Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Klien Tentang Komunikasi Terapeutik Perawat Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Perawat Rahmat Pannyiwi; Nurhaedah Nurhaedah; Andi Hariati; Rezqiqah Aulia Rahmat
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.02 KB) | DOI: 10.36590/kepo.v2i1.146

Abstract

The therapeutic communication is aimed to change the clients' behavior in reaching an optimal awareness. This research aimed to obtain a client perception view about Nursery Therapeutic Communication in Intensive Surgery Care Unit at Hospital Sidenreng Rappang Regency. The kind of research is descriptive with purposive sampling according to inclusive criteria. The variables are verbal and in-verbal communications. Instrument to collect data is questionnaire, whereas the questionnaires are directly fulfilled by the respondents. From the analysis, the researcher found that the 63,5 % of respondents have a good perception toward nursery verbal therapeutic communication and the non-verbal the researcher found that the 85% of respondents have a good perception toward nursery non-verbal terapeutik. The result shows a great clients' perception about nursery therapeutic communications. As for the suggestion, Hospital Sidenreng Rappang Regency shall give a fresh knowledge or seminars to operasional nurses about nursery therapeutic communications in hospital scope.
Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kanguru di BPM Lestari Gowa Kabupaten Gowa Yuslinda Yuslinda; Nurhaedah nurhaedah; Nurekawati Nurekawati; Amina Ahmad; Syarifah Masita; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4536.252 KB) | DOI: 10.59585/bajik.v1i1.19

Abstract

Berat Bayi Lahir Rendah(BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2.500 gram sampai dengan 2.499 gram (Maryunani, 2013). BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan (Proverawati, 2012). Berdasarkan data di BPM Lestrai Gowa Jumlah Kelahiran bayi mulai dari Januari 2014 sampai Desember 2014 sebanyak 64 kelahiran hidup dan angka kelahiran premature sebanyak 8 dan pada tahun 2014 tidak ada kematian. Dan berdasarkan data di BPM Lestari Gowa jumlah Kelahiran bayi mulai dari Januari 2015 sampai Desember 2015 sebanyak 61 kelahiran hidup dan angka kelahiran premature sebanyak 4 dan pada tahun 2015 tidak ada kematian. Suatu metode perawatan bayi premature yang haru diketahui oleh ibu yaitu metode kanguru yang mampu menjamin bayi untuk mendapatkan kehangatan. ASI, cinta dan proteksi ibu yang selanjutnya akan menjamin tumbuh kembang bayi secara optimal sehingga mampu menurunkan angka kematian Neonatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang metode kanguru pada bayi premature di BPM Lestari Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian in adalah Survey Cross Sectional. Survey Cross Sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Sehat Dalam Upaya Menurunkan Angka Morbiditas Pada Masyarakat Rosdiana Rosdiana; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Health promotion is one of the primary strategies for increasing public awareness and encouraging healthy lifestyle behaviors. Positive behavioral changes can help prevent various diseases and reduce morbidity rates in the community. Lack of knowledge and awareness regarding healthy living remains a contributing factor to the high incidence of communicable and non-communicable diseases. This study aimed to analyze the effect of health promotion on healthy lifestyle behavior changes in efforts to reduce community morbidity rates. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using healthy lifestyle behavior questionnaires before and after health promotion interventions. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean healthy lifestyle behavior score increased from 64.25 ± 7.86 before health promotion to 82.70 ± 6.14 after health promotion. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of health promotion on healthy lifestyle behavior changes among community members. In conclusion, health promotion effectively improves healthy lifestyle behaviors and can contribute to reducing morbidity rates through increased public awareness and participation in maintaining health. Keywords: Health Promotion, Healthy Lifestyle Behavior, Morbidity, Community, Health Education ABSTRAK Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Perubahan perilaku yang positif dapat membantu mencegah berbagai penyakit dan menurunkan angka morbiditas di masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian penyakit menular maupun tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat dalam upaya menurunkan angka morbiditas pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku hidup sehat sebelum dan sesudah pelaksanaan promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku hidup sehat meningkat dari 64,25 ± 7,86 sebelum promosi kesehatan menjadi 82,70 ± 6,14 setelah promosi kesehatan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat masyarakat. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka morbiditas melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Perilaku Hidup Sehat, Morbiditas, Masyarakat, Pendidikan Kesehatan
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Pada Remaja Putri Rismayana Rismayana; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gender-based violence is a significant social and public health issue affecting adolescent girls. Limited knowledge of reproductive health may increase adolescents’ vulnerability to various forms of violence, including physical, psychological, sexual, and online violence. Adequate reproductive health knowledge is expected to foster positive attitudes toward preventing gender-based violence. This study aimed to determine the relationship between reproductive health knowledge and attitudes toward gender-based violence prevention among adolescent girls. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional analytical design. The sample consisted of 60 adolescent girls selected using purposive sampling. Data were collected using reproductive health knowledge questionnaires and gender-based violence prevention attitude questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 68.3% of respondents had good reproductive health knowledge, while 65% demonstrated positive attitudes toward gender-based violence prevention. The Chi-Square test revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between reproductive health knowledge and attitudes toward gender-based violence prevention. In conclusion, better reproductive health knowledge is associated with more positive attitudes toward preventing gender-based violence among adolescent girls. Keywords: Reproductive Health, Gender-Based Violence, Adolescent Girls, Knowledge, Attitude ABSTRAK Kekerasan berbasis gender merupakan salah satu masalah sosial dan kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan kekerasan dalam lingkungan digital. Pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik diharapkan dapat membentuk sikap positif dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap pencegahan kekerasan berbasis gender pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dan kuesioner sikap pencegahan kekerasan berbasis gender. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41 responden (68,3%) memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, sedangkan 39 responden (65%) memiliki sikap pencegahan kekerasan berbasis gender yang positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap pencegahan kekerasan berbasis gender pada remaja putri. Disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan kesehatan reproduksi yang dimiliki remaja putri, maka semakin positif pula sikap mereka dalam mencegah kekerasan berbasis gender. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Kekerasan Berbasis Gender, Remaja Putri, Pengetahuan, Sikap
Edukasi Pencegahan Abses Odontogenik Sebagai Penyakit Gigi Kritis Pada Masyarakat Desa Nurhaedah Nurhaedah; Ainun Jariyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Odontogenic abscess is a serious oral infection originating from the teeth and supporting tissues. This condition may cause severe pain, swelling, impaired oral function, and even serious complications if not properly treated. Limited public knowledge regarding oral and dental health is one of the factors increasing the risk of odontogenic abscess in rural communities. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the prevention of odontogenic abscess through oral health education. The implementation methods included health counseling, demonstrations of proper tooth brushing techniques, simple dental examinations, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 rural community participants. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 54 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand the importance of maintaining oral hygiene and conducting regular dental check-ups. This program proved effective in increasing public awareness regarding the prevention of odontogenic abscess as a critical dental disease. Keywords: Odontogenic Abscess, Oral Health, Health Education, Rural Community, Dental Disease Prevention ABSTRAK Abses odontogenik merupakan infeksi serius pada rongga mulut yang berasal dari jaringan gigi dan jaringan pendukungnya. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, gangguan fungsi mulut, bahkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat desa mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya abses odontogenik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan gigi sederhana, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 54 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik sebagai penyakit gigi kritis. Kata Kunci: Abses Odontogenik, Kesehatan Gigi, Edukasi Kesehatan, Masyarakat Desa, Pencegahan Penyakit Gigi