Sahabuddin Sahabuddin
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Sosiodemografi Yang Mempengaruhi Status Kesehatan Masyarakat Sahabuddin Sahabuddin; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurna Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1400

Abstract

Status kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, termasuk karakteristik sosiodemografi. Faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status perkawinan, dan tempat tinggal berperan penting dalam menentukan akses terhadap pelayanan kesehatan, perilaku hidup sehat, serta kualitas hidup individu. Perbedaan kondisi sosiodemografi dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, identifikasi faktor-faktor sosiodemografi yang memengaruhi status kesehatan menjadi penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan intervensi kesehatan masyarakat yang tepat sasaran. Menganalisis faktor-faktor sosiodemografi yang memengaruhi status kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 220 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik) dengan tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar responden memiliki status kesehatan baik (67,3%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,002), pendapatan (p<0,001), pekerjaan (p=0,018), dan umur (p=0,031) berhubungan signifikan dengan status kesehatan masyarakat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pendapatan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi status kesehatan (AOR=3,84; 95% CI=2,01–7,32). Faktor sosiodemografi, khususnya pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan umur, berpengaruh terhadap status kesehatan masyarakat. Upaya peningkatan kesehatan masyarakat perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi dan karakteristik demografi masyarakat sebagai dasar perencanaan program kesehatan.
Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Fasilitas Kesehatan Syaiful Bachri; Latifah Latifah; Sahabuddin Sahabuddin; Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1032

Abstract

Healthcare facilities are work environments with a high risk of accidents and occupational diseases, both for healthcare workers, support staff, and patients. Exposure to biological, chemical, physical, ergonomic, and psychosocial hazards demands the structured and sustainable implementation of an Occupational Health and Safety (OHS) Management System. However, in reality, the implementation of OHS in healthcare facilities still faces various obstacles, such as limited knowledge, low procedural compliance, and a lack of a work safety culture. This Community Service activity aims to increase the knowledge, awareness, and preparedness of healthcare workers in implementing the OHS system in healthcare facilities. Implementation methods include OHS counseling, interactive discussions, occupational risk identification, OHS implementation simulations, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicate a significant increase in healthcare workers' knowledge and attitudes regarding the importance of OHS implementation. This program is expected to support the creation of a safe, healthy, and productive work environment in healthcare facilities.