Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Keluarga Dalam Penerapan Gizi Seimbang Melalui Isi Piringku Nur Rahma Srifitayani; Yuliana D; Armiyati Nur; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1268

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems remain a public health challenge influenced by limited family understanding regarding healthy eating patterns and balanced nutrition. The “My Plate” program is a balanced nutrition guideline introduced to help communities understand proper food portion distribution in daily life. This community service program aimed to improve family knowledge and skills in implementing balanced nutrition through the “My Plate” approach. The implementation methods included health education, demonstrations of balanced nutrition menu preparation, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 57 to 89 in the post-test. In addition, families began to prepare healthy meal menus according to the “My Plate” principles and understood the importance of consuming balanced nutritious foods in maintaining family health. This program proved effective in improving family awareness and behavior regarding the implementation of balanced nutrition in daily life. Keywords: Balanced Nutrition, My Plate, Family, Health Education, Community Service ABSTRAK Masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman keluarga mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang. Program “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan untuk membantu masyarakat memahami proporsi konsumsi makanan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan gizi seimbang melalui pendekatan “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, keluarga mulai mampu menyusun menu makanan sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dalam menjaga kesehatan keluarga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku keluarga terhadap penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Gizi Seimbang, Isi Piringku, Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Penyuluhan Peningkatan Gizi Ibu Hamil Melalui Konsumsi Protein Hewani Dan Nabati Irma Erpiani; Juenita Elfunam Mado; Nur Rahma Srifitayani; Nurul Annisa; Rischa Hamdanesti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1030

Abstract

Adequate nutrition during pregnancy is a crucial factor in supporting maternal health and fetal growth and development. Insufficient protein intake, both animal and plant-based, can increase the risk of anemia, chronic energy deficiency (CED), low birth weight, and other pregnancy complications. However, many pregnant women still do not understand the importance of consuming a balanced and diverse protein diet. This Community Service activity aims to increase the knowledge and awareness of pregnant women regarding the importance of consuming animal and plant-based protein as an effort to improve nutritional status during pregnancy. Implementation methods included nutrition counseling, interactive discussions, food selection simulations, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in pregnant women's knowledge about protein sources, the benefits of protein for pregnancy, and recommended protein consumption patterns. This activity is expected to encourage changes in pregnant women's eating behavior towards a balanced nutritional diet.
Efektivitas Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Terapi Komplementer Terhadap Penurunan Mual DanMuntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Nur Rahma Srifitayani; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1438

Abstract

Latar Belakang: Mual dan muntah pada kehamilan (nausea and vomiting of pregnancy/NVP) merupakan keluhan yang dialami oleh sekitar 70–80% ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perubahan hormonal, terutama peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen. Meskipun bersifat fisiologis, mual dan muntah yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup ibu, mengganggu asupan nutrisi, dan pada kasus yang berat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Penggunaan terapi komplementer seperti jahe (Zingiber officinale) menjadi alternatif yang banyak diminati karena relatif aman, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan bioaktif yang berpotensi mengurangi gejala mual. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian jahe sebagai terapi komplementer terhadap penurunan tingkat mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan Non-Equivalent Control Group Pretest–Posttest Design. Sebanyak 60 ibu hamil trimester pertama dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30) menggunakan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi memperoleh minuman jahe sebanyak 250 mL yang mengandung ±1 gram ekstrak jahe segar, dua kali sehari selama tujuh hari, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi standar mengenai penatalaksanaan mual pada kehamilan. Tingkat mual diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test, independent t-test, atau uji nonparametrik sesuai distribusi data. Hasil: Rerata skor PUQE-24 pada kelompok intervensi menurun secara bermakna setelah pemberian jahe dibandingkan sebelum intervensi (p<0,001). Penurunan skor mual pada kelompok intervensi juga lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian jahe sebagai terapi komplementer efektif menurunkan tingkat mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Jahe dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping yang aman dalam pelayanan antenatal untuk mengurangi gejala mual dan meningkatkan kenyamanan ibu hamil.
The Relationship Between Pregnant Women's Level Of Knowledge About Anemia Status and Nutrition During Pregnancy Nur Rahma Srifitayani; Cakrawati R Cakrawati R
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i3.1437

Abstract

Background : Anemia during pregnancy remains a major public health concern and contributes to increased maternal and neonatal morbidity and mortality . One of the contributing factors is inadequate maternal knowledge regarding nutrition during pregnancy . Adequate knowledge of iron , folic acid acid , protein, vitamins , and minerals is expected to encourage healthy dietary practices that reduce the risk of anemia. Objective : To determine the relationship between maternal and nutritional knowledge and anemia status during pregnancy . Methods : A mixed-methods sequential explanatory design was employed . The quantitative phase used a cross-sectional approach involving 180 pregnant women selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics , Chi- square tests , and multivariable logistics regression . The qualitative phase consisted of depth​ interviews with 12 participants to explain the quantitative findings . Results : Most participants had good nutritional knowledge (61.1%), while the prevalence of anemia was 31.7%. A significant association was found between maternal and nutritional knowledge and anemia status (p<0.001). Multivariable analysis indicated that women with good nutritional knowledge was lacking likely to experience anemia (OR=3.64; 95% CI: 1.86–7.12). Qualitative findings revealed that family support , antenatal nutrition counseling , and adherence to iron supplementation also influenced anemia status. Conclusion : Maternal nutrition knowledge is significantly associated with anemia status during pregnancy . Continuous nutrition education , strengthened antenatal care , and family involvement are essential strategies to reduce the burden of maternal anemia.