Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dengan tekanan darah sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg. Hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam (silent killer) karena tidak memberikan gejala yang khas, tetapi bisa meningkatkan kejadian stroke, serangan jantung, penyakit ginjal kronik bahkan kebutaan jika tidak dikontrol dan dikendalikan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan subjective well-being dengan perilaku pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi di Desa Pohsangit Leres Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di desa pohsangit leres. populasi pada penelitian ini sebanyak 115 responden dengan besar sampel 96 responden menggunakan Proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner The BBC Subjective Well being scale (BBC-SWB) dan lembar kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menderita hipertensi usia 46-55 tahun. Sebagian besar responden memiliki subjective well-being baik 44 (45.8%). Sedangkan pada perilaku pencegahan komplikasi hipertensi baik 39 (40.6%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara subjective well-being dan dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi (p-value <0,05). Peningkatan subjective well-being berkontribusi positif terhadap perilaku pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi. Edukasi kesehatan yang menekankan peningkatan subjective well-being disarankan untuk mendukung upaya pencegahan komplikasi hipertensi.