Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN POKAK UNTUK MENINGKATKAN IMUN TUBUH PADA MASA PANDEMI CORONA DI RT 04 RW 05 KELURAHAN PAKIS KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA Meirinawati Meirinawati; Tjitjik Rahaju; Indah Prabawati; Badrudin Kurniawan; Galih W. Pradana; Deby Febriyan Eprilianto
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Vol.7, No.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v7i2.11167

Abstract

Salah satu wilayah di Kota Surabaya yang rentan terhadap penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yakni Kelurahan Pakis. Salah satu permasalahan yang ada di kelurahan ini yakni beberapa masyarakat belum begitu memahami bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi minuman tradisional. Oleh karena itu Tim PKM menyelenggarakan pelatihan pembuatan minuman pokak bagi masyarakat RT 04 RW 05 Kelurahan Pakis. Pelaksanaan PKM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada ibu-ibu Dasa Wiswa RT 4 RW 5 tentang: (1) kelompok rentan Covid-19; (2) kebijakan pemerintah dalam pencegahan Covid-19 (3) peningkatan daya tahan tubuh; (4) minuman tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Berikutnya adalah kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi warga mengenai mudahnya membuat minuman tradisional secara mandiri. Bentuk PKM seperti ini cukup efektif untuk mengatasi permasalahan Masyarakat RT 04 RW 05 Kelurahan Pakis. Hasil Pre Test dan Post Test menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai minuman pokak serta cara pembuatannya. Selain itu dari diskusi terlihat bahwa peserta antusias ingin mencoba sendiri membuat minuman pokak di rumah masing-masing.
PELATIHAN TATA KELOLA KEARSIPAN BERBASIS PRINSIP 5 S UNTUK MENDUKUNG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA KUPANG, KECAMATAN JABON, KABUPATEN SIDOARJO Galih Wahyu Pradana; Badrudin Kurniawan; Meirinawati Meirinawati; Indah Prabawati
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n2.p89-95

Abstract

Tata kelola kearsipan memiliki peranan penting bagi setiap instansi tidak terkecuali bagi Pemerintah Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, pemerintah Desa Kupang membutuh beragam informasi sebagai sumber daya pendukung. Tata kelola kearsipan yang baik mampu mendukung kedua kegiatan tersebut. Namun peneliti menemukan beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pemerintah Desa Kupang sehingga tata kelola kearsipan belum berjalan optimal. Berberapa hal yang menjadi kekurangan pemerintah Kupang misalnya (1) Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penerapan 5 S (Seiton, Seiri, Seisou, Seiketsu dan Shitsuke); (2) masih terbatasnya ketrampilan aparat dalam penerapan 5S; (3) Terbatasnya pemahaman perangkat tentang format baru buku register desa dan keterkaitan tata kelola kearsipan yang baik dengan pencatatan buku register desa. Berdasarkan permasalahan tersebut Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya, berkeinginan untuk membantu perangkat Desa Kupang untuk meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan dan administrasi pemerintahan desa. Terdapat 2 kegiatan diselenggarakan oleh tim yakni (1) Pemaparan dan diskusi tentang penerapan prinsip 5 S untuk mendukung administrasi pemerintah desa dan (2) Simulasi penerapan prinsip 5S dan pencatatan buku register desa. Meskipun perangkat desa menyambut positif kegiatan yang tim lakukan namun masih ada beberapa masukan yang mereka berikan terkait pelaksanaan PKM, misalnya perangkat desa menginginkan waktu pelatihan yang lebih lama dan Tim PKM diberikan saran juga untuk berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Jabon tentang tata kelola kearsipan, mengingat selama ini Pemerintah Kecamatan yang melakukan penilaian kepada Desa Kupang. Kata Kunci : tata kelola kearsipan, prinsip 5S, administrasi pemerintahan desa
PENGUATAN KELEMBAGAAN KARANG TARUNA JATI KENONGO DESA PEPELEGI MELALUI PELATIHAN EVENT ORGANIZING DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI ORGANISASI KEPEMUDAAN DI MASYARAKAT Deby Febriyan Eprilianto; Meirinawati Meirinawati; Eva Hany Fanida; Trenda Aktiva Oktariyanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.6934

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu untuk meningkatkan eksistensi organisasi kepemudaan Karang Taruna Jati Kenongo Desa Pepelegi melalui pelatihan event organizing. Pentingnya kegiatan ini dilakukan mengingat pentingnya kontribusi organisasi kepemudaan desa dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah desa melalui berbagai kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam PKM ini yaitu melalui Focus Group Discussion, peltihan event organizing, dan pelaksanaan mini turnamen sepak bola. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu a) melalui kegiatan Focus Group Discussion tim PKM dapat mengidentifikasi kebutuhan dan analisis pentingnya kegiatan pelatihan event organizing dilakukan, b) pelatihan event organizing dapat meningkatkan pemahaman anggota Karang Taruna Jati Kenongo dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu kegiatan/event, dan c) pelaksanaan mini turnamen sepak bola menjadi media untuk praktik lansung bagi Karang Taruna Jati Kenongo dan sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya. Harapannya dengan dilakukannya kegiatan PKM ini dapat menambah wawasan dan pengalaman anggota karang taruna dalam menyusun progam kerja tahunan, sehingga kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sebagai bentuk eksistensisnya pada masyarakat.
Antisipasi Kelangkaan APD dan Masker dengan Memberdayakan Masyarakat Terdampak Pandemi COVID-19 Fitrotun Niswah; Eva Hany Fanida; Suci Megawati; Meirinawati Meirinawati; Indah Prabawati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.207 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1282

Abstract

The pandemic (Covid-19) has had a major impact in all aspects of people's lives. The front guard in dealing with Covid-19 is health workers, health workers have a strategic role to help the number of cases of the spread of the Covid-19 virus and of course medical workers are the most at high risk, but in fact many medical personnel have been confirmed positive for Covid-19 because they are infected by patients and many health workers also complained about the lack of personal protective equipment (APD) as more patients continued. Through community empowerment victims of layoffs due to the Covid-19 pandemic, they have contributed to the manufacture of several types of APD, namely cloth masks and gowns (hazmat suits). 1200 cloth mask products will be given to the public through Unesa Media Partners (SS Radio, Jawa Pos, Surya, radar, Kompas) and Unesa strategic partners (BPN, Polda, Kodam, Kejati), for 200 allcover gowns (hazmat suits). Packages will be given to Covid 19 referral hospitals. This empowerment is also useful to encourage these partners to have entrepreneurship skills and household financial management. Pandemi (Covid-19) memberikan dampak besar dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Garda terdepan menangani Covid-19 adalah tenaga kesehatan, tenaga kesehatan mempunyai peran strategis untuk membantu banyaknya kasus penyebaran virus covid 19 dan tentu saja petugas medis adalah yang paling beresiko tinggi, namun kenyataannya banyak tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena tertular dari pasien dan banyak pula petugas kesehatan mengeluhkan kurangnya alat perllindungan diri (APD) seiring terus bertambahnya pasien. Melalui pemberdayaan masyarakat korban PHK akibat pandemi Covid-19 memberikan sumbangsih pembuatan beberapa dari jenis APD yaitu masker kain dan gown allcover (baju hazmat). Produk masker kain sebanyak 1200 lembar akan diberikan kepada masyarakat melalui Media Partner Unesa (Radio SS, Jawa Pos, Surya, radar, Kompas) dan Mitra strategis Unesa (BPN, Polda, Kodam, Kejati), untuk gown allcover (baju hazmat) sebanyak 200 paket akan diberikan kepada rumah sakit rujukan Covid 19. Pemberdayaan ini juga bermanfaat untuk mendorong mitra tersebut memiliki keahlian enterpreneurship dan manajemen keuangan rumah tangga.
Pemerintahan Modern di Tengah Krisis Kepercayaan Publik dan Tantangan Transparansi Dheajeng Evita Azzahra; Mefara Aneira Adristi Purnomo; Meirinawati Meirinawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Rendahnya tingkat kepercayaan ini umumnya dipicu oleh praktik birokrasi yang kurang transparan, lemahnya akuntabilitas, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerintahan modern merespons krisis tersebut, khususnya melalui upaya peningkatan transparansi dan keterbukaan informasi publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan mekanisme pengawasan publik menjadi langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Namun demikian, implementasi kebijakan transparansi masih menghadapi berbagai kendala, seperti budaya birokrasi yang belum sepenuhnya terbuka dan keterbatasan kapasitas institusi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah serta dukungan aktif masyarakat untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan terpercaya.
Peran Reformasi Birokrasi dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif Sherly Nafilatul Zhahra; Nathenia Zefanya; Meirinawati Meirinawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan komponen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif di Indonesia, terutama di tengah tuntutan globalisasi dan digitalisasi pelayanan publik. Peran reformasi birokrasi dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pemerintah adalah subjek dari penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mengkaji literatur dan menganalisis fenomena empiris. Studi menunjukkan bahwasanya reformasi birokrasi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepuasan masyarakat dengan menyederhanakan prosedur, menerapkan sistem merit, dan digitalisasi layanan publik. Meskipun demikian, berbagai hambatan dapat menghalangi pelaksanaanya termasuk resistensi terhadap perubahan, kekurangan sumber daya manusia, keterbatasan dalam infrastruktur teknologi, serta factor politik. Oleh karena itu, reformasi birokrasi sangat penting untuk meniingkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, meskipun memerlukan penguatan kapasitas dan konsistensi kebijakan.
INTEGRASI PERENCANAAN ANGGARAN DAN STRATEGI BRANDING DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN GIANYAR Aulia Fitri Ramadani; Ahmad Dwi Rifani; Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono; Sri Ayu Nurul Fadilah; Meirinawati Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
Jurnal Pariwisata Bisnis Digital dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pariwisata, Bisnis Digital dan Manajemen Periode Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jasdim.v5i1.8451

Abstract

Sektor pariwisata memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah, khususnya di Kabupaten Gianyar, Bali, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Meskipun demikian, pengembangan pariwisata masih menghadapi banyak tantangan karena strategi branding dan perencanaan anggaran destinasi wisata dilakukan secara terpisah, sehingga pengelolaan pariwisata tidak dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi anggaran, strategi branding destinasi, dan hubungan antara keduanya dalam mendorong pengembangan pariwisata di Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), yang meliputi tahapan pengumpulan, pemilihan, evaluasi, dan sintesis literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Temuan studi menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya lebih berfokus pada aspek branding dan anggaran. Perencanaan anggaran tidak selalu digunakan untuk mendukung branding destinasi, sementara strategi branding digital masih memiliki tantangan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan Model Manajemen Integratif Pariwisata Berkelanjutan yang mengintegrasikan digital branding, perencanaan anggaran, kolaborasi stakeholder, dan pemantauan berbasis data ke dalam satu sistem pengelolaan. ​Diharapkan model ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan destinasi wisata, meningkatkan daya saing daerah, dan memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan di seluruh wilayah tersebut.
ANALISIS MANAJEMEN PROGRAM BEASISWA PEMUDA TANGGUH DI KOTA SURABAYA BERDASARKAN PERSPEKTIF POAC Aghnia Rohmatul Aulia; Afni Aminatul Zahroh; Farah Amalia Pradina; Najwa Bilqis Maulidia; Meirinawati Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2026): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Program Beasiswa Pemuda Tangguh di Kota Surabaya sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah ketidaktepatan sasaran penerima beasiswa yang menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur melalui analisis berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) untuk menilai efektivitas pengelolaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum program telah dirancang dengan baik dan didukung oleh regulasi yang jelas, namun masih terdapat kelemahan pada aspek perencanaan dan pengawasan, khususnya dalam proses verifikasi data penerima. Hal ini berdampak pada ketidaktepatan sasaran program. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem verifikasi dan pengawasan agar program dapat berjalan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN DINAS LINGKUNGAN HIDUP JAKARTA DALAM MENGATASI TANTANGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TPST BANTARGEBANG Annisa Rahma Ariyani; Vike Agestian Frastami; Kirani Felita June; Cahya Kayla Az Zahra Hartono; Meirinawati Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2026): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi manajemen organisasi berdasarkan pendekatan George R. Terry (POAC) serta mengevaluasi kapasitas manajemen Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di DKI Jakarta berdampak pada meningkatnya volume sampah yang menekan kapasitas pengelolaan dan memicu kondisi overcapacity di TPST Bantargebang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual fungsi manajemen telah diterapkan, namun implementasinya belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, dominasi metode open dumping, serta keterbatasan sistem pengawasan berbasis risiko. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi risiko kegagalan struktur timbunan sampah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi fungsi manajemen, penerapan teknologi pengelolaan yang sesuai standar, serta pengembangan sistem pengawasan berbasis data guna mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS WIYUNG Chelsea Denisa; Shahirah Nurza Illani; Eka Nur Anggraini; Rikha Janatul Ma'wa; Trenda Aktiva Oktariyanda; Meirinawati Meirinawati
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2026): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelayanan kesehatan di Puskesmas Wiyung berdasarkan persepsi masyarakat yang disampaikan melalui ulasan pada platform Google Maps. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap 68 ulasan pengguna dalam rentang waktu 2023–2026. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, pengkodean, klasifikasi berdasarkan lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy), serta interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan berada dalam kategori cukup baik, yang ditunjukkan oleh dominasi ulasan positif, terutama pada dimensi tangibles dan assurance. Namun demikian, masih terdapat permasalahan pada dimensi responsiveness dan reliability yang belum konsisten, khususnya terkait waktu tunggu dan sistem antrean. Selain itu, dimensi empathy menjadi aspek yang paling banyak mendapatkan keluhan, terutama terkait sikap petugas yang kurang ramah dan kurang responsif terhadap kebutuhan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perlu difokuskan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas interaksi antara petugas dan pasien. Penelitian ini juga menegaskan bahwa ulasan digital dapat menjadi sumber data alternatif dalam mengevaluasi kualitas pelayanan publik.