Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Layanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Asuransi Mandiri Inhealth: Dampaknya terhadap Motivasi Kerja Karyawan di Perseroan Terbatas Pulau Mahoni Mayer Abadi Siregar; Bondan Wicaksono; Ab Christono; Denny Suriandhi; Sri Saraswati; Aryo De Wibowo Muhammad Sidik; Nia Sonani
Journal of Knowledge Management Vol 19 No 2 (2025): Journal of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan layanan kesehatan yang diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Asuransi Mandiri Inhealth serta mengukur dampaknya terhadap motivasi kerja karyawan di Perseroan Terbatas Pulau Mahoni. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami seberapa besar pengaruh kedua jenis layanan asuransi tersebut terhadap tingkat motivasi kerja para karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 150 karyawan PT. Pulau Mahoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan kualitas layanan antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Mandiri Inhealth, keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Hal ini mungkin disebabkan oleh proses layanan yang kurang memadai dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh sebagian karyawan, khususnya terkait dengan layanan BPJS. Berdasarkan temuan ini, perusahaan disarankan untuk mengevaluasi ulang kebijakan layanan kesehatan yang diterapkan dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang bisa lebih efektif dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan.
Pengaruh Aktivitas Pemasaran Melalui Konten Media Sosial terhadap Minat dan Angka Penjualan Kienka di Kota Tangerang Selatan: Fokus terhadap Perilaku Konsumen dan Permintaan Topik Inti Ekonomi Mikro Shaina Zivahastini; Wanudhyaria Hamarto; Bondan Wicaksono; Sandra Dewi Rosida; Lidia Puspasari; Rayendra Prasetya
Journal of Economics and Business UBS Vol. 15 No. 2 (2026): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/1t5asa27

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah strategi pemasaran modern, khususnya dalam memengaruhi perilaku konsumen dan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing melalui media sosial terhadap minat beli dan angka penjualan produk Kienka di Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, seperti aktif menggunakan media sosial dan pernah melihat konten Kienka. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala Likert, dan analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dan angka penjualan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa content marketing mampu menjelaskan 63,4% variasi minat beli dan 62,2% variasi penjualan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten yang informatif, relevan, dan interaktif mampu meningkatkan kepercayaan serta mendorong keputusan pembelian konsumen. Selain itu, fitur interaktif media sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan konversi penjualan. Kesimpulannya, strategi content marketing yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja bisnis, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi pemasaran digital pada brand lokal.
DIGITALISASI KOPERASI PEDESAAN SEBAGAI PENDORONG EKONOMI INKLUSIF: ANALISIS KESENJANGAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITAL ANTARA WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN Bondan Wicaksono; Hwihanu Hwihanus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11748

Abstract

Digitalisasi koperasi menjadi salah satu strategi transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024 dan Roadmap Digitalisasi Koperasi 2021–2024. Namun, penerapan kebijakan ini mengatasi gangguan spasial yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematik untuk menganalisis 28 artikel terindeks Scopus dan dokumen kebijakan resmi periode 2020–2025. Temuan menunjukkan bahwa penetrasi digitalisasi koperasi ditampilkan di wilayah Jawa dengan capaian jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia Timur; Tiga hambatan utama menghambat transformasi di kekacauan: kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah, rendahnya literasi teknologi pada kelompok usia lanjut, dan ketidaksesuaian desain platform dengan praktik ekonomi lokal berbasis gotong royong. Model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, koperasi, dan penyedia teknologi lokal terbukti meningkatkan adopsi teknologi sebagaimana terdokumentasi dalam studi kualitatif terkini. Penelitian merekomendasikan integrasi kebijakan digitalisasi koperasi dengan program Penguatan Desa melalui pendampingan berbasis komunitas dan platform pengembangan yang mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal. ABSTRACT Digitalisasi koperasi menjadi salah satu strategi transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024 dan Roadmap Digitalisasi Koperasi 2021–2024. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi kesenjangan spasial yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk menganalisis 28 artikel terindeks Scopus dan dokumen kebijakan resmi periode 2020–2025. Temuan menunjukkan bahwa penetrasi digitalisasi koperasi terkonsentrasi di wilayah Jawa dengan capaian jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia Timur; tiga bottleneck utama menghambat transformasi di pedesaan: kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah, rendahnya literasi teknologi pada kelompok usia lanjut, dan ketidaksesuaian desain platform dengan praktik ekonomi lokal berbasis gotong royong. Model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, koperasi, dan penyedia teknologi lokal terbukti meningkatkan keberlanjutan adopsi teknologi sebagaimana terdokumentasi dalam studi kualitatif terkini. Penelitian merekomendasikan integrasi kebijakan digitalisasi koperasi dengan program Penguatan Desa melalui pendampingan berbasis komunitas dan pengembangan platform yang mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal.  
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DIGITAL, MOTIVASI DIRI, PERSEPSI KEMUDAHAN, DAN PENGARUH SOSIAL TERHADAP MINAT INVESTASI REKSADANA: PERAN MEDIASI EFIKASI DIRI KEUANGAN PADA GENERASI MILENIAL Bondan Wicaksono; Abdul Halik; Siti Mujanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11649

Abstract

The wide gap in digital financial inclusion and literacy, according to OJK data, and the surge in young investors, are the background to this research. This issue requires strengthening psychological confidence to improve millennial financial decisions. The focus of this research is to analyze the influence of digital financial literacy, self-motivation, perceived ease of use, and social influence on mutual fund investment interest through the mediation of financial self-efficacy. An explanatory quantitative approach was applied by distributing questionnaires to 150 millennial respondents in South Jakarta. The collected data were analyzed structurally using the SEM-PLS method through a bootstrapping technique of 5,000 subsamples. The quantitative data test results proved that the path coefficient values ​​of digital literacy (beta = 0.312), platform ease of use (beta = 0.267), and social influence (beta = 0.224) had a significant positive effect on financial self-efficacy. Directly, self-motivation (beta = 0.289) and financial self-efficacy (beta = 0.418) were shown to significantly increase investment interest. The study's main conclusion confirms that financial self-efficacy acts as a partial mediator, successfully bridging external factors into actual investment behavior. Financial platform developers are recommended to integrate integrated digital education and intuitive interface design to stimulate millennials' investment confidence. ABSTRAK Tingginya gap inklusi dan literasi keuangan digital berdasarkan data OJK serta lonjakan investor muda melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya penguatan keyakinan psikologis agar keputusan finansial milenial menjadi lebih akurat. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi keuangan digital, motivasi diri, persepsi kemudahan, dan pengaruh sosial terhadap minat investasi reksadana melalui mediasi efikasi diri keuangan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden generasi milenial di Jakarta Selatan. Data yang terkumpul dianalisis secara struktural menggunakan metode SEM-PLS melalui teknik bootstrapping 5.000 subsampel. Data kuantitatif hasil pengujian membuktikan nilai koefisien jalur dari literasi digital (beta = 0,312), kemudahan platform (beta = 0,267), dan pengaruh sosial (beta = 0,224) berpengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri keuangan. Secara langsung, motivasi diri (beta = 0,289) dan efikasi diri keuangan (beta = 0,418) terbukti meningkatkan minat investasi secara signifikan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa efikasi diri keuangan bertindak sebagai mediator parsial yang sukses menjembatani faktor eksternal menjadi perilaku investasi aktual. Pengembang platform finansial direkomendasikan untuk mengintegrasikan edukasi digital terpadu dan desain antarmuka yang intuitif guna menstimulasi rasa percaya diri milenial dalam berinvestasi.