Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Role of Islamic Religious Education in Shaping Religious Moderation in the Era of Digitalization Lubis
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.9699

Abstract

The digital era presents both opportunities and challenges for religious education, particularly with the increasing spread of intolerance and radicalism through online platforms. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in fostering religious moderation in the digital era, using a field study at MAN Kota Palopo. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving PAI teachers, students, and the madrasah head. The analysis followed Miles and Huberman’s model of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the PAI curriculum has been systematically designed to integrate moderation values such as tolerance, justice, and respect for diversity. Teachers act not only as facilitators and role models but also utilize digital media to strengthen interactive and contextual learning. Students demonstrate openness, active participation in discussions, and the ability to critically filter digital content. Institutional support, including digital literacy programs, technological facilities, and character-building initiatives, further reinforces the internalization of moderation values. The novelty of this study lies in its integration of religious moderation with digital literacy practices, highlighting how PAI can address contemporary challenges while maintaining relevance to 21st-century education. The study concludes that fostering moderation in the digital age requires synergy between curriculum, teachers, students, and school policies, with digital literacy serving as a key strategy for sustainable religious education.
Optimalisasi Pembelajaran Daring Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil: Optimizing Online Learning to Increase Access to Education in Remote Areas Nurul Mawaddah; Nirmala Dewi; Muhammad Rifai; Muchdir Ahmad Ronoatmojo; Lubis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7253

Abstract

Pembelajaran daring telah menjadi solusi utama dalam meningkatkan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Namun, implementasi pembelajaran daring di daerah tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti minimnya akses internet, keterbatasan perangkat, serta rendahnya kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dalam implementasi pembelajaran daring di daerah terpencil serta mengeksplorasi solusi yang dapat diadaptasi agar proses pembelajaran lebih efektif dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur merupakan hambatan utama yang menyebabkan rendahnya efektivitas pembelajaran daring. Selain itu, sebagian besar guru dan siswa mengalami kesulitan dalam mengakses dan memahami materi daring tanpa adanya bimbingan langsung. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan pendekatan blended learning berbasis komunitas, yang mengombinasikan pembelajaran daring dengan sesi tatap muka di pusat-pusat belajar lokal. Selain itu, pengembangan konten pembelajaran yang lebih kontekstual, seperti materi berbasis bahasa lokal dan metode interaktif berbasis audio dan video, terbukti meningkatkan keterlibatan siswa hingga 75%. Dengan strategi yang lebih adaptif terhadap kondisi daerah terpencil, pembelajaran daring dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.