Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE TERHADAP KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU KLIMAKTERIUM Khofidhotur Rofiah; Ida Tri Wahyuni; Betanuari Sabda Nirwana
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.01 JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i01.878

Abstract

Background: Menopause is the period that a woman experiences when she is about to enter old age. Women before menopause will experience a decrease in various bodily functions. Based on the number of climacterium mothers, there are 15 mothers who are physically, psychologically or mentally not ready to enter old age or menopause. The purpose of this study is to determine the effect of health counseling about menopause on readiness to face menopause in climacterium mothers at the Tiron Health Center, Kediri Regency. Research Method: The research design used is Pre Experiment research with the One Group Pre Test Post Test Design approach. The population in this study is 34 climacterium mothers aged 40-50 years and the sample in this study is 16 climacterium mothers. The sampling technique is Purposive Sampling. Data collection was done using questionnaires and research results were analyzed using the Wilcoxon test. Research Results: Based on the results of the statistical test, p value = 0.001 (<0.05) was obtained. Conclusion: there is an effect of health counseling on menopause on menopause readiness in climacterium mothers.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JASMINE TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI Khofidhotur Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana; Erike Yunicha Viridula; Mayasari Putri Ardela; Ida Tri Wahyuni
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7542

Abstract

Abstrak Nyeri haid atau dismenorea yang terjadi pada remaja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dalam penelitian mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jasmine pada intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan the one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menerapkan kriteria sebanyak 32 responden. Pengumpulan data dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) sebelum pemberian aromaterapi jasmine dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%) setelah pemberian aromaterapi jasmine. Negative rank menunjukkan bahwa dari 32 responden, 30 responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid, ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi jasmine. Hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan aromaterapi jasmine efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026.   Kata Kunci: Aromaterapi Jasmine, Disminorea, Remaja Putri
PENGARUH PEMBERIAN JUS KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Ida Tri Wahyuni; Fauzia Laili; Darmining Darmining; Siti Hajrianti; Desvina Ariani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7543

Abstract

Abstrak Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah dengan mengonsumsi jus kurma yang kaya zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di Pondok Pesantren Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Pondok Pesantren Kota Kediri dengan sampel sebanyak 16 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan Hb meter (Easy Touch) sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian jus kurma sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin <12 gr/dl yaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Setelah diberikan jus kurma, sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal ≥12 gr/dl yaitu 13 responden (81,3%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pemberian jus kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian jus kurma efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pencegahan anemia. Kata Kunci: Anemia, hemoglobin, remaja putri, jus kurma, zat besi
Implementasi Program Edukasi dan Latihan Yoga Prenatal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil Trimester II dan III di Kota Kediri Tahun 2025 Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Ida Tri Wahyuni; Siti Aminah
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.7144

Abstract

Kehamilan pada trimester II dan III sering disertai keluhan nyeri punggung, sulit tidur, serta kecemasan menjelang persalinan. Kondisi ini, bila tidak dikelola, dapat menurunkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu hamil. Salah satu upaya komplementer yang dapat dilakukan adalah yoga prenatal, yaitu latihan yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan, dan relaksasi yang disesuaikan dengan perubahan tubuh ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kenyamanan fisik dan psikologis ibu hamil melalui program edukasi dan latihan yoga prenatal di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dan praktik yoga prenatal terstruktur pada 85 ibu hamil (45 trimester II dan 40 trimester III) dalam empat sesi latihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, keluhan fisik, dan persepsi kesejahteraan sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu tentang manfaat dan prinsip aman aktivitas fisik, penurunan keluhan nyeri punggung dan kesulitan tidur, serta meningkatnya rasa rileks dan percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar peserta menyatakan puas dan bersedia melanjutkan latihan secara mandiri di rumah. Disimpulkan bahwa program yoga prenatal dapat diterapkan di tingkat komunitas dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kelas ibu hamil rutin untuk mendukung kesehatan fisik dan mental ibu hamil.
Mengukur efektifitas poster anemia (media promosi kesehatan) untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia Siti Hajrianti; Theresia Shella Beredikta; Ida Tri Wahyuni
Optimal Midwife Journal Volume 3, No 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Introduction : Anemia remains one of the significant public health problems among adolescents, particularly females, due to low knowledge and awareness regarding the importance of anemia prevention through proper diet and healthy behaviors. This study aims to measure the effectiveness of poster media as a health promotion tool in improving adolescents' knowledge about anemia. Methods : The approach employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines to review empirical evidence from scientific articles published between 2019 and 2025. Data were collected from various academic databases and analyzed using thematic narrative synthesis to identify patterns of findings, major categories, and research outcome trends. Result: The results indicate that poster media is effective in improving adolescents' knowledge and attitudes toward anemia prevention, particularly when combined with other educative approaches such as counseling, digital media, and family involvement. Poster media plays a significant role in simplifying health messages into visual forms that are easy to understand and cognitively engaging, thereby enhancing comprehension and behavioral prevention intentions. Discussion: Theoretically, this study reinforces the relevance of the Health Belief Model (HBM) in explaining the mechanisms of health behavior change through visual media. The implications of this research emphasize the importance of developing innovative, contextual, and behavioral theory-based health promotion media to support anemia prevention programs among adolescents.
Edukasi Gizi dan Demo Puding Kelor untuk Camilan Anak Pra-Sekolah di PAUD Nidzamyah Ida Tri Wahyuni; Siswi Wulandari; Weni Tri Purnani; Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.17996

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan karena camilan anak pra-sekolah masih banyak didominasi makanan praktis yang menarik dari sisi rasa dan tampilan, tetapi belum tentu memenuhi prinsip gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping dalam menyiapkan camilan yang lebih sehat melalui pemanfaatan puding kelor sebagai alternatif berbasis pangan local. Kegiatan dilakukan pada November 2025 di PAUD Nidzamyah Mojoroto, Kota Kediri, dengan melibatkan 18 pendamping dan 56 anak pra-sekolah. Intervensi meliputi pretest, edukasi gizi interaktif, demonstrasi pembuatan puding kelor, praktik terarah, icip rasa anak, dan posttest. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan pendamping meningkat dari 58,3 menjadi 84,7 dan 94,4% peserta mengalami peningkatan skor. Sebagian besar pendamping (88,9%) mencapai kategori kompeten pada checklist psikomotor, sedangkan 76,8% anak menyukai puding kelor. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi gizi dan demonstrasi praktik dapat memperkuat pembiasaan camilan sehat di lingkungan pendidikan anak usia dini sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal bergizi.
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamildengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas  Pulung Kab. Ponorogo Grina Dwi Herdiani; Ida Tri Wahyuni; Khofidhotur Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v7i2.7893

Abstract

Anemia kehamilan menjadi salah satu penyebab kematian ibu, sehingga perlu mendapatkan penanganan, salah satu penanganannya menggunakan jus jambu biji merah. Hasil survey 1 bulan terakhir di Pustu Bangsal Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren 1 didapatkan 12 orang dari 101 ibu hamil mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar Hb ibu dengan anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Pulung Kab. Ponorogo tahun 2025. Desain penelitian ini adalah eksperimen dengan one group pre test-post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Pulung Kab. Ponorogo tahun 2025, dengan teknik total sampling diperoleh sebanyak 16 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dengan alat ukur hb digital. Hasil penelitian kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin dari 16 responden ibu hamil sebelum pemberian jus jambu biji merah memiliki nilai mean 9,50 gr/dl dan kadar hemoglobin sesudah pemberian jus jambu biji merah memiliki nilai mean 10,50 gr/dl. Berdasarkan selisih antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi jus jambu biji merah yaitu 1,00 tingkat kepercayaan 95% hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p value 0,003. Sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Pulung Kab. Ponorogo tahun 2025. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan menerapkan mengkonsumsi jus jambu biji merah ini sebagai cara meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.