Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ELEGI SEORANG TURIS: INTERKULTURALITAS PUISI-PUISI D. ZAWAWI IMRON DALAM REFREIN DI SUDUT DAM Abimardha Kurniawan
Jurnal Bebasan Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v2i1.20

Abstract

Festival sastra tahunan Winternachten telah membawa penyair terkemuka Indonesia, D. Zawawi Imron, menjalani kontak dengan budaya di Negeri Belanda. Ia mendokumentasikannya melalui puisi-puisi yang terkumpul dalam Refrein di Sudut Dam (2003). Melalui puisi-puisi tersebut kita bisa mengamati bagaimana komunikasi interkultural terjadi. Sebagai subjek puisi-puisi tersebut, yang direpresentasikan sebagai “Aku” dalam teks, sang penyair memaknai dan menilai praktik budaya yang ia temui di luar lokus budayanya. Tindak pemaknaannya dipengaruhi oleh memori kolektif orang Indonesia tentang kolonialisasi Belanda maupun konstruksi identitasnya sebagai Muslim, orang Indonesia, dan Madura. Ia juga mengalami keterkejutan budaya dalam kontak budaya tersebut. Untuk mengantisipasi kondisi itu, ia punya strategi adaptasi. Akan tetapi jika strategi itu gagal, maka ia memilih kembali kepada “budaya-ibu” miliknya. Ia punya banyak pilihan untuk kembali karena ia hanyalah seorang turis yang pergi mengunjungi negeri asing.
Sintesa Islam-Jawa dalam Sěrat Wulang Dalěm Pakubuwana II Ghis Nggar Dwiadmojo; Abimardha Kurniawan; Hesti Mulyani; Venny Indria Ekowati; Eko Gunawan; Yusi Nurcahya Dewi
YASIN Vol 5 No 5 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.6735

Abstract

This study aims to examine the synthesis of Islamic and Javanese elements in the Serat Wulang Dalem Pakubuwana II (SWDPB II), as found in manuscript Ms. Orient Okt 1224 from the Staatsbibliothek Berlin collection. The research adopts a new historicism approach, which views literary works as inseparable from the historical, social, political, and economic contexts of their time. The data consist of textual excerpts from the manuscript, analyzed to identify manifestations of Islamic-Javanese cultural synthesis. The findings reveal that this synthesis is articulated through the use of terminology drawn from two distinct traditions that are harmoniously juxtaposed, such as Arabic and Javanese scripts, the figures of prophets and kings, and the symbolic pairing of the right and left eyes. Within the textual construction, these elements are interpreted as complementary rather than oppositional. This synthesis reflects an intellectual and spiritual response to the evolving ethical and social dynamics of the 19th century, particularly in the context of the interaction between Islam and Javanese culture within the royal court.