Fresa Dwi Juniar Sofalina
Universitas Paramadina

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinants of Learning Effectiveness in Digital STEM Higher Education: A Cross-Sectional Study Using Hierarchical Regression Fresa Dwi Juniar Sofalina; Rudi Priadi; M. Iqbal Faiz
Information Technology Education Journal Vol. 5, No. 1, February (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v5i1.263

Abstract

Purpose - This study examines the determinants of learning effectiveness in digital STEM higher education, focusing on Technology Integration in Management (TIM), Digital Monitoring and Evaluation (DME), and Organizational Digital Support (ODS) within an institutional context. Design - A quantitative explanatory study with a cross-sectional survey was conducted among undergraduate students (n = 260) at a private higher education institution in Bandung, Indonesia, who had experienced online or blended learning. Hierarchical multiple regression was used to assess the incremental explanatory power of TIM, DME, and ODS beyond control variables (gender, study year/semester, LMS usage intensity, and internet stability). Findings - The control model explained 14% of the variance in learning effectiveness (R² = 0.14). After including TIM, DME, and ODS, the explained variance increased to 54% (R² = 0.54; ΔR² = 0.40). DME was the strongest predictor (β = 0.33), followed by TIM (β = 0.24) and ODS (β = 0.18), all of which showed significant positive effects. The results highlight the critical role of structured monitoring, continuous evaluation, and coherent management of digital learning processes in enhancing student performance. Research implications - Enhancing digital learning effectiveness requires strengthening data-informed monitoring systems, structured LMS-based learning management, and consistent institutional support. However, the findings are limited to a single institutional context and cross-sectional design; future studies should use longitudinal and multi-institutional data. Originality/value - This study integrates technology management, evaluation practices, and organizational support into a unified digital learning governance model, providing context-specific empirical evidence from Indonesian higher education.
Pendampingan Penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Pegawai PT Bank Proagency Fresa Dwi Juniar Sofalina; Rudi Priadi
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1663

Abstract

Standard Operating Procedure (SOP) merupakan pedoman kerja yang berfungsi untuk memastikan setiap aktivitas organisasi berjalan secara konsisten, efektif, dan efisien. PT Bank Proagency menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya prosedur tertulis pada beberapa aktivitas kerja, sehingga pelaksanaan tugas masih bergantung pada kebiasaan individu dan arahan lisan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan cara kerja, keterlambatan koordinasi, dan kurang tertibnya pengelolaan dokumen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi penyusunan SOP dalam meningkatkan efisiensi kerja pegawai PT Bank Proagency. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui observasi awal, identifikasi permasalahan, wawancara, diskusi, pemetaan alur kerja, penyusunan draft SOP, validasi, sosialisasi, simulasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berhasil menghasilkan lima SOP utama, yaitu SOP Pelayanan Administrasi, SOP Pengelolaan Dokumen, SOP Pelaporan Kegiatan dan Pekerjaan, SOP Koordinasi Antarbagian, serta SOP Monitoring dan Evaluasi Kinerja. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata kondisi kerja dari 51,57% sebelum pendampingan menjadi 83,86% setelah pendampingan, dengan peningkatan sebesar 32,29%. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek pemahaman alur kerja, kejelasan pembagian tugas, keseragaman pelaksanaan tugas, keteraturan pengelolaan dokumen, pelaporan pekerjaan, koordinasi antarbagian, serta monitoring dan evaluasi kerja. Dengan demikian, pendampingan penyusunan SOP memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi kerja pegawai melalui standarisasi proses, kejelasan tanggung jawab, dan penguatan sistem operasional perusahaan.