This Author published in this journals
All Journal SEHAT
Nicolas Adi Perdana Susanto
STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN WRIST ORTHOSIS DALAM PROGRAM FISIOTERAPI TERHADAP NYERI DAN FUNGSI TANGAN PADA PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME BILATERAL: STUDI KUASI EKSPERIMENTAL Ellysa Okky Gusma; Gatot Sunarto; Gian Lisuari Adityasiwi; Nathan Agwin Khenda; Nicolas Adi Perdana Susanto
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/nkmt3a21

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati perifer yang sering menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi tangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Fisioterapi merupakan terapi konservatif yang umum digunakan, namun efektivitas kombinasi fisioterapi dan wrist orthosis masih memerlukan penguatan bukti klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi terhadap nyeri dan fungsi tangan pada pasien CTS bilateral. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest two-group design. Sebanyak 60 pasien CTS bilateral dibagi menjadi kelompok kontrol (fisioterapi standar) dan kelompok intervensi (fisioterapi dan wrist orthosis). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan fungsi tangan dinilai menggunakan kuesioner fungsi tangan. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan penurunan nyeri dan peningkatan fungsi tangan yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,001), dengan perbaikan lebih besar pada kelompok intervensi. Disimpulkan bahwa penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi efektif meningkatkan outcome klinis pada pasien CTS bilateral dan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen konservatif.