Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati perifer yang sering menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi tangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Fisioterapi merupakan terapi konservatif yang umum digunakan, namun efektivitas kombinasi fisioterapi dan wrist orthosis masih memerlukan penguatan bukti klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi terhadap nyeri dan fungsi tangan pada pasien CTS bilateral. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest two-group design. Sebanyak 60 pasien CTS bilateral dibagi menjadi kelompok kontrol (fisioterapi standar) dan kelompok intervensi (fisioterapi dan wrist orthosis). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan fungsi tangan dinilai menggunakan kuesioner fungsi tangan. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan penurunan nyeri dan peningkatan fungsi tangan yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,001), dengan perbaikan lebih besar pada kelompok intervensi. Disimpulkan bahwa penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi efektif meningkatkan outcome klinis pada pasien CTS bilateral dan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen konservatif.
Copyrights © 2025