Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EDUKASI SADAR (SEMANGAT MENGATASI DAN DETEKSI RESIKO) DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT SAYANG GINJAL Kheniva Diah Anggita; Anisa Fadilah; Rifqi Aulia Zaim; Prima Yoselina
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i1.3443

Abstract

Sikapak Barat village, located in the North Pariaman sub-district, has the highest number of hypertension and diabetes mellitus cases among the six villages served by the Sikapak Public Health Center. The majority of its residents are farmers and laborers with demanding routines, who often rely on packaged and canned energy drinks to combat fatigue. While these beverages are seen as a way to stay refreshed and boost energy, excessive long-term consumption can lead to various negative health consequences, including kidney disease. This community service project provides an alternative strategy to control the risk factors for kidney disease. This involves conducting blood pressure and blood sugar screenings and providing support on overcoming and detecting risks education using a Focus Group Discussion (FGD) method, to foster a "Caring for Your Kidneys" community. The primary objective is to empower residents to become more aware of and understand the importance of maintaining their kidney health. It is expected that sufficient knowledge will enable the community to take preventive measures, such as managing their blood pressure and blood sugar levels, and adopting a healthy lifestyle. The SADAR education using the FGD method proved to be effective, as evidenced by a significant change in knowledge between the pre-test and post-test scores (t = -6.361, p 0.05). It is hoped that the people of Sikapak Barat village will be more active in understanding and preventing the risks of kidney disease and be able to perform early detection independently or with the assistance of medical personnel. Keywords:  Hypertension; Diabetes Mellitus, Kidney; Education; Focus Group Discussion 
Agama sebagai Terapi Jiwa: Systematic Literature Review Peran Agama Islam dalam Kesehatan Mental Remaja Alya Zirahtu Nisyah; Anisa Fadilah
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.244

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang semakin penting karena tingginya kerentanan remaja terhadap stress, kecemasan, depresi, serta berbagai tantangan perkembangan pada masa transisi menuju dewasa. Agama islam dipandang sebagai sumber dukungan psikologis dan spiritual yang dapat membantu menjaga kesejahteraan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran agama islam dalam mendukung kesehatan mental remaja melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini dilakukan melalui metode analisis terhadap 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2015 hingga 2025 yang diperoleh dari google scholar melalui bantuan perangkat lunak Publish or Perish dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh dua belas artikel yang relevan untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama islam berperan penting dalam kesehatan mental remaja melalui tiga aspek utama, yaitu dukungan psikologis, pembentukan nilai moral, dan intervensi berbasis spiritual. Praktik keagamaan seperti ibadah, dzikir, dan pembelajaran nilai islam dapat membantu meningkatkan ketenangan batin, mengurangi stress, serta memperkuat ketahanan psikologis remaja. Selain itu, religiusitas berperan dalam membentuk karakter serta mencegah krisis identitas. Dengan demikian, agama islam dapat menjadi sumber daya psikologis yang efektif dalam mendukung kesehatan mental remaja secara holistic dan berkelanjutan.
Kontribusi Religiusitas Terhadap Resiliensi Psikologis Pada Masa Pandemi : Systematic Literature Review Gina Sonia; Anisa Fadilah
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 3 No. 3 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i3.249

Abstract

Dalam era modern, dunia semakin berkembang disertai dengan tantangan yang kompleks salah satunya yakni fenomena krisis kesehatan yang menggemparkan seluruh dunia, pandemi covid-19. Karenanya, untuk menghadapi permasalahan tersebut, individu memerlukan kemampuan untuk melakukan adaptasi saat menghadapi kondisi dengan tekanan yang tinggi atau biasa disebut Resilience. Kemudian, salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan resilience individu, berkaitan dengan hubungannya dengan Allah Swt. yakni religiusitas yang tinggi. Berdasarkan pemaparan tersebut, systematic literature review (SLR) ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran religiusitas dalam pembentukan resilience individu selama masa pandemi Covid-19 serta bagaimana dimensi religiusitas berkontribusi berbeda terhadap pembangunan resilience.
Agama sebagai Terapi Jiwa: Systematic Literature Review Peran Agama Islam dalam Kesehatan Mental Remaja Alya Zirahtu Nisyah; Anisa Fadilah
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.244

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang semakin penting karena tingginya kerentanan remaja terhadap stress, kecemasan, depresi, serta berbagai tantangan perkembangan pada masa transisi menuju dewasa. Agama islam dipandang sebagai sumber dukungan psikologis dan spiritual yang dapat membantu menjaga kesejahteraan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran agama islam dalam mendukung kesehatan mental remaja melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini dilakukan melalui metode analisis terhadap 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2015 hingga 2025 yang diperoleh dari google scholar melalui bantuan perangkat lunak Publish or Perish dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh dua belas artikel yang relevan untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama islam berperan penting dalam kesehatan mental remaja melalui tiga aspek utama, yaitu dukungan psikologis, pembentukan nilai moral, dan intervensi berbasis spiritual. Praktik keagamaan seperti ibadah, dzikir, dan pembelajaran nilai islam dapat membantu meningkatkan ketenangan batin, mengurangi stress, serta memperkuat ketahanan psikologis remaja. Selain itu, religiusitas berperan dalam membentuk karakter serta mencegah krisis identitas. Dengan demikian, agama islam dapat menjadi sumber daya psikologis yang efektif dalam mendukung kesehatan mental remaja secara holistic dan berkelanjutan.
Kontribusi Religiusitas Terhadap Resiliensi Psikologis Pada Masa Pandemi : Systematic Literature Review Gina Sonia; Anisa Fadilah
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 3 No. 3 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i3.249

Abstract

Dalam era modern, dunia semakin berkembang disertai dengan tantangan yang kompleks salah satunya yakni fenomena krisis kesehatan yang menggemparkan seluruh dunia, pandemi covid-19. Karenanya, untuk menghadapi permasalahan tersebut, individu memerlukan kemampuan untuk melakukan adaptasi saat menghadapi kondisi dengan tekanan yang tinggi atau biasa disebut Resilience. Kemudian, salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan resilience individu, berkaitan dengan hubungannya dengan Allah Swt. yakni religiusitas yang tinggi. Berdasarkan pemaparan tersebut, systematic literature review (SLR) ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran religiusitas dalam pembentukan resilience individu selama masa pandemi Covid-19 serta bagaimana dimensi religiusitas berkontribusi berbeda terhadap pembangunan resilience.