Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KECENDERUNGAN AGENDA PEMBERITAAN TRIBUN TIMUR TERKAIT ISU BUDAYA UANG PANAI Muh. Medriansyah Putra Kartika; Turnomo Rahardjo
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultures. Various tribes in Indonesia still maintain their customs or habits, one of which is the custom of marriage. Marriage customs in Indonesia have their own processions and what is discussed this time is the Bugis-Makassar marriage custom known as the Panai Money. However, the phenomenon of panai money has now become a polemic among young people, especially since several media reported on marriages whose nominal bills are quite high, ranging from hundreds of millions to billions of rupiah. This study aims to find out and describe how the trend of the news agenda in Tribun-Timur is in reporting the culture of panai'. The method used is quantitative content analysis in order to analyze the tendency of the East Tribune in reporting the issue of panai culture which is analyzed based on the Agenda Setting Theory. The results of the research show that the Tribun-Timur reporting agenda on the issue of Uang Panai' culture mostly uses a straight news reporting style and tends to be informative and the tone of the news also tends to be positive.
JOURNALISTIC LANGUAGE AS A FRAMING TOOL: ANALYSIS OF IMMANUEL EBENEZER’S REPORTS ON KOMPAS.COM AND TEMPO.CO Muhammad Ihlasul Amal; Muh. Medriansyah Putra Kartika; Eka Kurnia Syawaliyah Subagio
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines differences in meaning construction within online news reports of the Corruption Eradication Commission (KPK) sting operation against Deputy Minister of Manpower Immanuel Ebenezer in August 2025. The case illustrates how media framing shapes public interpretation of legal and political events. The research focuses on how Kompas.com and Tempo.co framed the incident and how these differences reflect each outlet’s ideological orientation in constructing social reality. Using a qualitative approach and the Pan & Kosicki framing model, which analyzes syntax, script, thematic, and rhetorical structures. This study analyzes 16 news articles published by Kompas.com and Tempo.co between August 21-30, 2025. Articles were selected based on their relevance and representativeness of the issue’s framing patterns. The findings indicate that Kompas.com adopts a moral-political frame emphasizing legitimacy and the ethical crisis of power, while Tempo.co employs a legal-formal frame highlighting rationality and institutional accountability. These framing contrasts reveal distinct orientations in defining the meaning of corruption and authority. The study concludes that media framing operates as an ideological mechanism that not only reports events but also constructs interpretive frameworks guiding public understanding of the relationship between law, politics, and morality in Indonesia’s public discourse.
Digital Divide dan Kemiskinan Struktural: Analisis Kesenjangan Akses Informasi di Majene Nuraliah, Dewi; Rahmawati, Rezki; Faisal, Andi Fahri; Kartika, Muh. Medriansyah Putra
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.38307

Abstract

Kesenjangan digital di wilayah perdesaan terpencil masih menjadi persoalan serius di tengah meningkatnya penetrasi internet nasional. Penelitian ini mengkaji hambatan akses internet dan dampaknya terhadap kesempatan ekonomi masyarakat miskin di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terarah. Analisis dilakukan menggunakan model kesenjangan digital Van Dijk, diperkuat dengan teori difusi inovasi Rogers dan pendekatan domestikasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan digital multidimensional pada level akses fisik, material, keterampilan, dan penggunaan. Kesenjangan tersebut memicu dampak berantai berupa terputusnya komunikasi ekonomi pengrajin rotan dengan pasar, penurunan pendapatan, dan ancaman terhadap keberlanjutan industri kerajinan lokal, yang bermuara pada kemiskinan komunikasi.
Dari Ruang Digital ke Ruang Publik: Representasi Kemarahan Publik dalam Podcast Bocor Alus Politik Muh. Medriansyah Putra Kartika; Muhammad Ihlasul Amal; Eka Kurnia Syawaliyah Subagio
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 8 No. 2 (2026): April
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v8i2.2164

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana podcast Bocor Alus Politik merepresentasikan kemarahan publik terhadap kekuasaan di ruang digital dan transformasinya ke wacana publik yang lebih luas. Menggunakan analisis framing Robert Entman, penelitian mengkaji episode “Kemarahan Publik terhadap Kekuasaan” yang disiarkan 30 Agustus 2025. Metode analisis konten kualitatif diterapkan pada transkrip podcast dan respons audiens di ruang publik digital. Temuan mengungkapkan podcast membingkai kemarahan melalui empat elemen: (1) pendefinisian masalah sebagai arogansi elite dan pemutusan aspirasi rakyat, terbukti dari data kenaikan tunjangan DPR 658 juta rupiah per bulan; (2) interpretasi kausal pada sistem oligarki politik dan perilaku elite sistematis; (3) evaluasi moral melegitimasi kemarahan sebagai respons demokratis yang diperlukan; dan (4) rekomendasi pengawasan publik berkelanjutan dan perlindungan hak berdemonstrasi. Podcast berfungsi sebagai counter-public sphere dengan narasi alternatif berbeda dari framing media mainstream. Resonansi audiens terlihat melalui komentar yang mengadopsi framing serupa dan menggunakan hashtag mobilisasi seperti #ResetIndonesia. Penelitian berkontribusi pada pemahaman peran podcast dalam wacana politik Indonesia, khususnya mentransformasi kemarahan digital menjadi ekspresi publik kolektif dan memperkuat demokrasi partisipatif.