Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menejemen Keselamatan Pasien Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Nur Andani; Rezqiqah Aulia Rahmat; Dwi Ardyna Octa Sari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1100

Abstract

Patient safety is a key component of healthcare quality. Patient safety incidents can undermine service quality and public trust in healthcare facilities. Patient safety management is needed as a systematic approach to prevent service errors and minimize the risk of patient harm. This study aims to examine the role of patient safety management in efforts to improve healthcare quality. The study used a descriptive design with a qualitative approach through a literature review and observation of patient safety implementation. The results indicate that the implementation of good patient safety management contributes to improved service quality, patient satisfaction, and safety culture in healthcare facilities. The study concludes that patient safety management is an important strategy for continuously improving healthcare quality.
Penyuluhan Manajemen Bencana Dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Bagi Relawan Serly Sani Mahoklory; Angriawan Angriawan; Endam Apulina Br Sembiring; Haedir Haedir; Dwi Ardyna Octa Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1031

Abstract

Indonesia is a country prone to natural disasters, such as earthquakes, floods, landslides, and fires. These conditions require community preparedness, especially for volunteers, in dealing with emergencies. Volunteers are often the first to arrive at disaster sites, requiring adequate knowledge and skills in disaster management and first aid (P3K). However, many volunteers still lack an optimal understanding and skills in first aid. This Community Service activity aims to improve volunteers' knowledge and preparedness through disaster management and first aid training. Implementation methods include theoretical training, interactive discussions, first aid simulations and practices, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicate a significant increase in volunteers' knowledge and preparedness in dealing with disaster situations and administering first aid. This activity is expected to enhance volunteers' capacity to support disaster management effectively and safely.
Pendampingan Perencanaan Pelayanan Farmasi Berbasis Kebutuhan Untuk Mendukung Mutu Pelayanan Kesehatan Rahmat Pannyiwi; Azmi Wijayati; Enka Nur Ishmatika; Afina Nurfauziah; Najmah Salsabila; Dwi Ardyna Octa Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1518

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berhubungan langsung dengan ketersediaan, keamanan, mutu, dan penggunaan obat yang rasional. Perencanaan pelayanan farmasi yang tidak didasarkan pada kebutuhan aktual dapat menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan obat, pemborosan anggaran, peningkatan risiko obat kedaluwarsa, serta terganggunya kesinambungan pelayanan. Tujuan: Meningkatkan kemampuan tenaga kefarmasian dalam menyusun perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan sehingga dapat mendukung ketersediaan obat, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 30 tenaga kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, diskusi, pendampingan identifikasi kebutuhan, analisis data pemakaian, penyusunan rencana kebutuhan obat dan bahan farmasi, serta evaluasi pretest dan posttest. Materi mencakup identifikasi kebutuhan pelayanan, analisis data penggunaan, perhitungan kebutuhan, pengelolaan stok, penentuan prioritas, penyusunan rencana pengadaan, pengendalian persediaan, dan monitoring evaluasi. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,1 pada pretest menjadi 87,4 pada posttest. Kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan, menganalisis data pemakaian, menghitung kebutuhan, menentukan prioritas, serta menyusun rencana pelayanan farmasi juga mengalami peningkatan. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya penggunaan data aktual sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan pelayanan kefarmasian. Kesimpulan: Pendampingan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kefarmasian. Pendekatan ini dapat mendukung ketersediaan obat dan bahan farmasi, efisiensi penggunaan anggaran, pengendalian persediaan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pendampingan secara berkala diperlukan agar kemampuan perencanaan dapat diterapkan secara berkelanjutan