Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL TARIKAN PERJALANAN MINIMARKET DI BEKASI Hidayat, Budiharso; Sudriyanto, Eko; Priyambodo, FX Bowo; Subekti, Fery
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan guna lahan untuk kegiatan perdagangan akan menarik perjalanan sesuai dengan karakteristik guna lahan dan lokasi penggunaan lahan. Pertambahan perjalanan mempengaruhi kinerja lalu lintas yang disebabkan pertambahan volume lalu lintas pada ruas jalan sekitar minimarket yang beroperasi. Batasan pada guna lahan untuk kegiatan perdagangan diberikan batasan luas 1.000 yang untuk minimarket belum jelas batasan harus dilakukan andalalin dengan memperhatikan besarnya tarikan perjalanan. Terutama batasan yang digunakan untuk memprediksi tingkat tarikan perjalanan apabila ada rencana pembangunan/pengembangan minimarket pada suatu daerah tertentu. Hubungan perjalanan dengan luas bangunan, tenaga kerja dan volume lalulintas belum ada penelitian terhadap hal ini.
Efisiensi Pelayanan Angkutan Umum Trayek Kampung Utan – Pasar Setu – Serang dengan Kode Trayek K.14 di Bekasi Hidayat, Budi Harso; Sudriyanto, Eko; Priyambodo, FX. Bowo; Subekti, Fery
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan angkutan umum tidak handal atau memiliki kepastian dalam aspek waktu sehingga menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Perilaku pengemudi yang kurang memperhatikan keselamatan penumpang dengan berhenti di sembarang tempat sesuasi kehendak pengemudi. Penelitian ini menggunakan metoda observasi langsung terhadap pelayanan angkutan untuk mengetahui kinerja angkutan umum dari aspek kepengusahaan. Pendekatan ini untuk mengukur pendapatan yang diperoleh pada saat observasi untuk dianalisis lebih lanjut apakah dengan simulasi terhadap perubahan operasi secara terjadwal apakah dapat meningkatkan pendapatan yang menjadi indikasi bahwa pengusaha untuk yang menggambarkan adanya efisiensi dalam pengoperasian. Hasil analisis terhadap pelayanan angkutan umum trayek Kampung Utan – Pasar Setu - Serang memiliki faktor muat rata-rata 26 % dengan pelayanan atau frekuensi tertinggi sebesar 16 kendaraan/jam. Waktu tempuh rata-rata 44 - 52 menit untuk menempuh jarak sepanjang 17,9 km dengan kecepatan rata-rata 22,8 km/jam. Pendapatan rata rata pengemudi untuk pengoperasian dalam sehari mencapai Rp 99.500,- atau perkiraan pendapatan pengemudi dengan tingkat operasi rata-rata 25 hari, seorang pengemudi dapat mencapai pendapatan bulanan Rp. 2.487.500,-. Simulasi dengan pelayanan secara terjadwal dapat pelayanan selama sehari pengemudi dapat menyelesaikan perjalanan sebanyak 7 RIT. Pendapatan yang semula sebesar Rp 99.500,- per RIT meningkat menjadi pendapatan menjadi Rp.160.000,- perhari sehingga total pendapatan adalah Rp 4.000.000,-. Hal ini menunjukkan bahwa penjadwalan dapat meningkatkan pendapatan dari Rp. 2.487.500,- meningkat jadi Rp 4.000.000,-.per bulan. Peningkatan pendapatan sebesar 38 % dari sebelumnya atau lebih efisien.
ANALISIS TARIKAN PERJALANAN HOTEL DI BEKASI Hidayat, Budiharso; Sudriyanto, Eko; Widorismono, Widorismono; Priyambodo, FX Bowo; Haimawati , Puput
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dan pengembangan guna lahan di Bekasi memiliki dinamika yang tinggi dalam pemenuhan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan aktivitas yang berkembang. Salah satu aspek yang terus mengalami peningkatan perjalanan antar guna lahan yang tinggi di Bekasi. Konsepsi dasar hubungan antara perubahan guna lahan dengan transportasi berbanding lurus, artinya setiap perubahan guna lahan akan terjadi penambahan pergerakan sekitar area yang dikembangkan atau guna lahan berubah. Pembangunan suatu kawasan dan/atau lokasi tertentu menimbulkan potensi perjalanan tambahan pada saat bangunan sudah terbangun dan beroperasi sehingga mempunyai pengaruh atau dampak terhadap kondisi lalulintas sekitar (Budiharso, 2014). Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Jenis hotel tidak mempengaruhi jumlah tarikan perjalanan tetapi dipengaruhi oleh tataguna lahan sekitar. Serta Karakteristik hotel, lalu lintas, dan lokasi mempengaruhi tingkat tarikan perjalanan. Adapun Hubungan perjalanan dengan karakteristik hotel adalah Hotel @home memiliki tarikan terbesar 0.55 trips/kamar karena pada hotel tersebut satu bangunan dengan restauran solaria dan memiliki akses yang sama, Hotel Amarossa memiliki tingkat bangkitan 0.28 trips/kamar, dipengaruhi oleh karakteristik wilayah/lokasi pembangunan dekat dengan pusat perbelanjaan dan rekreasi., Hotel Amaris memiliki tingkat trip rate perkamar 0.26 trips/kamar, dipengaruhi oleh layanan dan fungsi serta lokasi yang cukup stategis sebagai tempat singgah/transit, Hotel Bunga Karang memiliki tingkat trip rate 0.23 trips/kamar karena memiliki akses yang terbatas serta fasilitas yang ditawarkan terbatas.
VARIABEL DATA LALU LINTAS ANTARA PERANGKAT DETEKTOR KENDARAAN DARI ATCS DENGAN DATA DARI METODE MANUAL PENCACAHAN LALU LINTAS TERKLASIFIKASI DAN SPOT SPEED (EMPIRIS) Priyambodo, FX. Bowo; Sudriyanto, Eko; Hidayat, Budiharso; Rili, Rianto; Hermawan, Boby
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data pencacahan volume lalu lintas merupakan informasi dasar yang diperlukan untuk faseperencanaan, desain, manajemen sampai pengoperasian jalan. Survai volume lalu lintas bertujuan untuk mencatat setiap kendaraan yang lewat (melewati suatu titik atau garis tertentu) sehingga didapatkan informasi mengenai pola arus lalu lintas, volume lalu lintas tiap pergerakan, komposisi kendaraan dalam lalu lintas, faktor untuk memprediksi volume lalu lintas yang akan dating, tingkat okupansi kendaraan dalam lalu lintas dan volume pejalan kaki Adapun perkembangan teknologi dalam bidang transportasi saat ini semakin pesat, dengan perangkat ini, surveyor tidak perlu melakukan kegiatan pengambilan data di lapangan. Dalam peneltian Ofyar Z. Tamin & Rusmadi Suyuti, 2007, tentang meningkatkan akurasi Matriks Asal Tujuan menggunakan data lalu lintas. Ofyar mengkaji dari sisi setelah data volume didapatkan dari ATCS kemudian dilakukan kalibrasi dalam metode estimasi untuk mendapatkan sebaran pergerakan, akan tetapi jika data dari ATCS tersebut belum akurat atau mendekati kondisi lapangan, baik komposisi maupun jumlah kendaraan maka prediksi tersebut menjadi bias dan model yang dihasilkan belum menyerupai kondisi di lapangan.
PERENCANAAN RASS KAWASAN PENDIDIKAN RUAS JALAN RAYA KAMPUNG UTAN – SETU CIBUNTU, CIBITUNG -BEKASI Hidayat, Budiharso; Widorisnomo, Widorisnomo; Subarto, Subarto; Sudriyanto, Eko; Sastrodiyoto, Abadi; Priyambodo, F.X Bowo; Praja, Sumantri W.
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perjalanan untuk menuju sekolah dan pulang sekolah khususnya bagi siswa Sekolah Dasar sangat dominan. Hasil dari pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa yang diantar dan/atau dijemput sebagian besar menggunakan sepeda motor, setelah itu menggunakan angkutan umum serta berjalan kaki.. Salah satu permasalahan transportasi kota-kota besar di Indonesia antara lain adalah keselamatan dalam berlalulintas. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dalam manajemen dan rekayasa lalu lintas. Pengguna jalan ini salah satu diantaranya adalah siswa dengan maksud perjalanan khusus untuk belajar. Siswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan keberlangsungan agar terhindar atau menjadi korban kecelakaan