerintah daerah, serta data indikator kesejahteraan masyarakat yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas dalam APBD yang berkontribusi terhadap peningkatan akses pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun efektivitas penggunaan anggaran dan pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan bahwa prioritas belanja pendidikan dapat berdampak optimal terhadap upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Malang.